Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Corona, 10 Ilmuwan dan Pengusaha Kesehatan Ini jadi Miliarder Baru

Pendatang baru paling terkenal tahun ini adalah para ilmuwan di balik dua vaksin paling sukses untuk virus corona, Uğur Şahin dan Stéphane Bancel, siapa lainnya?
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  12:02 WIB
Kandidat vaksin Pfizer
Kandidat vaksin Pfizer

Bisnis.com, JAKARTA -- Hampir setahun setelah kasus pertama Covid-19 dilaporkan di kota Wuhan di China pada Desember 2019.

Vaksinasi untuk Covid-19 terus dikembangkan di Amerika Serikat dan Inggris, serta perawatan antibodi yang menjanjikan dapat membantu dokter melawan penyakit dengan lebih efektif.

Di balik terobosan tersebut, sejumlah miliarder baru muncul pada 2020 setelah lonjakan pasar saham yang didorong oleh para investor yang mempertaruhkan asetnya pada perusahaan yang terlibat dalam pengembangan vaksin, perawatan, peralatan medis dan lain lain.

Forbes mencatat setidaknya ada 50 miliarder baru tahun ini yang muncul dengan latar belakang sebagai ilmuan atau pengusaha yang bergerak di bidang kesehatan.

Pendatang baru paling terkenal tahun ini adalah para ilmuwan di balik dua vaksin paling sukses untuk virus corona, Ugur Yahin dan Stéphane Bancel.

Vaksin produksi keduanya dikembangkan oleh Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech, serta Moderna yang berbasis di Massachusetts .

CEO BioNTech Yahin, yang mendirikan perusahaan dengan Özlem Türeci, istrinya yang juga kepala petugas medis perusahaan, sekarang memiliki kekayaan senilai US$4,2 miliar.

Adapun, mitranya dari Prancis di Moderna, Stéphane Bancel, memiliki kekayaan US$4,1 miliar. Vaksin tersebut akan membutuhkan miliaran botol kaca untuk didistribusikan dengan aman.

Sergio Stevanato dari Italia, seorang miliarder baru dan pemegang saham mayoritas di perusahaan swasta Grup Stevanato, adalah produsen botol kaca untuk beberapa lusin produk vaksin di seluruh dunia.

Para mogul baru ini berasal dari 11 negara berbeda, tetapi mayoritas tinggal di China, episentrum awal Covid-19.

Di antaranya adalah Hu Kun, chairman perusahaan produsen perangkat medis, Contec Medical Systems, yang go public di bursa saham Shenzhen pada bulan Agustus.

Saham Contec telah meningkat hampir 150 persen sejak IPO didukung oleh penjualan produk luar negeri yang kuat mulai dari oksimeter denyut hingga perangkat paru yang digunakan untuk memeriksa kondisi paru-paru, yang semuanya menjadi lebih diperlukan dengan penyebaran Covid-19 di seluruh dunia.

Berikut adalah 10 miliarder pendatang baru yang perlu Anda ketahui terkait dengan perang melawan pandemi, seperti dilansir melalui Forbes.

1. Ugur Yahin

Kekayaan bersih: US$4,2 miliar

Kewarganegaraan: Jerman

Sumber kekayaan: BioNTech

2. Stéphane Bancel

Kekayaan bersih: US$4,1 miliar

Kewarganegaraan: Prancis

Sumber kekayaan: Moderna

3. Yuan Liping

Kekayaan bersih: US$4,1 miliar

Kewarganegaraan: Kanada

Sumber kekayaan: Farmasi (Shenzhen Kangtai Biological Products)

4. Hu Kun

Kekayaan bersih: US$3,9 miliar

Kewarganegaraan: China

Sumber kekayaan: Peralatan medis (Contec Medical Systems)

5. Carl Hansen

Kekayaan bersih: US$2,9 miliar

Kewarganegaraan: Kanada

Sumber kekayaan: AbCellera

6. Timothy Springer

Kekayaan bersih: US$2 miliar

Kewarganegaraan: Amerika Serikat

Sumber kekayaan: Moderna

7. Sergio Stevanato

Kekayaan bersih: US$1,8 miliar

Kewarganegaraan: Italia

Sumber kekayaan: Kemasan medis (Stevanato Group)

8. Robert Langer

Kekayaan bersih: US$1,5 miliar

Kewarganegaraan: Amerika Serikat

Sumber kekayaan: Moderna

9. Premchand Godha

Kekayaan bersih: US$1,4 miliar

Kewarganegaraan: India

Sumber kekayaan: Farmasi (Ipca Labs)

10. August Troendle

Kekayaan bersih: US$1,3 miliar

Kewarganegaraan: Amerika Serikat

Sumber kekayaan: Pelayanan farmasi (Medpace)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang kaya farmasi Vaksin daftar miliarder Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top