Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Sociopreneur Muda Asal Indonesia Terpilih dalam Program Kewirausahaan Internasional, Ini Profilnya

Dua wirausaha bertujuan membantu mencapai ketahanan pangan global, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 10 September 2020  |  17:50 WIB
Ilustrasi pengusaha muda - Istimewa
Ilustrasi pengusaha muda - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembatasan sosial yang diberlakukan akibat pandemi Covid-19 tak menghalangi semangat para 109 wirausaha muda dari 19 negara, termasuk Indonesia untuk mengikuti Program Young Social Entrepreneurs (YSE) dari Singapore International Foundation (SIF).

Dalam pelaksanaannya, program tersebut digelar secara virtual untuk Workshop YSE mulai dari tanggal 3 Juli hingga 29 Agustus.

Duta Besar Ong Keng Yong, Ketua SIF, mengatakan, meski pihaknya tidak dapat membawa peserta YSE secara fisik ke Singapura tahun ini, tetapi wadah digital menawarkan peluang baru untuk menumbuhkan energi, semangat inovatif, dan hasrat dari pemuda pembawa perubahan yang didorong oleh rasa tujuan sosial yang kuat.

"Di masa tantangan ekonomi, iklim, dan tantangan kesehatan global, hal-hal tersebut bahkan menjadi lebih penting bagi kita untuk mempercepat laju inovasi sosial," ujarnya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Kamis (10/9/2020).

Tahun ini, angkatan ke-11 program YSE mempresentasikan ide bisnis sosial mulai dari pemanfaatan teknologi baru untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, dan menganjurkan cara alternatif untuk menyelamatkan lingkungan, hingga memberdayakan komunitas yang rentan melalui edukasi dan pelatihan kerja.

Workshop YSE ini terdiri dari rangkaian intensif webinar dan klinik bisnis yang dipimpin oleh para wirausahawan sosial, thought leaders, dan ahli strategi bisnis.

Setelah rangkaian kegiatan tersebut, 54 tim memaparkan rencana bisnis mereka kepada panel juri, dan kemudian 15 tim dipilih untuk maju ke tahap selanjutnya dari program YSE, dua tim diantaranya berasal dari Indonesia.

Keduanya yaitu

1. Aikite yang didirikan oleh Shofi Latifah Nuha Anfaresi and M Sayyid Tsabit Anfaresi. Aikite mencoba untuk memecahkan masalah pencemaran air untuk orang-orang di daerah pedesaan dengan cara menyediakan komunitas lokal dengan filter yang terjangkau untuk mengolah air yang tercemar.

Mereka juga memberikan pendidikan dan konsultasi gratis kepada masyarakat lokal tentang air dan kesehatan masyarakat

2. Neurafarm yang didirikan oleh Febi Agil Ifdillah and Lintang Kusuma Pratiwi. Adalah perusahaan pertanian cerdas dengan misi tunggal - untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya di industri pertanian melalui teknologi.

Tujuan mereka adalah membantu mencapai ketahanan pangan global, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik.

Febi Agil Ifdillah, Chief Executive Officer Neurafarm mengatakan bahwa pihaknya sangat bahagia mendapat kesempatan untuk tetap dapat terhubung dengan para wirausahawan sosial dan pemimpin pasar dari negara lain di tengah kondisi saat ini.

"Sesi berbagi pengetahuan dan bertukar pikiran ini mengajarkan kami pentingnya memiliki perspektif global dalam mengelola bisnis sosial. Hal ini membuka pintu bagi kami untuk membangun jaringan internasional dan menciptakan peluang untuk dampak sosial yang lebih besar. Dan kami tidak sabar untuk rencana beberapa bulan yang akan datang," tuturnya.

Selama enam bulan ke depan, mereka akan dibimbing oleh konsultan bisnis terkemuka dari McKinsey & Company dan Temasek International, untuk membentuk semangat berwirausaha yang relevan dengan sektor mereka.

Lebih jauh lagi, tim yang terpilih berkesempatan mengasah ketajaman bisnis, melebarkan perspektif budaya, dan memanfaatkan jaringan alumni YSE global yang terdiri dari lebih 1,200 anggota.

Pada Maret 2021, semua tim akan berkumpul kembali di acara YSE Pitching for Change, mereka akan mempresentasikan rencana bisnis yang telah disempurnakan kepada panel juri untuk mendapatkan kesempatan pendanaan awal senilai hingga S$20.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha entrepreneur pangan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top