Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Pengusaha Meksiko Ciptakan Kulit Sintetis dari Kaktus

Produk kulit kaktus dapat dijual seharga kulit asli. Kulit kaktus ini bisa diolah dan digunakan untuk kursi mobil, tas, sepatu dan bahkan pakaian.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  19:02 WIB
Dua pengusaha asal Meksiko yakni Adrin Lpez Velarde dan Marte Czarez, menemukan kulit sintetis dari kaktus. - indiatimes.com
Dua pengusaha asal Meksiko yakni Adrin Lpez Velarde dan Marte Czarez, menemukan kulit sintetis dari kaktus. - indiatimes.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penggunaan kulit hewan untuk dijadikan bahan dasar sebuah produk seringkali dikecam karena dianggap memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Menurut People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), industri kulit global membunuh lebih dari satu miliar hewan yang kulitnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Dampak lingkungan tidak hanya datang dari hewan yang diperkirakan dapat mengkonsumsi satu ton air seumur hidupnya, tetapi setelah mendapatkan kulit, proses pengolahannya seringkali melibatkan hingga satu ton bahan kimia.

Proses ini tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga membuat barang-barang kulit tidak bisa terurai secara hayati.

Bahkan kulit imitasi yang disukai banyak konsumen vegan, yang berpikir bahwa bahan tersebut tidak didapatkan dari membunuh binatang) sebenarnya terbuat dari plastik sebenarnya yang tidak benar-benar menyelesaikan masalah limbah.

Dilansir melalui indiatimes.com, dua pengusaha asal Meksiko yakni Adrián López Velarde dan Marte Cázarez, menemukan sesuatu yang benar-benar mengejutkan dan tepat sasaran.

Proses pembuatan kulit sintetis dari kaktus tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga membuat barang-barang kulit tidak bisa terurai secara hayati./indiatimes

Tahun lalu, perusahaan mereka, Adriano Di Marti, menemukan teknik baru untuk membuat bahan kain serupa kulit hewan menggunakan daun kaktus yang disebut Desserto.

Kaktus, yang dikenal karena teksturnya yang keras, tebal dan berduri ternyata dapat diproses hingga memberikan karakter yang menyerupai kulit asli.

Selain mampu mengurangi pemanfaatan hewan untuk kulitnya, penggunaan kaktus sebagai bahan dasar imitasi kulit dapat menghemat air karena tanaman tersebut dapat hidup di kondisi kering sekalipun.

"Mereka juga telah menggunakan pewarna alami untuk mengolah kulit yang tidak benar-benar berdampak pada lingkungan dan membuat bahan itu tahan lama hingga selama satu dekade," tulis laporan tersebut, seperti dikutip pada Rabu (26/2).

Bahan ini tersedia dalam serangkaian warna yang dapat disesuaikan. Karena terbuat dari tanaman, sebagian dari produk ini biodegradable atau dapat terurai secara alamiah.

Bagian terbaiknya, meskipun kaktus organik dan ramah lingkungan, produk kulit kaktus dapat dijual seharga kulit asli. Velarde dan Cázarez telah membuat produk jadi seperti kursi mobil, tas, sepatu dan bahkan pakaian menggunakan bahan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis pengusaha kulit kaktus
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top