Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips jadi Youtuber dengan Penonton dan Subscriber Banyak

Youtuber kini menjadi salah satu hobi yang bisa menghasilkan pendapatan cukup fantastis bagi beberapa orang pelakunya.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  08:27 WIB
Logo youtube - Akbar Evandio
Logo youtube - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA - Youtuber kini menjadi salah satu hobi yang bisa menghasilkan pendapatan cukup fantastis bagi beberapa orang pelakunya.

Terutama, ketika gaya hidup orang berubah dari televisi konvensional ke tv digital.

Tapi, tidak semua orang yang menjajal dunia yang satu ini bisa sukses. Karena, salah satunya tergantung pada jumlah penonton dan subscribers. Bagi pemula, tentu sangat sulit untuk bersaing dan mendapatkan penonton serta subscribers di Youtube, bukan?

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menaikan jumlah penonton dan subscribers bergantung pada konten yang dimiliki. Stand up comedian dan content creator Babe Cabita mengatakan bahwa setiap orang bisa mencoba untuk berkolaborasi.

Berdasarkan pengalamannya, kolaborasi terlebih dengan orang yang sudah terkenal bisa memancing penonton dan subscribers. “Menurut saya, kita bisa bergabung dengan komunitas atau gathering content creator. Di situ tempat yang tepat untuk bertemu teman baru sekaligus ajak kolaborasi,” katanya dalam acara Waktunya Indonesia Bikin Konten di Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2020.

Babe Cabita yang pernah berkolaborasi dengan Mak Beti pun mengaku bisa mendapatkan delapan juta penonton dan menjadi trending nomor satu di Youtube selama beberapa hari. “Pengalaman saya ini bisa mendapatkan keuntungan. Jadi manfaatkan koneksi kita dengan Youtuber apalagi sudah ternama,” katanya.

Menambahkan pernyataan Babe, Gamers Audrey FF juga memberi saran agar para pemula mengunggah video dengan tema yang sedang viral. Tujuannya agar masyarakat lebih menyatu dengan topik yang dibahas. “Kita lihat yang lagi hits apa. Itu mendongkrak penonton dan subscribers juga karena topiknya lagi dicari sekali kan,” katanya.

Terakhir, jangan lupa pula untuk menggunakan durasi selama 10-15 menit. Baik Babe Cabita maupun Audrey sepakat bahwa waktu tersebut sangat sesuai dengan lama masyarakat ingin menonton suatu video. “Bukan rahasia umum lagi, durasi 10-15 menit bisa kita beri ads (iklan) jadi menguntungkan juga,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top