Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Debora Gondokusumo, Bangun Bisnis Herbal Kekinian Terinspirasi Saat Menjadi Seorang Ibu

Herbilogy, merupakan produk yang terinspirasi ketika Debora Gondokusumo hamil anak pertama. Sebelumnya, inspirasi ini juga muncul ketika Debora berkuliah di luar negeri, bekerja di multinational company, sehingga terbiasa dengan superfood.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  19:33 WIB
Debora Gondokusumo - twitter
Debora Gondokusumo - twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Debora Gondokusumo, merupakan seorang Ibu berusia 37 tahun dengan dua anak yang membangun bisnis herbal yakni Herbilogy.

Herbilogy, merupakan produk yang terinspirasi ketika dirinya hamil anak pertama. Sebelumnya, inspirasi ini juga muncul ketika Debora berkuliah di luar negeri, bekerja di multinational company, sehingga terbiasa dengan superfood.

“Superfood merupakan makanan yang memiliki nilai gizi lebih, yang tidak didapat dari makanan kita sehari-hari. Di Indonesia itu banyak seperti jahe, kunyit.. di luar negeri nge-hits banget (jamu-jamuan)” Jelas Debora pada Bisnis.

Ketika hamil, Debora mengaku semakin memperhatikan makanan yang ia konsumsi. Alhasil, Debora melakukan berbagai riset yang kemudian menjadi awal dari berdirinya Herbilogy. Contohnya seperti produk Katuk yang dapat menjadi ASI booster.

Herbilogy kemudian terus berkembang sesuai dengan inspirasi dan melihat perjalanan dari seorang ibu. Hal ini juga dialami sendiri oleh Debora

“Ketika sudah melahirkan, anak mulai berkembang dan menemui permasalahan susah makan. Saya kemudian riset kembali dan menemukan temulawak. Selain itu setelah hamil, Ibu terkadang ingin menurunkan berat badannya lagi, akhirnya membuat slimming tea” Ujarnya.

“Herbilogy membuat produk melalui melihat perjalanan wanita, seperti apa saja yang dibutuhkan. Seorang ibu kalau sakit kan repot banget, jadinya Herbilogy membuat produk agar tidak sakit, produktif dan tetap beraktivitas” Jelas Debora dalam menjelaskan mengenai inspirasi berkembangnya produk Herbilogy yang juga berdasarkan dari hasil riset.

Dengan seiring menemukan inspirasi produk, Debora sendiri mengaku bahwa proses dalam produksi juga terdapat riset. Untuk itu, maka produk dari Herbilogy sendiri melakukan sistem ekstrak, dimana manfaat dari kandungan bahan juga lebih maksimal dan tidak memiliki ampas.

Perjalanan Herbilogy

Debora mengaku bahwa Herbilogy dibangun dengan modal yang tidak banyak. Dari admin, packing, dan lain-lainnya hampir dilakukan secara sendirian. Dirinya kemudian menjual lewat Instagram, E-commerce yang pada saat itu tidak ramai seperti sekarang, dan mengikuti Bazaar.

Setelah berjalan selama 6 tahun, kini Herbilogy telah memiliki sebanyak 25 pegawai. Debora yakin dengan Herbilogy dikarenakan melihat kebutuhan awal masyarakat Indonesia, dimana produk herbal sendiri dianggap kurang populer.

“Kalau saya yang penting ada kebutuhan awal. Saya yakin Indonesia basicnya sudah mengenal jamu. At least orang tahu bahwa jamu itu sehat. Masalahnya adalah tidak populer. Ini adalah tugas kita bagaimana cara dalam membranding dan berkomunikasi yang baik”.

Debora mengaku bahwa proportion, konsep dan komunikasi menjadi hal yang penting, dan mengetahui hal apa saja yang relevan bagi para konsumen. Edukasi kepada konsumen juga perlu diperhatikan untuk mengenal produk yang dijual. Contohnya adalah konsep pouch yang pada awalnya masih belum terlalu diketahui oleh masyarakat Indonesia, dan kini sudah diterima dengan baik.

Dalam membicarakan mengenai produk rekomendasi, Debora mengaku bahwa secara personal dirinya menyukai produk Empon. Empon sendiri terdiri dari jahe, kunyit dan temulawak. Debora menyukainya dikarenakan rasa yang soft, sebagai branding dari Herbilogy sendiri.

“Empon enak jika dicampur ke air hangat, ditambah madu, sereh yang digeprek. Malah slurping apalagi jika hujan atau sakit. Herbilogy itu tidak strong dan soft. Jadi kalau diminum enak”.

Sedangkan dari pembelian terbanyak, konsumen paling sering membeli produk slimming, empon, breastfeeding capsule dan pomegranate.

Kisah suka dan duka, serta tips membangun bisnis

Dalam membahas suka dan duka, Deborah mengaku bahwa kedua hal tersebut baru ia alami akhir-akhir ini. Hal suka yang ia alami adalah pada masa pandemi covid di tahun 2020, banyak konsumen yang membeli produknya.

Namun dengan penjualan yang meningkat, harga jahe juga naik lima kali lipat. Namun Debora sendiri tidak menaikkan harga produknya. Dirinya sempat mengalami fase dimana tidak untung, namun tetap berpikir bahwa produknya dapat membantu dalam distribusi.

Seiring berjalannya waktu, kini Debora mengatakan bahwa secara perlahan harga jahe mulai menurun. Namun harga jahe memang tidak kembali lagi seperti awal.

“Banyak yang bilang bahwa bisnis ini cukup enak dikarenakan naiknya permintaan. Namun di lain sisi, terdapat juga tantangan dibaliknya” Ucapnya.

Ketika berbicara mengenai tips membangun bisnis berdasarkan pengalamannya yang juga seorang ibu, mengatakan bahwa disiplin merupakan hal yang penting.

“Ketika ibu yang harus bisa semuanya, disiplin menjadi hal yang keharusan dan benar-benar berkomitmen. Hal ini memang mudah diucapkan, namun at least memang harus berusaha” ucapnya.

Dari pengalamannya, Debora memberikan tips bahwa pulan dari kantor, waktu tersebut dapat diberikan untuk anak saja. Namun jika di kantor, memang harus berkomitmen untuk pekerjaan. Membagi waktu menjadi hal yang penting dan jangan terbawa dengan emosi.

Selain itu, investasi untuk diri sendiri juga menjadi hal yang penting. Di masa digital dan banyaknya workshop dapat menjadi kesempatan Anda untuk mempelajari hal yang belum Anda ketahui.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

herbal tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top