Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Strategi Digital Ciptakan Stabilitas Bisnis

Pandemi virus corona (Covid-19) membuat pebisnis harus mampu beradaptasi cepat dengan teknologi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  13:02 WIB
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam menghadapi virus corona (Covid-19), sulit bagi perusahaan untuk mengetahui strategi mana yang masuk akal dalam hal kemajuan dan pertumbuhan.

Namun pandemi tidak memperlambat peralihan ke digital - pada kenyataannya, itu malah mempercepat proses peralihan ke ranah digital.

Dilansir melalui Entrepreneur, Jumat (2/10/2020) ada beberapa strategi digital yang tidak perlu menunggu untuk diterapkan dalam bisnis Anda.

1. Meningkatkan dan memperluas layanan mandiri.

Pelanggan kemungkinan akan menjadi lebih nyaman dengan layanan mandiri selama sisa pandemi dan akan terbiasa setelah virus hilang. Untuk mengakomodasi permintaan yang meningkat ini, atur ulang operasi dan proses Anda untuk memberikan pengalaman yang lebih sederhana dan lebih lancar.

Sistem Anda harus memungkinkan pembeli untuk mencari, memilih, membeli produk atau layanan, dan mengembalikan atau menukar dengan satu sentuhan tombol. Mempercayai pelanggan untuk memantau akun mereka sendiri dengan cara-cara ini, sementara masih tersedia layanan one-on-one, akan membantu membangun hubungan penuh kepercayaan yang Anda inginkan dengan mereka.

2. Integrasikan pembayaran contactless untuk jangka panjang.

Pembayaran tanpa kontak berakar di pasar yang kurang berkembang dan diperkuat di pasar yang lebih matang. Metode ini 10 kali lebih cepat daripada pilihan pembayaran lain. 74 persen responden dari Mastercard Contactless Consumer Polling mengatakan mereka akan terus menggunakan metode contactless bahkan setelah pandemi selesai.

Dengan mengubah sistem pembayaran Anda untuk mengakomodasi pembayaran tanpa sentuhan, Anda akan menenangkan kecemasan saat ini (yang akan mendorong orang untuk tetap loyal dengan brand) dan memastikan mereka memiliki pengalaman yang lebih baik di masa depan.

3. Buat aplikasi.

Aplikasi khusus bermanfaat bagi pembeli dan bisnis. Memiliki aplikasi menjadi standar seperti memiliki situs web yang hebat.

Namun, Covid-19 terus merajalela, aplikasi menjadi media yang lebih penting antara pembeli dan pemilik bisnis. Penggunaan aplikasi seluler meningkat 40 persen dari tahun ke tahun selama kuartal kedua tahun 2020, dengan unduhan mencapai hampir 35 juta.

4. Bandingkan diri Anda dengan pesaing sebelum pelanggan melakukannya.

Kemampuan untuk melakukan perbandingan harga atau mengunjungi beberapa pesaing sudah menjadi perilaku belanja konsumen yang mapan. Namun, seiring pandemi berlanjut, pembeli berhati-hati dalam berbelanja.

Jadi, bantulah pelanggan Anda dan lakukan perbandingan sebelumnya untuk menambah nilai pada penawaran Anda. Selain memberikan harga yang bersaing, manfaatkan teknologi Anda untuk mendapatkan pelanggan baru dan kembangkan brand Anda serta penawaran untuk mengakomodasi permintaan di masa pandemi dan pasca pandemi.

5. Pikirkan kembali digital engagement pelanggan.

Kebutuhan untuk berkomunikasi dengan pelanggan Anda tidak berhenti hanya karena virus. Anda masih harus mencari tahu bagaimana perilaku pelanggan berubah dan seberapa cepat Anda dapat beradaptasi dengan perubahan itu. Namun karena pelanggan sering kali tidak dapat terlibat dengan bisnis secara langsung, komunikasi Anda harus berubah menjadi lebih online.

Untuk memulai, buat survei dan bekerja dengan para ahli untuk mengidentifikasi cara agar tetap terhubung dengan pelanggan melalui Internet untuk memahami prioritas mereka. Tingkatkan pengalaman virtual dan coba akomodir pembeli dengan kurangnya tatap muka, hubungkan pengalaman digital ke pengalaman fisik Anda, dan bangun komunitas nyata dengan aktivitas yang lebih interaktif.

 

Persiapan ini akan membuat Anda lebih siap untuk mengakomodasi peningkatan digital engagement yang pasti akan hadir di dunia pasca COVID-19.

Belakangan ini, perusahaan berlomba mendorong penggunaan alat dan infrastruktur digital yang lebih baik untuk sementara waktu.

Dan satu konsekuensi positif dari pandemi ini adalah bahwa bisnis akhirnya berada pada posisi di mana menerapkan lebih banyak strategi digital masuk akal dan kompetitif.

Jika Anda memulai lebih dulu, Anda akan menikmati stabilitas - tidak hanya di saat ini, tetapi untuk jangka panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha entrepreneur Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top