Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Memperbaiki Tata Bahasa Pendiri Grammarly Sukses Jadi Miliarder

Pada awalnya, Grammarly bukanlah satu-satunya perusahaan yang dibuat oleh Lytvyn dan Shevchenko. Mereka bertemu pada saat kuliah dan mengatakan bahwa ide untuk Grammarly berasal dari usaha sebelumnya yakni MyDropBox.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 25 November 2021  |  19:00 WIB
Alex Schevchenko
Alex Schevchenko

Bisnis.com, JAKARTA - Berdasarkan hasil dari putaran investasi yakni sebesar US$200 juta, Grammarly yang dibuat untuk memperbaiki tata bahasa bukan hanya melambungkan nilai perusahaan menjadi US$13 miliar, namun juga membuat pendirinya menjadi miliarder.

Para pendiri Max Lytvyn dan Alex Schevchenko, merupakan pengusaha asal dari Ukraina yang memulai asisten penulisan otomatis di tahun 2009 dengan bantuan programmer yakni Dmytro Lider, yang kini bernilai US$4 miliar masing-masing, dari pendanaan Forbes baru-baru ini.

Pada awalnya, Grammarly bukanlah satu-satunya perusahaan yang dibuat oleh Lytvyn dan Shevchenko. Mereka bertemu pada saat kuliah dan mengatakan bahwa ide untuk Grammarly berasal dari usaha sebelumnya yakni MyDropBox.

Kini sebesar 22 persen Grammarly dimiliki oleh investor yang terlibat dalam dua putaran pendanaan pada 2019 dan 2021, dari data Pitchbook.

Lytvyn dan Shevchenko masing-masing juga telah memiliki sebesar 35 persen dari ekuitas Grammarly, yakni bernilai sekitar US$4 miliar setelah memperhitungkan diskon Forbes untuk perusahaan swasta.

Namun dalam membahas mengenai pendapatan, Grammarly sendiri membantah perkiraan Forbes, namun tidak memberikan bukti yang dapat mendukung penilaian yang berbeda dari para pendiri.

"Grammarly adalah perusahaan swasta dan tidak mengungkapkan distribusi atau angka kepemilikan perusahaan," kata kepala komunikasi perusahaan Senka Hadzimuratovic dalam email, yang dilansir dari Forbes (23/11/21).

Grammarly adalah perusahaan yang berbasis di San Fransisco, yang telah diluncurkan lebih dari satu dekade yang lalu dengan nama Sentenceworks. Sentenceworks telah ditinggalkan sebagai produk berbasis langganan yang membantu siswa dengan tara bahasa dan ejaan.

Kini, perusahaan telah meliris produk spin-off seperti Grammarly for Business, edisi pemeriksa tata bahasa untuk penggunaan korporat yang menawarkan klien besar seperti Zoom, Cisco, Dell, dan Expedia.

Titik perubahan Grammarly sendiri yakni berada pada produk utamanya, yang telah tersedia secara luas di bawah model freemium sejak 2015, dengan opsi untuk membeli versi yang lebih dioptimalkan, dengan harga mulai dari US$12 hingga US$30 dolar per bulannya.

“pertumbuhan dari mulut ke mulut benar-benar berkembang pesat.” Ucapnya.

Kini perusahaan telah menjangkau 30 juta orang setiap hari melalui operasinya di 500.000 aplikasi dan situs web, termasuk aplikasi email, berbagai browser web, media sosial dan Microsoft Word.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahasa tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top