Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Persiapan untuk Karyawan yang Ingin Jadi Wirausahawan

Perencana keuangan dan financial educator Lifepal, Aulia Akbar membagikan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pengusaha jika Anda adalah seorang karyawan
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  16:23 WIB
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari setahun ini mengubah kebiasan hidup masyarakat, salah satunya banyak melakukan aktivitas di rumah

Di tengah kondisi ini pula bisa jadi salah satu pendorong motivasi untuk memulai usaha.

Tak hanya itu, para karyawan yang sudah lama mengabdi manjadi pegawai juga akan alami kejenuhan.

Menjadi pengusaha akan menjadi tujuan yang diharapkan dapat menjanjikan.

Perencana keuangan dan financial educator Lifepal, Aulia Akbar  membagikan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pengusaha.

Berikut adalah 5 tips bagi karyawan yang ingin menjadi pengusaha :

1. Tetapkan pengeluaran bulanan

Lakukan perhitungan atas pengeluaran bulanan m dengan seksama. Pemasukan sebagai pengusaha bisa saja melebihi pemasukan bulanan saat menjadi karyawan. Namun ketahui pulalah bahwa pemasukan itu bersifat tidak tetap.

Akan ada masa di mana pemasukan menjadi lebih kecil begitu pun sebaliknya. Bahkan ada pula masa-masa di mana tidak mendapatkan pemasukan sama sekali lantaran risiko usaha.

Oleh karena itu, usahakan agar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari bersifat tetap.
Dengan begitu, bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan asuransi yang dibutuhkan.

2.Siapkan dana darurat

Sebelum memulai usaha, hal yang wajib miliki adalah dana darurat yang memadai. Ketahui bahwa penghasilan sebagai pengusaha tidaklah tetap.

Risiko berkurang atau hilangnya penghasilan karena usaha berpotensi terjadi kapan saja.

Tidak ada salahnya menyimpan dana darurat setara lebih dari 6 kali pengeluaran bulanan atau 12 kali pengeluaran bulanan.

Dana darurat berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda tidak bisa mencetak penghasilan bersih dari usaha.

Sekadar diketahui, keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi.

Saat Anda memutuskan berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk bisnis dan keuangan pribadi. Sebaiknya harus disiplin dalam pembukuan sejak awal.

3. Miliki proteksi

Bila saat ini Anda mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor untuk diri sendiri, maupun untuk anggota keluarga, maka fasilitas itu tidak akan di dapatkan lagi secara gratis jika Anda banting setir jadi pengusaha.

Selain memiliki dana darurat, miliki pula asuransi untuk menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan karena sejumlah risiko atau musibah yang muncul menimpa diri.

Bila sama sekali belum memiliki asuransi dan memiliki bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, pertimbangkanlah untuk membeli asuransi rawat inap terlebih dahulu.

Sementara itu, bila harus menjalani proses rawat jalan, manfaatkan BPJS Kesehatan.

Selain itu, jika Anda adalah pencari nafkah, wajib melindungi keluarga dengan memiliki asuransi jiwa.

Ketahui pula bahwa semakin tua usia ketika membeli asuransi, makin mahal pula premi yang harus di bayarkan.

4.Kenali bisnis yang dijalani dan kesehatan keuangan usaha Anda

Sangat bahaya bila Anda sendiri tidak memahami bisnis yang Anda jalani dengan baik.

Sebuah rencana bisnis akan bisa menjawab pertanyaan penting tentang, apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Seperti apa proyeksi bisnis Anda? Dan bagaimana Anda menjaga kesehatan keuangan di usaha Anda.

Lakukan pencatatan keuangan usaha Anda agar Anda bisa mengenali kesehatan keuangan Anda dengan baik. Dan yang tidak kalah penting adalah, pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis Anda.

5. Mulai dari yang kecil

Banting setir dari karyawan menjadi pengusaha tentu bukanlah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa menerima penghasilan rutin bulanan dari pemberi kerja.

Tidaklah salah untuk memulainya secara perlahan, sebut saja dengan menjalankan bisnis sampingan skala kecil. Tentu saja, dengan bisnis sampingan Anda tidak akan kehilangan sumber penghasilan tetap Anda dari pekerjaan utama.

Lambat laun, ketika bisnis sampingan itu berkembang dan bisa menghasilkan uang lebih dari sekali gaji bulanan yang diperoleh, Anda pun bisa totalitas fokus menjalani usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha karyawan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top