Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku UMKM Harus Segera Masuk dalam Ekosistem Digital

Peluang Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, merupakan kesempatan emas untuk mengembangkan digitalisasi secara menyeluruh.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  15:58 WIB
Pedagang menyusun mainan di Pasar Gembrong, Jakarta, Senin (24/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menyusun mainan di Pasar Gembrong, Jakarta, Senin (24/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejak kasus pertama Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia di awal Maret 2020, sektor informal dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) merasakan dampak yang signifikan. Berdasarkan data dari Kementerian Kopetasi dan UMKM, sebanyak 163.713 UMKM dan 1.785 koperasi dilaporkan terkena dampak Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pada krisis yang terjadi saat ini berbeda dengan krisis ekonomi 1998 atau krisis global 2008. Kala itu, UMKM mampu bertahan bahkan menjadi pendorong perekonomian untuk bangkit. Sedangkan krisis akibat pandemi ini memukul sektor UMKM di baris awal.

Turunnya permintaan secara signifikan menjadi permasalahan utama yang diadukan oleh para pelaku usaha. Arahan pemerintah untuk bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah secara langsung mengurangi kesempatan KUMKM untuk menjalankan aktivitasnya.

Pandemi ini pada akhirnya mengubah pola konsumsi masyarakat dari offline ke online. Pemenuhan kebutuhan yang awalnya dilakukan dengan cara konvensional, bergeser ke arah digital. Untuk itulah, sambungnya, para pelaku UMKM harus adaptif terhadap perubahan tersebut dengan memanfaatkan digital.

Era digitalisasi, khususnya ekonomi digital, mendorong terjadinya sharing economy yang dapat meningkatkan peluang berbagai pelaku usaha, tidak terkecuali UMKM untuk ikut serta dalam dunia usaha.

Apalagi, peluang Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, merupakan kesempatan emas untuk mengembangkan digitalisasi secara menyeluruh.

“Kami merasa penting untuk mendorong UMKM kita masuk ke ekosistem digital, yang saat ini baru mencakup 13 persen atau sekitar 8 juta,” ujarnya, dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Jumat (22/5/2020).

Dengan memanfaatkan digital dan e-commerce, ada empat manfaat yang bisa didapatkan, baik oleh pelaku usaha maupun pembeli. Pertama, keuntungan finansial karena adanya peningkatan penjualan. Dua, membuka lapangan kerja.

Tiga, keuntungan bagi pembeli karena bisa menghemat 11 persen hingga 25 persen dari pembelian ritel. Keempat, adanya kesetaraan sosial karena perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendapatan melalui e-commerce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm pelaku usaha
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top