Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lulus Sekolah Sulit Cari Kerja? Yuk, Coba Berwirausaha

Penutupan bisnis di sebagian besar industri restoran dan perhotelan telah mempengaruhi proses rekrutmen untuk pekerja entry-level dengan upah rendah.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  13:49 WIB
Berbekal kreativitas, para remaja mulai berwirausaha. - ilustrasi
Berbekal kreativitas, para remaja mulai berwirausaha. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Dampak ekonomi dari lockdown atau pembatasan sosial berskala besar telah mengacaukan banyak pekerjaan dan industri tradisional.

Di sisi lain, kondisi ini membuka jalan bagi wirausahawan yang gesit dan startup kreatif untuk menawarkan produk dan layanan baru yang dibutuhkan dan diinginkan orang.

Dilansir melalui Foundation for Economic Education, data pengangguran remaja di Amerika Serikat mencapai tingkat tertinggi sejak 1948 akibat krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Mereka turut menjadi pihak yang terdampak dari krisis ini, para remaja yang sedang libur atau baru lulus sekolah.biasanya mencari pekerjaan sampingan di musim panas.

Penutupan bisnis di sebagian besar industri restoran dan perhotelan telah mempengaruhi proses rekrutmen untuk pekerja entry-level dengan upah rendah, termasuk pekerja remaja yang sering mengandalkan pekerjaan paruh waktu untuk mendapatkan pengalaman dan mendapatkan kebebasan finansial.

Seorang perekrut menyarankan bahwa pekerja remaja harus bertindak lebih fleksibel dan bersedia untuk mengeksplorasi kemungkinan kerja di luar zona nyaman mereka terutama di tengah-tengah masa sulit ini.

"Namun, ini juga bisa menjadi saat yang tepat untuk mendorong remaja dan dewasa muda untuk menjadi wirausaha," seperti dikutip melalui blog fee.org, Rabu (1/7).

Pengusaha dan investor, John Chisholm, mengatakan bahwa pandemi dan pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah telah menciptakan kebutuhan manusia dan pelanggan yang baru.

Sebagai seorang wirausaha, tugas Anda adalah mencari tahu kebutuhan apa yang paling cocok untuk Anda dan bidang yang Anda sukai, keterampilan, dan serta pengetahuan Anda.

"Itu perhitungan yang sulit ... Tapi semakin lama Anda terus bertanya, semakin jelas gambarannya. Dibutuhkan semangat dan ketekunan. Itu tidak mudah. Tapi Anda bisa melakukannya," ujar Chisholm.

Mungkin para remaja dan mereka yang baru dewasa memiliki ide dan hasrat yang dapat mereka ubah menjadi bisnis.

Ini juga bisa menjadi waktu yang tepat bagi mereka belajar keterampilan baru, seperti coding, untuk membantu usaha kewirausahaan mereka sendiri atau meningkatkan keterampilan agar menarik oleh pencari kerja.

T.K. Coleman, Direktur Pendidikan Wirausaha FEE mengatakan bahwa jika Anda tertarik untuk memulai bisnis baru, Anda dapat menemukan banyak ide keren hanya dengan memperhatikan masalah orang.

"Anda mungkin kekurangan ide, tetapi keluhan tidak akan pernah habis. Anda dapat mengubah keluhan itu menjadi emas jika Anda dapat menemukan cara kreatif untuk mengatasi dan menghadirkan solusi," ujarnya.

Remaja, seperti kita semua, tetap harus fleksibel dan imajinatif di masa yang penuh tantangan dan tak terduga ini.

Mendorong kaum muda untuk menciptakan lapangan pekerjaan mereka sendiri yang memberi nilai tambah kepada orang lain dapat menjadi cara yang ampuh untuk mengubah angka pengangguran menjadi usaha wirausaha yang produktif dan bermakna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha pekerja Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top