Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apakah Menjadi Pengusaha Lebih Baik daripada Menjadi Karyawan?

Sering sekali muncul perdebatan, lebih baik dan enak menjadi pengusaha atau karyawan? Tentunya, masing-masing peran memiliki kelebihan dan kekurangan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  13:23 WIB
Karyawan dan pengusaha, memiliki peran penting dalam tiap-tiap tugasnya. - ilustrasi
Karyawan dan pengusaha, memiliki peran penting dalam tiap-tiap tugasnya. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Perdebatan antara siapa yang lebih unggul antara pengusaha atau karyawan nampaknya tidak akan pernah usai.

Beberapa hari yang lalu, Twitter sempat diramaikan dengan salah satu penggunanya yang mengunggah slip gaji dan menuai diskusi panjang tentang apakah menjadi pengusaha lebih baik dari bekerja di bawah perusahaan.

Sejak dua dekade lalu, dunia sibuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda. Berbagai media hingga institusi pendidikan berlomba-lomba untuk memberikan tips dan trik menjadi pengusaha.

Ada banyak artikel di internet yang mengklaim bahwa menjadi pengusaha lebih baik daripada menjadi karyawan. Tetapi apakah seperti itu kebenarannya? Mari kita lihat beberapa poin pro dan kontra dari keduanya seperti dilansir melalui The College Investor.

1. Waktu Kerja

Sebagai seorang karyawan, pekerjaan penuh waktu rata-rata terdiri dari 40 jam per pekan. Anda berangkat, bekerja selama delapan jam, dan pulang ke rumah. Setelah memperhitungkan faktor waktu perjalanan, waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan harian Anda mungkin sedikit lebih tinggi.

Sebagai wirausahawan, jam kerja Anda akan sangat bervariasi.

Saat pertama kali memulai bisnis, Anda dapat bekerja 60-80 jam per pekan. Tetapi begitu Anda membangun sendiri atau meng-outsource bagian-bagian bisnis Anda, jumlah jam kerja Anda bisa sangat berkurang.

Selain itu, Anda dapat mencetak jumlah penghasilan yang sama dari pekerjaan harian Anda dalam waktu kurang dari 40 jam, sehingga ada lebih banyak waktu luang.

2. Keseimbangan Hidup dan Kerja

Sebagai karyawan, waktu pulang kerja tandanya semua pekerjaan hari itu selesai. Anda dapat kembali ke rumah dan melupakan pekerjaan.

Sebagai seorang pengusaha, kondisinya sedikit berbeda. Saat Anda bekerja untuk diri sendiri, akan sangat sulit untuk keluar dari mode kerja. Apalagi jika Anda bekerja dari rumah.

Komputer dan telepon akan selalu berada di dekat Anda dan ini akan sangat menggoda untuk memeriksa email atau melakukan lebih banyak pekerjaan.

Keuntungannya tergantung pada bisnis yang dijalani. Anda mungkin dapat bekerja kurang dari jam kerja seorang karyawan sehingga dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan teman-teman.

3. Stres Akibat Pekerjaan

Tingkat stres karyawan cenderung lebih rendah. Ketika Anda bekerja sebagai karyawan di perusahaan yang layak, Anda tidak perlu khawatir tentang dari mana gaji Anda berikutnya berasal atau menjalankan operasi bisnis sehari-hari.

Saat bekerja untuk diri sendiri, terutama saat baru memulai, Anda berdiri sendiri.

Pendapatan dapat berfluktuasi dan jika Anda tidak membangun banyak aliran pendapatan, angkanya berkurang dalam semalam. Anda juga memiliki peran yang lebih besar. Wirausahawan harus menyediakan produk atau layanan, pasar, jaringan, mencari karyawan yang cocok bila perlu, dan menjadi akuntan untuk diri sendiri.

Menurut artikel tersebut, menjadi wirausahawan lebih membuat stres daripada menjadi karyawan.

4. Kehidupan Kerja Umum

Ini mirip dengan stres kerja. Sebagai seorang karyawan Anda tahu apa yang diharapkan dari pekerjaan Anda.

Sebagian besar karyawan akan bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan dan langsung pulang ke rumah. Tidak banyak dari mereka yang bekerja dengan ekstra, apalagi jika tidak ada manfaatnya untuk perkembangan diri dan karir.

Sebagai seorang wirausahawan, cara Anda mendapatkan untung terserah Anda.

Tidak ada pekerja yang akan menghasilkan uang untuk Anda. Jika Anda ingin dibayar, Anda harus bekerja. Jumlah pekerjaan yang Anda lakukan dan produk atau layanan Anda akan menjadi faktor penentu dalam berapa banyak uang yang bisa Anda bawa.

Anda memiliki tenggat waktu untuk dipenuhi. Jika tidak terpenuhi, Anda berisiko kehilangan sumber pendapatan.

5. Uang

Sebagai karyawan, penghasilan Anda terbatas. Anda bekerja sesuai jam yang ditentukan dan sebagai imbalannya Anda menerima gaji untuk jumlah yang sama setiap bulannya.

Tentu, jika performa bagus Anda dapat naik ke rantai kerja yang lebih tinggi, tetapi pada suatu saat besar penghasilan Anda akan dibatasi.

Sebagai wirausahawan, kemungkinannya tidak terbatas. Jumlah uang yang Anda bawa dan tingkat pertumbuhan bisnis Anda terserah Anda. Langit benar-benar batasnya.

Jadi mana yang lebih baik? Tidak ada jawaban yang jelas mana yang lebih baik. Itu semua tergantung pada tujuan dan kepribadian Anda. Tentu, kewirausahaan dapat memberi Anda kebebasan untuk bekerja kapan pun dan di mana pun, tetapi Anda tetap harus bekerja.

Jika Anda berpikir kewirausahaan adalah jalan yang tepat, mulailah bisnis sampingan sambil tetap bekerja di tempat kerja Anda.

Bangun cadangan kas dan komitmen setidaknya selama enam bulan hingga satu tahun sebelum beralih menjadi wirausaha. Dengan cara ini Anda akan merasakan seperti apa sebenarnya wirausaha itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekerja karyawan pebisnis Tips Kerja
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top