Menjadi Kartini di Industri Teknologi

Tren peningkatan partisipasi perempuan di industri teknologi menunjukkan bahwa perempuan kian bisa diandalkan. Karena itu, kemampuan mereka harus terus diwadahi agar bermanfaat untuk masyakart luas,
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 April 2020  |  14:55 WIB
Menjadi Kartini di Industri Teknologi
Ilustrasi Internet of things

Bisnis.com, JAKARTA - VP Marketing Halodoc Felicia Kawilarang mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, dirinya melihat sosok perempuan yang didominasi oleh para milenial mulai hadir di industri teknologi. Banyak dari mereka juga yang memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis di startup.

“Tren peningkatan partisipasi perempuan di industri teknologi menunjukkan bahwa perempuan kian bisa diandalkan. Karena itu, kemampuan mereka harus terus diwadahi agar bermanfaat untuk masyakart luas,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyebut komunitas dan organisasi yang mendukung peran penting perempuan di industri ini juga sudah banyak didirikan. Melalui berbagai inisiatif yang melibatkan perempuan sukses dan menginspirasi, diharapkan perempuan bisa menemukan jati diri dan menumbuhkan kepemimpinan serta mendobrak stereotip atau bias gender yang ada.

Felicia menuturkan, menjadi perempuan yang berkecimpung di industri teknologi juga bukan tanpa tantangan. Industri ini, katanya, menjadikan inovasi sebagai dasar pondasinya, yang menuntut perempuan untuk terus beradaptasi dengan cepat.

Menurutnya, faktor utama untuk dapat memaksimalkan peran perempuan dalam bidang ini adalah percaya diri, jangan cepat merasa puas karena selalu ada ruang dan kesempatan, serta jangan takut mengemukakan ide inovatif.

VP Fintech and Payment Tokopedia Vira Widiyasari juga sependapat, bahwa industri startup menuntut siapa pun untuk siap menghadapi tantangan dan mengikuti perkembangan kondisi yang cepat dan dinamis. Menurutnya, membuka diri dan berkolaborasi dengan tim dan mitra kerja menjadi kunci utama untuk mencapai misi bersama.

Vira menyampaikan bahwa industri ini di Indonesia masih memiliki peluang yang besar bagi partisipasi dan keterlibatan strategis perempuan, ada banyak hal yang dapat dieksplorasi dan dikembangkan lebih jauh.

“Dengan memiliki lebih banyak talenta perempuan, perusahaan teknologi bisa memiliki beragam perspektif dan kreativitas baru dalam menyelesaikan tantangan dengan berinovasi. Ini juga perlu didorong untuk membangun talenta yang berkualitas dengan berbagai inisiatif,” ujarnya.

Dirinya berharap akan lebih banyak perempuan yang berani menyatukan upaya, semangat, dan pandangan untuk membantu mewujudkan ekosistem industri teknologi yang lebih maju hingga ke ranah global.

Sementara, Felicia berharap ada lebih banyak kesempatan dan wadah yang tersedia bagi perempuan milenial untuk memaksimalkan potensi, juga iklim kerja industri startup yang bisa makin ramah terhadap mereka.

“Sudah saatnya kita melihat gender sebagai sebuah kekuatan yang saling melengkapi, bukan sebagai dua kubu yang saling berkompetisi. Selain kesempatan yang semakin terbuka, passion juga menjadi faktor penting untuk menjadi bagian di industri startup,” ujar Felicia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi, perempuan

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top