Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Strategi Penting Pengusaha Restoran Bertahan dan Berkembang Saat Pandemi

Jika restoran ingin bertahan dan berkembang dalam Depresi Pandemi Hebat maka mereka perlu berpikir di out of the box.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  11:36 WIB
Ilustrasi - Stansburylegal
Ilustrasi - Stansburylegal

Bisnis.com, JAKARTA -- Depresi Pandemi Hebat (The Great Pandemic Depression) telah mengajarkan kita bahwa ada dua hal tidak penting di mana masyarakat tidak dapat hidup tanpanya: tisu toilet dan restoran.

Keduanya tidak dianggap penting untuk bertahan hidup dalam buku The Survival of the Richest (2016); artinya, secara teknis kita bisa hidup tanpanya.

Namun, pada awal masa pembatasan jarak sosial, terjadi perselisihan tentang tisu toilet di supermarket di seluruh dunia. Demikian dengan keberadaan restoran di tengah pandemi.

Dengan pembatasan pemerintah baru yang ketat untuk memerangi Covid-19, masyarakat telah menyadari betapa bergantungnya kita pada restoran untuk menyajikan makanan.

Tapi kita tidak membutuhkan restoran untuk bertahan hidup — kita telah memasak makanan kita sendiri sejak manusia belajar cara membuat api. Sebenarnya, makan di restoran secara massal adalah fenomena modern.

Meskipun ada begitu banyak restoran yang gulung tikar dalam beberapa bulan terakhir, ada beberapa yang telah justru menjadi makmur lebih baik dari sebelumnya.

Namun, rasanya mayoritas wirausaha kecil yang masih buka beroperasi di ujung jurang dengan ketidakpastian kapan kondisi ini akan berakhir.

Jika Anda seorang pengusaha restoran, berikut tujuh cara yang bisa Anda perjuangkan agar bisnis Anda tetap hidup dan berkembang, seperti dikutip melalui Entrepreneur, Rabu (14/10/2020):

1. Pastikan bisnis Anda "Covid Clean"

Apa itu Covid Clean? Covid Clean berarti tingkat kebersihan tertinggi dari standar restoran lama yang diterapkan secara eksponensial. Untuk mengakomodasi Covid Customer, Anda harus memahami ekspektasi dan ketakutan mereka.

Lantai berkilau, dapur bersih, sistem penyaringan udara terbaik dengan filter garis atas sering diganti, masker yang dikenakan oleh semua karyawan, penghalang plastik jika diperlukan, meja duduk setidaknya enam kaki dari satu sama lain, stasiun pembersih tangan, dan persyaratan kebersihan yang paling ketat untuk semua pekerja - ini Covid Clean. Jika Anda dapat mengatasinya secara langsung, Anda akan berada selangkah lebih maju dan dapat menghasilkan banyak uang.

2. Pastikan Anda mempertahankan tingkat okupansi maksimum.

Tergantung di mana Anda berada, Anda mungkin memiliki pengalaman restoran yang berbeda. Sementara beberapa daerah masih menutup restoran, banyak yang mengizinkannya buka tetapi dalam kondisi tertentu.

Di Jakarta, Kebijakan PSBB Transisi membatasi okupansi restoran hanya 50% dari kondisi normal. Dengan asumsi bahwa satu-satunya layanan yang ditawarkan adalah pengalaman dine-in, dengan tingkat okupansi 50 persen berarti penjualan Anda akan dipotong setengahnya.

Karena pembatasan ini berisiko bagi bisnis yang tidak siap secara finansial untuk menunggu Covid-19 selesai, sangat penting bahwa restoran setidaknya berusaha dengan aman berusaha untuk menjaga meja mereka tetap terisi sepanjang waktu meskipun dengan kebijakan yang berlaku.

Ini mungkin terdengar masuk akal, tetapi ada banyak restoran yang luar biasa masih buka tanpa pilihan dine-in dan hanya melayani pesan antar atau pick-up.

3. Pivot — sesuaikan produk dan / atau layanan jika diperlukan.

Jika restoran ingin bertahan dan berkembang dalam Depresi Pandemi Hebat maka mereka perlu berpikir di out of the box dan menawarkan produk atau layanan dengan cara yang mungkin belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Misalnya, restoran yang dulunya 100% makan di tempat sekarang dapat menawarkan pengantaran dan pick-up. Ini adalah kumpulan keterampilan baru yang harus dipelajari dan dikuasai.

Ide utamanya di sini adalah meningkatkan pendapatan Anda untuk mengkompensasi hilangnya pendapatan dine-in. Seperti disebutkan di atas, tingkat okupansi maksimum 50% berarti Anda memerlukan platform lain untuk mengcover setidaknya setengah dari bisnis Anda. Take-out dan delivery bisa jadi solusinya. Tak pelak, terserah pengusaha untuk menemukan poros terbaiknya.

4. Perlakukan pelanggan Anda dengan benar.

Banyak pelanggan mungkin menjadi lebih pemarah dari biasanya saat ini. Jika Anda menggabungkan ini dengan jumlah stres yang tidak biasa yang mungkin juga Anda alami, Anda tergoda untuk membalasnya. Ini bukan pendekatan jangka panjang yang tepat untuk menghasilkan uang di bisnis restoran karena akan menyebabkan menipisnya basis pelanggan Anda.

Bukan berarti pula Anda harus mengkompromikan moral Anda sendiri dan membiarkan pelanggan yang tidak sopan mengatur bisnis Anda untuk Anda. Namun, hal itu membutuhkan wirausahawan untuk memiliki kesadaran yang tinggi tentang betapa berharganya pelanggan, terutama di industri jasa.

5. Manfaatkan dana pemerintah yang tersedia

Ada banyak sumber pendanaan yang dapat membantu Anda melewati Depresi Pandemi Hebat dan membangun kembali bisnis Anda. Adalah kewajiban pemilik untuk menemukan sumber daya ini guna membantu melewati krisis ini dan menjaga bisnisnya tetap hidup. Pelanggan hanya dapat bertindak sejauh yang mereka bisa untuk mendukung bisnis lokal, meskipun keberadaan mereka memiliki nilai sentimental bagi konsumen.

6. Tetap buka selama beberapa jam dalam sepekan

Berapa banyak restoran yang berubah dari jadwal operasional penuh menjadi hanya buka beberapa jam sehari dan beberapa hari sepekan?

Membuka jam operasional restoran lebih lama membantu untuk melanjutkan branding bisnis Anda. Selanjutnya, ini dapat membantu Anda menambahkan lebih banyak pelanggan; sesuatu yang mungkin Anda perlukan sekarang karena pandemi mungkin secara alami mengurangi banyak pelanggan awal Anda.

7. Pelajari tentang keuangan

Seperti yang dinyatakan dalam buku The Necessity of Finance: “Mengabaikan pelajaran keuangan sama dengan menyambut perjuangan keuangan seumur hidup untuk individu, kelompok, atau organisasi” (Criniti, 2013, hlm. 48).

Anda mungkin memiliki lebih banyak waktu luang daripada biasanya selama krisis ini. Ini adalah waktu yang tepat untuk belajar tentang cara mengelola kekayaan Anda. Walaupun bisnis Anda tidak berhasil, Anda akan mempelajari pengetahuan yang dapat diterapkan pada bisnis apa pun yang Anda masuki selama sisa hidup Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top