Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lika Liku Perjalanan Karier Belva Devara, CEO Ruangguru yang Pernah Jadi Staf Ahli Presiden

Perjalana karier Adamas Belva Syah Devara alias Belva Devara CEO Ruangguru yang baru saja mem-PHK massal karyawannya.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 22 November 2022  |  10:46 WIB
Lika Liku Perjalanan Karier Belva Devara, CEO Ruangguru yang Pernah Jadi Staf Ahli Presiden
Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara. -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Adamas Belva Syah Devara alias Belva Devara kini tengah menjadi sorotan.

Pasalnya, pendiri dari startup Ruangguru tersebut harus ikut terseret atas terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada ratusan karyawannya.

Melalui Instagram resmi @belvadevara, dia mengakui bahwa PHK yang dilakukan terjadi atas kegagalan prediksi dari perusahaan dalam mengantisipasi situasi ekonomi.

Sebelumnya, Belva Devara juga sempat menjadi satu dari tujuh Stafsus Presiden Jokowi. Jajaran milenial berprestasi itu ditunjuk Jokowi sebagai orang yang diminta nasihatnya terkait sejumlah hal.

Lantas, siapa sosok Belva Devara ini? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Semasa remaja, Belva Devara sekolah di SMP Islam Al Azhar, kemudian melanjutkan ke SMA Presiden dan sempat menjabat sebagai Ketua Osis.

Setelah lulus SMA, berkat keaktifannya, Belva pun mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Singapura untuk mengenyam pendidikan di Nanyang Technological University, Singapura.

Dia pun melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut. Bahkan, dirinya terus mengukir prestasi dengan berhasil masuk Double Dean's List dalam program studi Ilmu Komputer dan Bisnis dan terpilih mengikuti kegiatan pertukaran pelajar ke University of Manchester, Inggris pada 2009.

Belva pun kembali menyelesaikan sarjana di NTU dengan hasil yang memuaskan, di mana dia memenangkan medali emas tiga kali lipat untuk kedua kelompoknya secara akademis selama empat tahun di universitas.

Lalu, Belva melanjutkan pendidikan magister di dua universitas, yakni Bisnis Manajemen di Stanford University, dan Kebijakan Publik Harvard University.

Sampai saat ini, dia masih tercatat sebagai anggota dari Yale World Fellow 2022 milik Benjamin Franklin Collage.

Perjalanan Karier

Melansir dari LinkedIn pada Selasa, (22/11/2022), sebelum mendirikan Ruangguru, tahun 2010 dia mengawali karier di salah atu perusahaan Accenture dan Goldman sebagai Summer Analyst. 

Tak berselang lama, Belva pun bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company. Kesuksesan di bidang akademik, membuat dirinya di dunia kerja turut konsisten meraih beberapa penghargaan atas kinerjanya, salah satunya mampu memenangkan Client First Award 2012 yang diberikan kepada "seseorang yang telah membuat perbedaan material bagi klien, dari waktu ke waktu" – dan menjadi salah satu sosok termuda dari tiga penerima dari semua konsultan non-Mitra di Asia Tenggara.

Di McKinsey, dia berfokus pada transformasi sistem pendidikan dan proyek strategi kesehatan masyarakat, bekerja dengan pemerintah Asia Tenggara, LSM internasional, dan komunitas donor global. Sebelum McKinsey, dia sempat bekerja untuk Kantor Presiden (Unit Pengiriman Presiden/UKP4) di Indonesia dan Goldman Sachs di Singapura.

Berbekal pengalaman kerja dan studi di luar negeri, akhirnya membuat Belva pulang ke Indonesia dan mendirikan Ruangguru, startup teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara, di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Startup Ruangguru ini sempat berkembang dengan pesat dan memenangkan banyak penghargaan termasuk Bubu Awards 2015, Social Enterprise of the Year 2016, dan MIT SOLVER 2017, Fast Company 2021 Top 25 Most Innovative Companies global.

Atas kerja keras dan prestasi yang selama ini dirinya raih, membuat Belva pada tahun 2019, dipilih menjadi staf khusus Presiden Indonesia guna memberi nasihat tentang topik inovasi di semua sektor/kementerian/badan pemerintah. 

Tahun 2021, dirinya juga ditunjuk oleh Presiden untuk menjadi Majelis Wali Amanat Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), universitas negeri kelas dunia baru di Indonesia.

Berkat inovasinya dalam teknologi bisnis, menjadikan dirinya pernah dinobatkan sebagai Forbes 30 under 30 in 2017, Prestige Magazine 40 under 40 in 2018, ASEAN 40 under 40 in 2018, Ernst & Young Emerging Entrepreneur of the Year 2019, Warta Ekonomi Most Admired CEO of the Year 2019, MetroTV Startup CEO of the Tahun 2019, dan Penghargaan Alumni Harvard 2020.

Harta kekayaan

Dikutip dari Bisnis, Harta kekayaan eks Staf Khusus Millenial Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara, diperkirakan mencapai angka Rp1.308.449.186.319.

Perkiraan itu berdasar pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Belva yang disampaikan pada tanggal 20 Februari 2020 atau pada saat awal menjabat sebagai staf khusus presiden.

Dari laporan itu, harta kekayaan Belva terbagi ke dalam alat transportasi dan mesin sebanyak Rp250.000.000, surat beharga senilai Rp1.305.115.544.921, terakhir kas dan setara kas sebanyak Rp2.968.641.398 dan harta lainnya sebesar Rp115.000.000.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat Belva memiliki mobil Honda HRV tahun 2014 dengan hasil sendiri senilai Rp250.000.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Belva Devara ruangguru phk ceo tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top