Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ternyata Bukan Brand Lokal, Ini Sosok Pendiri Merek Sepatu Bata yang Tutup Pabrik di Purwakarta

Berikut adalah sosok di balik sepatu Bata, perusahaan asal Ceko yang menutup pabriknya di Purwakarta setelah 30 tahun.
Logo sepatu Bata di tengah ratusan pasangan sepatu dan sendal Bata di salah satu pusat perbelanjaan/dok. website Bata
Logo sepatu Bata di tengah ratusan pasangan sepatu dan sendal Bata di salah satu pusat perbelanjaan/dok. website Bata

Bisnis.com, JAKARTA - Merek sepatu yang begitu terkenal di Indonesia, Bata, menutup operasional pabriknya di Purwakarta setelah 30 tahun berdiri.

Pada 30 April 2024, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) resmi menutup operasional pabrik sepatunya yang berlokasi di Purwakarta. Tutupnya pabrik sepatu BATA dikarenakan kerugian selama 4 tahun terakhir. 

Sering disangka merek lokal lantaran sudah begitu lama eksis di Indonesia, ternyata Bata bukanlah merek lokal. Bata merupakan merek sepatu asal Ceko, yang masuk ke Indonesia sejak 1931, 14 tahun sebelum tahun proklamasi Indonesia. 

Mengutip laman resminya, pada masa tersebut, Bata melakukan kerjasama dengan NV, Netherlandsch-Indisch, sebagai importir sepatu yang beroperasi di Tanjung Priok. 

Enam tahun kemudian, pendiri Bata, Tomas Bata mendirikan pabrik Sepatu ditengah perkebunan karet di area Kalibata, beralamat di Jl. Kalibata Raya Jakarta Selatan. Selanjutnya produksi sepatu terjadi mulai 1940.

PT Sepatu Bata, Tbk selanjutnya terdaftar di Jakarta Stock Exchange pada 24 Maret 1982. Kemudian Bata melebarkan sayap dengan merampungkan pabrik sepatu di Purwakarta pada 1994.

Sampai saat ini, di Indonesia Bata telah mengoperasikan rantai ritel 435 toko di seluruh negeri, yang terdiri dari Family and City Stores. Masing-masing toko ritel Bata berbeda dari yang lain dalam hal variasi produk. Bata Indonesia juga mengoperasikan Wholesale Departemen yang melayani Ritel Dealer independen.

Sosok Tomas Bata

Pendiri sepatu Bata adalah Tomas Bata, pria kelahiran Cekoslovakia yang lahir pada 1876. 

Dia hidup sebagai seorang anak miskin. Namun, alih-alih ingin menjadi orang kaya dengan menghasilkan jutaan dolar, dia lebih terobsesi untuk membantu negara dan rakyatnya.  

Mengikuti jejak sang ayah yang bekerja sebagai pembuat sepatu, dia juga mulai mengeksplorasi cara membuat sepatu dan cara menjualnya sejak usianya baru 12 tahun.

Dua tahun kemudian dia memutuskan pergi dari rumah dan mulai bekerja di sebuah pabrik sepatu. Takjub melihat cara kerja pabrik sepatu, Thomas memiliki visi untuk bisa membuat pabrik-pabrik kolosal, dengan mesin-mesin paling modern, dan dengan sistem kebersihan pabrik paling modern.

Dia kemudian mulai mewujudkan mimpinya dengan mulai membangun pabrik sepatu sendiri pada 1894. Dia memulai bisnis sepatu bersama saudara laki-lakinya Antonin, dan saudara perempuan Anna mendirikan perusahaan sepatu di kota Zlín. 

Saudara-saudara Bata awalnya membuat hanya satu jenis sepatu kulit. Mereka mempunyai sekitar 10 pekerja yang harus bekerja dengan jam kerja dan mendapatkan gaji mingguan.

Di pabriknya tersebut, dia juga mewujudkan mimpinya membantu orang banyak, membebaskan para pekerjanya dari perbudakan dan kemelaratan. Tomas Bata juga tetap setia pada mimpinya untuk membuat sepatu yang bagus dan murah, bahkan untuk masyarakat yang paling miskin.

Kemudian, pada 1895 Antonin pergi untuk bergabung dengan tentara, dan Anna segera pergi untuk menikah. Tomas akhirnya mengambil alih perusahaan dan mulai membangun mimpinya. 

Pada 1905 produksinya telah mencapai 2.200 pasang sepatu per hari, diproduksi oleh 250 karyawan. Kemudian pada 1917 penjualan telah mencapai 2 juta pasang per tahun yang diproduksi oleh 5.000 karyawan dengan perusahaannya juga sudah tersebar di seluruh dunia.

Namun, pada 1932, Tomas Bata terlibat kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya. Dia dan pilotnya mengalami kecelakaan pesawat saat hendak berkunjung ke Amerika Serikat.

Perusahaan tersebut kemudian diturunkan kepada anaknya, Tomas Bata Jr. dan usai kematian Bata, perusahaannya terus mengintensifkan diversifikasi ke dalam produksi ban, pesawat terbang, sepeda, mesin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler