Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penting! Ini Cara Jitu Tahapan Start-up Menjadi Unicorn

Ada beberapa faktor yang paling penting agar bisa mengubah start-up menjadi unicorn, yakni pendapatan, penilaian, tahap pertumbuhan, dan pasar.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 03 Februari 2022  |  17:58 WIB
Penting! Ini Cara Jitu Tahapan Start-up Menjadi Unicorn
Perempuan yang mengelola bisnis rumahan - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Mencapai status unicorn adalah impian utama bagi setiap pengusaha start-up. Lalu, bagaimana start-up bisa mencapai pertumbuhan yang eksplosif dan menjadi bernilai miliaran dolar?

Setiap start-up bisa menjadi unicorn dengan membangun produk atau layanan yang memecahkan masalah besar bagi banyak orang dan menjadi berharga serta unik di mata konsumen.

Misalnya, Tesla Motors yang membuat mobil listrik dengan teknologi canggih dan sekarang semua orang menginginkannya. Selain itu, Airbnb yang menciptakan wadah untuk berbagi tempat Anda dengan orang lain yang sangat berguna bagi wisatawan di seluruh dunia.

Melansir dari Business Data List pada Kamis (3/2/2022), terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan agar sebuah start-up bisa menjadi unicorn.

1. Para pendiri harus memiliki penilaian yang sangat baik dan memperkirakan semua hasil yang memungkinkan.

2. Para pendiri harus memiliki pasokan energi, etos kerja, dan semangat yang tiada habisnya untuk menciptakan ide bisnis atau produk/layanannya.

3. Para pendiri harus mampu membentuk tim yang luar biasa dengan beragam keahlian untuk saling melengkapi dengan baik.

4. Para pendiri membutuhkan dana dari modal ventura (venture capital/VC) yang cukup percaya pada visinya sehingga mereka ingin berinvestasi.

Meskipun sulit bagi start-up untuk menjadi unicorn, tetapi itu bisa dilakukan. Langkah pertama adalah mengidentifikasi metrik kunci (key metrics) yang akan menentukan perusahaan Anda telah mencapai kesuksesan atau belum di industrinya. Kemudian, fokus pada hal-hal itu saat mengumpulkan uang atau mencari investor.

Beberapa faktor yang paling penting adalah model pendapatan, penilaian (berapa banyak investor bersedia membayar?), tahap pertumbuhan (apakah masih bootstrap atau menguntungkan?), kesesuaian pasar produk (apakah pelanggan suka menggunakan produk Anda?), dan kekuatan tim. 

Setelah pertanyaan-pertanyaan ini dijawab secara afirmatif oleh semua pihak yang terlibat, maka pertimbangan lainnya tentang menjadi bisnis yang ‘sukses’ sampai ada beberapa bukti objektif yang mendukung klaim tersebut.

Anda akan tahu bahwa Anda telah mencapai tingkat kesuksesan ini ketika Anda mengumpulkan lebih dari 100 juta dolar dari investor, yang merupakan pencapaian cukup baik untuk setiap start-up.

Ada banyak jalan berbeda yang dapat diambil oleh sebuah start-up untuk mengumpulkan lebih dari 100 juta dolar dan mencapai penilaian 1 miliar dolar yang didambakan. Namun secara umum, ada tiga tahapan utama yang akan dilalui oleh sebuah start-up untuk menjadi unicorn.

1. Ideasi dan validasi – Di sini para pendiri memunculkan ide awalnya dan menguji untuk melihat apakah itu sesuatu yang diinginkan atau dibutuhkan orang. Para pendiri melakukan ini dengan membuat Minimum Viable Product (MVP) dan mendapatkan umpan balik dari calon konsumen.

2. Pertumbuhan dan daya tarik – Setelah start-up memvalidasi idenya, mereka mulai berkembang biak dan seringkali melalui pemasaran dari mulut ke mulut. Mereka fokus untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan dan memperluas jangkauan mereka.

3. Fase terakhir – Perusahaan memasuki pasar arus utama dan mulai menghasilkan keuntungan pada tingkat tinggi karena mereka telah memantapkan diri dengan cukup baik untuk bersaing bersama lebih banyak perusahaan raksasa di industrinya masing-masing.

Sebagai start-up, penting untuk mengetahui apa yang Anda inginkan dari pernyataan misinya. Hal ini menentukan jalan Anda untuk sukses dan akan membantu memandu semua keputusan di masa depan.

Tim Anda harus selalu tahu persis ke mana mereka akan pergi dengan strategi pemasarannya sehingga setiap keputusan yang dibuat selaras dengan tujuan strategis.

Pernyataan misi yang dipikirkan dengan matang dapat melindungi dari kegagalan. Selain itu, memungkinkan setiap anggota tim untuk memahami bagaimana perannya sesuai dengan tujuan yang lebih penting dan mengidentifikasi potensi jebakan di sepanjang jalan. 

Luangkan waktu sebelum meluncurkan produk atau layanan, karena Anda akan menyiapkan diri untuk kesuksesan jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm start up Unicorn
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top