Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Minat Remaja AS untuk Jadi Wirausahawan Tetap Tinggi

Dilansir melalui PRNewswire, dua pertiga dari remaja antara usia 13 tahun -17 tahun, atau sekitar 66% mengatakan mereka cenderung mempertimbangkan untuk memulai bisnis atau menjadi wirausaha ketika dewasa nanti.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  20:12 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebuah survei baru yang dilakukan oleh oleh firma riset ENGINE Insights menunjukkan bahwa generasi muda tetap terbuka untuk menjadi wirausaha dan memulai bisnis terlepas dari dampak Covid-19 pada bisnis kecil AS.

Dilansir melalui PRNewswire, dua pertiga dari remaja antara usia 13 tahun -17 tahun, atau sekitar 66% mengatakan mereka cenderung mempertimbangkan untuk memulai bisnis atau menjadi wirausaha ketika dewasa nanti.

Survei serupa yang dilakukan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 69% remaja pada saat itu kemungkinan akan memulai bisnis. Survei yang ditujukan untuk Junior Achievement (JA) dan Brian Hamilton Foundation ini dilakukan terhadap 1.000 remaja pada 14-20 Mei 2020.

Survei dilakukan untuk mendukung acara virtual yang menampilkan wirausahawan dan salah satu 'hiu' dari acara televisi "Shark Tank", Mark Cuban, dan pengusaha tekfin Brian Hamilton.

"Bisnis kecil adalah tulang punggung ekonomi Amerika dan penggerak pertumbuhan pekerjaan," kata Jack E. Kosakowski, Presiden dan CEO Junior Achievement USA, seperti dikutip melalui PRNewswire, Jumat (29/5).

Meskipun efek dari Covid-19 begitu berat bagi komunitas bisnis, Kosakowski sangat gembira melihat generasi berikutnya masih tertarik untuk mempertimbangkan kewirausahaan sebagai jalur karir.

"Kita harus mendorong minat itu untuk maju," tambahnya.

Sementara itu, CEO Brian Hamilton Foundation Charlie Bradley mengatakan dirinya sangat senang melihat semangat generasi muda meski dengan semua tantangan yang dihadapi bisnis kecil saat ini.

Perlu dicatat bahwa hampir 30% remaja merespons bahwa kekhawatiran terbesar mereka tentang memulai bisnis adalah risiko yang mungkin dihadapi.

Bradley merekomendasikan agar kaum muda memulai bisnis sekarang, saat remaja, hanya untuk alasan itu.

"Ketika Anda muda, hampir tidak ada kerugian dari kegagalan," kata Bradley.

Temuan lain dari survei ini menunjukkan hampir 29% remaja mengatakan kekhawatiran terbesar mereka tentang memulai bisnis adalah risikonya yang tinggi, sementara 24% lainnya tidak yakin menjadi wirausaha dapat mendatangkan banyak uang.

Kurang dari 18% responden mengatakan kewirausahaan tidak sesuai dengan kepribadian atau keterampilan mereka.

52% mengatakan mereka membutuhkan seseorang untuk berinvestasi dalam bisnis mereka jika ingin menjadi seorang pengusaha.

Hampir sebanyak 51% mengatakan mereka akan membutuhkan lebih banyak informasi tentang apa yang diperlukan untuk menjadi sukses dan 47% mengatakan mereka akan membutuhkan dukungan dari orang tua dan keluarga.

Adapun sekitar 38% remaja akan membutuhkan teman dengan minat yang sama untuk bekerja sama dengan mereka, dan 34% lainnya akan membutuhkan seseorang dari dunia yang sama untuk dijadikan pedoman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha New Normal
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top