Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jualan Bubble Tea, Pasangan Ini Bakal Jadi Miliarder

Peng Xin dan Zhao Lin merupakan salah satu pendiri dan pasangan yang mendirikan rantai minuman, akan memiliki kekayaan masing-masing setidaknya $1,1 miliar, berdasarkan saham mereka di Nayuki.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 29 Juni 2021  |  18:32 WIB
Bubble Tea
Bubble Tea

Bisnis.com, JAKARTA - Kedua pasangan di balik perusahaan bubble tea Nayuki ini berpotensi untuk menjadi miliarder dikarenakan inovasinya.

Peng Xin dan Zhao Lin merupakan salah satu pendiri dan pasangan yang mendirikan rantai minuman, akan memiliki kekayaan masing-masing setidaknya US$1,1 miliar, berdasarkan saham mereka di Nayuki.

Perusahaan Nayuki kini berusaha untuk mengumpulkan hingga US$656 juta dengan menjual 257,3 juta saham. Porsi ritel dari penawaran tersebut merupakan 190 kali kelebihan permintaan. Penawaran ini menarik lima investor utama yakni UBS Asset Management, China Southern Asset Management dan GF Fund Management.

Nayuki, atau yang dikenal sebagai Naixue’s Tea dalam bahasa Cina, akan menggunakan hasil penjualannya untuk meningkatkan rantai pasokannya dan membuka lebih dari 600 toko di China.

Startup ini mendapatkan lonjakan permintaan dari konsumen muda, yang mencari minuman teh yang inovatif. Produknya sering meracik dengan berbagai bahan yang segar seperti buah, topping keju yang dipadukan dengan teh tradisional, serta menawarkan makanan yang baru dipanggang seperti berbagai roti, kue, atau hidangan penutup lainya.

Walaupun toko dari Nayuki harus menutup sekitar 500 tokonya di tahun lalu karena pandemi, kedua pasangan tersebut berhasil menghasilkan penjualan sebanyak US$445 juta, yakni melonjak 25% dari tahun sebelumnya. Rugi bersih Nayuki juga melebar secara signifikan yakni dari US$6,2 juta pada tahun 2019, menjadi US$31,5 juta. Perusahaan menganggap hal ini sebagai hal yang wajar dikarenakan adanya pinjaman dalam negeri dan wesel konversi.

Nayuki kini telah menempatkan minuman baru di setiap minggu sejak tahun 2018. Hal ini merupakan langkah inovasi yang membantu perusahaan lebih mengundang banyak konsumen di pasar teh Cina yang sangat kompetitif.

Lokasi dari tokonya sendiri sering ditemukan di lokasi premium, yakni di kota-kota apan atas di China. Konsumen dapat duduk, bersantai, dan mengonsumsi minuman dari Nayuki dengan harga jual rata-rata seharga US$4.

Kini Nayuki memiliki 18,9 persen dari pasar kedai teh modern premium Cina, dan pada tahun 2025 diperkirakan akan meningkat empat kali lipat. Nayuki memang bukan menjadi pemimpin di dalam bidang industrinya, namun bertahan di dalam industri yang sangat kompetitif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bubble tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top