Bisnis.com, JAKARTA - Membangun brand lokal di industri sepatu olahraga bukan perkara mudah. Namun Anastasia Irene memilih jalur tersebut sejak delapan tahun lalu. Berangkat dari ketertarikan pada dunia brand dan keyakinan bahwa sepatu lari akan menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat, ia mendirikan 910Nineten, brand sepatu lokal yang kini tumbuh pesat dan bersiap menuju fase berikutnya.
Perjalanan bisnis 910Nineten tidak instan. Irene mengakui lima tahun pertama menjadi masa paling berat. Di tengah dominasi brand global, membangun kepercayaan terhadap produk lokal menuntut konsistensi dan fokus jangka panjang. Namun strategi tersebut perlahan membuahkan hasil.
Saat ini, 910Nineten menjual sekitar 90.000 pasang sepatu per bulan, menembus pasar internasional, dan menargetkan IPO pada 2029 dengan valuasi Rp1 triliun pada 2030.
Ketertarikan Irene terhadap dunia brand tumbuh sejak awal kariernya. Ia terlibat dalam bisnis keluarga di Bali yang bergerak di bidang clothing brand bertema surf dan skate. Pengalaman itu membentuk pemahamannya tentang pentingnya identitas merek dan konsistensi.
Kariernya berlanjut di Jakarta dengan bergabung di brand besar seperti Converse dan League. Dunia sepatu justru menjadi titik balik. Menurut Irene, sepatu memiliki karakter dan kompleksitas tersendiri mulai dari desain, teknologi, hingga fungsi. Dari sanalah muncul keputusan untuk membangun brand sendiri yang fokus pada sepatu olahraga, khususnya running shoes.
Pilihan tersebut sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Lari menjadi olahraga paling inklusif bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dan tanpa alat khusus.
Baca Juga
Menurut Irene, lari adalah olahraga paling sederhana dan inklusif. Bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dan tanpa alat khusus. Dengan populasi Indonesia yang besar serta meningkatnya kesadaran hidup sehat, ia melihat potensi besar di industri running.
“Sepatu olahraga, terutama sepatu lari, sudah menjadi kebutuhan. Hidup sehat sekarang bukan lagi sekadar tren, tapi gaya hidup,” katanya.
Menurut Irene, nama 910Nineten sendiri memiliki filosofi personal, dimana angka 9 dan 10 melambangkan standar tinggi dan mimpi besar.
“Itu simbol cita-cita yang ingin dicapai. Kita harus berani menargetkan yang tertinggi,” kata Irene. Filosofi itu menjadi pijakannya dalam setiap keputusan bisnis, mulai dari riset produk hingga ekspansi pasar yakni menetapkan target tinggi dan konsisten mengejarnya.
Di tengah persaingan ketat, 910Nineten memilih jalur spesialisasi. Seluruh fokus diarahkan pada sepatu lari, baik road running maupun trail running. Inovasi menjadi pembeda utama, dengan penggunaan teknologi global seperti upper Matrix dari Prancis, outsole Vibram, serta midsole Carbitex dan Adlon Ply.
Pandemi menjadi momentum akselerasi. Ketika masyarakat mulai berlari di sekitar rumah, permintaan sepatu lari meningkat tajam. Penjualan 910Nineten tumbuh 70–80% pada 2019–2020, kembali naik 70% pada 2023–2024, dan masih mencatat pertumbuhan 40% pada 2024–2025.
Ke depan, Irene ingin membawa 910Nineten melampaui pasar domestik. “Kami ingin membuktikan bahwa brand lokal Indonesia bisa bersaing secara global,” tutupnya.