Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi Bisa Tingkatkan Kualitas dan Mempercepat Pekerjaan Karyawan

Selain produktivitas orang yang menggunakan teknologi akan semakin berkualitas dan juga mampu menghemat waktu kerja karyawan setidaknya 23 menit per jam kerja.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  13:15 WIB
Teknologi akan memudahkan pekerjaan menusia - Thenewspaperworks
Teknologi akan memudahkan pekerjaan menusia - Thenewspaperworks

Bisnis.com, JAKARTA - Manusia dan teknologi menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan pada era digital. Teknologi menjadi bagian dalam setiap aktivitas manusia, mulai dari komunikasi hingga penyelesaian pekerjaan.

Hasil studi Brain on Tech menunjukkan bahwa kinerja sebuah produk teknologi memiliki pengaruh dalam performa manusia, sebab pekerja dan karyawan di Indonesia membutuhkan teknologi ketika bekerja jarak jauh terutama pada era 'Bekerja dari Mana Saja' (work from anywhere).

Ini diperkuat dengan pernyataan bahwa kinerja yang baik dan solid pada suatu teknologi dapat memberikan efek yang baik bagi karyawan sehingga mampu mempercepat produktivitas dan efisiensi dalam bekerja maupun terhubung dengan pelanggan serta kolega.

“Karyawan bisa produktif 37 persen lebih baik dalam satu hari kerja ketika menggunakan tidak saja teknologi terbaru tapi juga didukung perangkat lunak dan layanan yang benar,” tulis Dell Technologies selaku penyelenggara studi.

Selain produktivitas yang lebih baik, penggunaan teknologi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan setiap karyawan juga mampu menghemat waktu kerja karyawan setidaknya 23 menit per jam kerja atau 15 jam dari total 40 jam kerja dalam seminggu.

Tidak hanya berlaku pada teknologi yang baik, performa karyawan juga dapat berkurang lebih dari 30 persen apabila teknologi yang digunakan buruk. Beberapa penyebabnya bervariasi mulai dari bandwith yang tidak dapat memenuhi kebutuhan, permasalahan pada memori teknologi, hingga kegagalan pada pembaharuan sistem operasi.

Menurut studi yang dilakukan di awal tahun 2020 tersebut, Gen-Z atau mereka yang berusia di bawah 26 tahun merupakan generasi yang paling banyak terpengaruh dengan adanya pengalaman teknologi yang buruk.

“Kinerja mereka dua kali lebih buruk daripada partisipan yang lebih tua dalam studi ini,” tambahnya.

Di sisi lain, pengalaman teknologi juga memiliki dampak pada perasaan setiap individu karyawan di mana teknologi yang “menantang” mampu memberikan karyawan dinamika kehidupan dan pekerjaan yang lebih menegangkan.

Keberadaan teknologi yang baik berdampak penuh pada perasaan, stres karyawan yang berkurang, adanya keuntungan emosional, dan retensi dalam jangka panjang. Sebagai contoh dalam eksperimen itu, seseorang memiliki rasa senang yang lebih besar ketika menerima perangkat dibanding ketika menerima hadiah uang.

Studi yang dilakukan perusahaan Dell Technologies bersama peneliti dari perusahaan bioinformatika EMOTIV ini diharapkan mampu membuat perusahaan bisa menyelesaikan tantangan dalam produktivitas dan kebahagiaan karyawan dengan pemberian keseluruhan teknologi yang tepat dan memberikan kesempatan untuk penyesuaian teknologi sesuai kebutuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi karyawan sumber daya manusia generasi milenial
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top