Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lebih Dari 40 Persen Orang Tidak Mencatat Cash Flow Karena Malas

Berdasarkan polling yang dilakukan oleh Jenius melalui Instagram Story dan diikuti oleh 2.619 responden, ditemukan bahwa 6 dari 10 orang mengaku tidak terbiasa mencatat cash flow pribadinya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  17:32 WIB
Peluncuran jenius
Peluncuran jenius

Bisnis.com, JAKARTA - Mengatur keuangan pribadi, adalah hal yang selalu dilakukan semua orang setiap bulannya. Terutama ketika mendapatkan gaji bulanan.

Sayangnya, tak semua orang ternyata bisa mengatur cash flow pribadi mereka. Ujung-ujungnya kehabisan anggaran di tengah jalan, atau sama sekali tidak punya anggaran untuk ditabung.

Hal ini, bisa jadi karena tidak adanya pencatatan cash flow yang bisa memantau pergerakan pengeluaran dan pendapatan Anda.

Berdasarkan polling yang dilakukan oleh Jenius melalui Instagram Story dan diikuti oleh 2.619 responden, ditemukan bahwa 6 dari 10 orang mengaku tidak terbiasa mencatat cash flow pribadinya.

Alasannya beragam, mulai dari malas/ribet (40,5%), lupa (31%), bingung/tidak terbiasa (16,1%), belum menemukan cara yang efektif (6,3%), dan merasa tidak punya cukup waktu untuk melakukan pencatatan finansial (3,9%).

Padahal, pencatatan finansial merupakan hal mendasar untuk mengetahui kondisi finansial seseorang sehat atau tidak serta membantu dalam perencanaan keuangan. 

Irwan Tisnabudi, Digital Banking Head Bank BTPN menjelaskan dalam mewujudkan kondisi finansial yang sehat, hal mendasar yang perlu dilakukan adalah mengetahui cash flow yang dimulai dengan pencatatan finansial.

"Karena kurangnya awareness masyarakat terhadap pencatatan cash flow ini, kami meluncurkan moneytory sebagai personal financial management tool yang membantu pengguna mencatat pengeluaran dan pemasukan secara otomatis melalui aplikasi Jenius. Fitur ini kami kembangkan berdasarkan masukan dan feedback dari proses kokreasi dan kolaborasi dengan masyarakat digital savvy Indonesia.” katanya dalam konferensi pers onlinenya.

Dia menjelaskan fitur ini membantu masyarakat digital mengelola cash flow dengan lebih simpel melalui pencatatan pengeluaran dan pemasukan secara otomatis melalui aplikasi Jenius. Moneytory mencatat pemasukan dan pengeluaran dari transaksi uang masuk dan uang keluar di Saldo Aktif dan Kartu Debit Utama (m-Card).

Selain itu, pengguna juga bisa mengetahui ringkasan kondisi finansial secara jelas, mulai dari berapa jumlah pemasukan/pengeluaran, berapa selisih di antara keduanya, dan melihat grafik pengeluaran dengan mudah berdasarkan tanggal dan nominalnya. 

Jonatahn End, #temanjenius dan content creator, mengatakan dia bisa mencatat pemasukan dan pengeluaran rutin untuk mengetahui keadaan finansial dengan fitur itu.

"Saya juga bisa melihat langsung ringkasan pengeluaran apa saja yang saya lakukan berdasarkan periode tertentu yang sudah dikategorikan. Saya dapat mengetahui dengan jelas untuk keperluan apa saja uang saya dihabiskan sehingga dapat mengelola cash flow dengan lebih simpel dan cerdas tanpa perlu pindah-pindah aplikasi. Nggak ada alasan malas lagi untuk mencatat finansial,” ungkap Jonathan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajemen tips keuangan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top