Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal si Raja Berlian Lev Leviev, 'Ayah' Simon Leviev yang Viral di Film Twinder Swindler

Dokumenter Netflix The Twinder Swinder ramai diperbincangkan di internet. Dokumenter tersebut menceritakan sosok penipu yang mengaku bernama Simon Leviev yang menipu para wanita yang ditemuinya di Tinder.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 18 Februari 2022  |  14:58 WIB
si Raja Berlian Lev Leviev
si Raja Berlian Lev Leviev

Bisnis.com, JAKARTA - Film The Twinder Swindler menceritakan kisah penipu yang mengaku putra dari Lev Leviev. Lantas apa profil Lev Leviev?

Dokumenter Netflix The Twinder Swinder ramai diperbincangkan di internet. Dokumenter tersebut menceritakan sosok penipu yang mengaku bernama Simon Leviev yang menipu para wanita yang ditemuinya di Tinder.

Saat bertemu para wanita, Simon mengaku sebagai anak dari “Raja Berlian” yaitu Lev Leviev. Lev Leviev merupakan miliarder berlian yang berasal dari Israel.

Lev Leviev diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan orang-orang seperti Vladimir Putin dan presiden Angola José Eduardo dos Santos.

Sosok tersebut yang membantunya dalam memperoleh permata, mengambil tambang, dan bersaing dengan perusahaan berlian di pasar.

Dilansir dari Forbes, sebagian kekayaan dari lev leviev berasal dari eksploitasi koneksi politik, sehingga menciptakan adanya permusuhan dan kecurigaan.

Contohnya adalah ketika Leviev sedang mempersiapkan tawaran untuk 40 persen tambang berlian Argyle Australia, bank-bank yang mendukungnya menarik diri pada saat-saat terakhir.

Sumber mengatakan bahwa hal tersebut adalah kurangnya transparansi dalam bisnis Leviev.

Leviev sendiri dibesarkan di ibukota Uzbekistan, Tashkent. Ayahnya adalah seorang pedagang tekstil yang sukses dan kolektor karpet Persia yang langka.

Setelah tujuh tahun, pada 1971 keluarga tersebut bermigrasi ke Israel, setelah mengubah kekayaan mereka menjadi US$1 juta dalam bentuk berlian kasar yang mereka selundupkan ke luar negeri.

Pada saat itu, ketika mereka mencoba membongkarnya di israel, mereka diberitahu bahwa berlian itu berkualitas rendah, hanya berharga US$200 ribu.

Pada saat itu, Leviev yang berumur 15 tahun bersumpah untuk memperbaiki yang salah. Dengan ayahnya yang berberat hati, Leviev kemudian meninggalkan yeshiva dan kehidupan pendidikan agama untuk mengambil pemotongan berlian.

Walaupun banyak isu mengenai bisnisnya seperti kurangnya transparansi, koneksi, dan lain-lainnya, Leviev juga melakukan Filantropi.

Pada tahun ini, dirinya mendirikan sebuah sekolah di Dresden untuk mengajar emigran Yahudi nonreligius tentang iman. Di tahun lalu, dirinya juga membuka sekolah baru di Queens, NY yang melayani 350 siswa Yahudi yang keluarganya dulu tinggal di Uzbekistan dan Tajikistan.

Filantropi tersebut dilakukan oleh Leviev dikarenakan kesetiaannya pada warisan ayahnya.

Dilansir dari Forbes, pada tahun 2020 dirinya memiliki kekayaan senilai US$1 miliar atau sekitar Rp14,3 triliun. Dirinya juga masuk dalam daftar Billionaires 2018 di urutan ke 2124.

Leviev juga merilis pernyataan bahwa akan mengajukan keluhan kepada polisi israel, yakni kepada Simon Hayut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

berlian tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top