Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inovasi bukan mengejar kesempurnaan

Salah satu inovasi yang lazim dilakukan di industry otomotif adalah penggunaan platform tunggal untuk beragam model. Ada banyak manfaat yang diperoleh dengan melakukan hal tersebut, mulai dari penghematan biaya, hingga kemampuan untuk memenuhi keinginan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  21:27 WIB

Salah satu inovasi yang lazim dilakukan di industry otomotif adalah penggunaan platform tunggal untuk beragam model. Ada banyak manfaat yang diperoleh dengan melakukan hal tersebut, mulai dari penghematan biaya, hingga kemampuan untuk memenuhi keinginan pelanggan yang beragam.

 

Perusahaan Volkswagen dan PSA Peugeot Citroën kerapkali menerapkan diferensiasi desain dari platform yang sama. VW Tiguan misalnya, dibangun dengan menggunakan platform yang sama dengan SUV Audi.

 

Model common platform sebenarnya tidak terjadi hanya di pabrikan, tapi lebih merupakan proses yang mencakup keseluruhan rantai nilai. Dimulai dengan konsep yang umum, kemudian diteruskan oleh tim yang terdiri dari berbagai fungsi yang terlibat dalam desain dan pengembangan, pembuatan dan tes purwarupa, hingga peluncuran kendaraan jenis baru.

 

Hasilnya pendekatan serupa dengan plug and play dalam membangun sebuah model mobil.

 

Pendekatan inovasi semacam ini tidak melihat inovasi sebagai suatu suksesi atas tema-tema atau ide besar seperti visi, prinsip, tata nilai, kepemimpinan, atau budaya – sebagaimana sering dipahami kebanyakan orang.

 

Pendekatan inovasi semacam ini seringkali membawa suatu perusahaan untuk mengejar suatu kondisi serba sempurna dibandingkan dengan suatu kondisi yang optimal. Sebaliknya, pendekatan inovasi ala pabrikan kendaraan yang dicontohkan di atas melihat inovasi sebagai suatu “pekerjaan praktis” bagi innovator untuk mencapai suatu kondisi inovasi yang optimal.

 

Mencapai inovasi optimal

 

Dalam mengimplementasikan konsep Inovasi Optimal, perusahaan memulai dengan mengetahui nilai kepemilikan keseluruhan (total value of ownership) melalui pemberian nilai moneter kepada hal-hal intangibles seperti inovasi, pengambilan keputusan, dan hubungan pemasok.

 

Misalnya, Audi dengan mobil-mobil premiumnya yang dihargai karena bentuk dan desain elegan dan kecanggihan teknologinya. Banyaknya pembeli yang ingin membeli Audi karena hal hal yang intangibles seperti ini, tentu akan meningkatkan nilai kepemilikan keseluruhan bagi Volkswagen Group, induk Audi.

 

Hal berikutnya yang dilakukan perusahaan adalah membentuk tim yang terdiri dari beragam fungsi, dengan pemimpin yang mampu menerjemahkan ekspektasi untuk setiap fungsi yang terlibat. Tujuan tim ini adalah memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki organisasi secara kolektif dengan tetap terbuka akan target yang focus dalam pengembangan desain baru.

 

Mereka tidak diminta untuk mencapai 100% kesempurnaan di satu dimensi, melainkan ditantang untuk mencapai kondisi optimal di seluruh dimensi. Tim multi-fungsi tersebut bekerja secara paralel dalam menurunkan waktu inovasi ke dasar dengan memanfaatkan pengetahuan organisasi secara kolektif.

 

Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan konvensional pengembangan produk, dimana tim pengembangan seringkali memiliki keahlian yang sangat dalam tapi sempit di suatu fungsi, sehingga keunggulan yang diperoleh hanya terjadi pada satu dimensi— misalnya, spesifikasi yang terlalu canggih (over engineering).

 

Pendekatan inovasi yang optimal memaksa tim untuk memecah-mecah permasalahan ke dalam elemen-elemennya secara sistematis lalu digabungkan dalam sebuah kesatuan solusi inovasi yang optimal.

 

Inovasi pada prinsipnya lebih gampang terjadi pada struktur yang memungkinkan setiap orang atau fungsi berada pada pemahaman dan sudut pandang yang serupa.

 

Personel pemasaran dapat langsung berbicara dengan personel teknis dan setiap orang dapat mendiskusikan dengan personel keuangan, tanpa ada aturan organisasi yang terlalu mengikat. Inilah sebenarnya mengapa inovasi di teknologi informasi dan bio teknologi seringkali muncul dari perusahaan-perusahaan kecil.

 

Beberapa perusahaan besar seperti Samsung dan Danone mencoba mereplikasi prinsip-prinsip inovasi yang terjadi pada perusahaan perusahaan kecil pada konteks organisasinya yang lebih kompleks. Danone misalnya membentuk tim senior dari berbagai belahan dunia yang bertugas mengelola inovasi dan berkolaborasi.

 

Tiga hal yang menjadi pembeda suatu tim inovasi multifungsi dibandingkan tim lainnya:

 

*Solidaritas dan kesamaan tujuan. Aturan didesain sedemikian rupa untuk menumbuhkan inovasi bersama, bukan tujuan yang sempit hanya untuk sebuah fungsi. Aturan Utama adalah loyalitas anggota tim adalah terhadap inovasi dan mencoba bekerjasama dengan fungsi lain, hingga tenggat waktu bersama. Ketika suatu keputusan diambil secara kolektif oleh tim, fungsi-fungsi yang ada harus mendukung.

 

Inovasi optimal membutuhkan kerja sama antara fungsi terkait, sementara seringkali kolaborasi antar fungsi sama sulitnya seperti kolaborasi dengan perusahan lain, apalagi jika politik organisasi terlibat di dalamnya. Hambatan-hambatan mental yang ada harus mampu dihilangkan untuk inovasi yang optimal.

 

*Kepemimpinan. Kemampuan teknis saja tidaklah cukup bagi pemimpin tim yang anggotanya terdiri dari berbagai fungsi. Pemimpin harus mampu diterima, dan seringkali lebih ke gaya kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan personal yang mempengaruhi dibandingkan kemampuan teknis. Kemampuan untuk menciptakan daya rekat bagi tim dan tujuan bersama adalah hal mutlak.

 

*Bakat. Sangat sulit untuk membantah hal ini— personil terbaik dibutuhkan dalam tim inovasi— memberikan prioritas kepada talenta terbaik untuk bergabung dalam tim inovasi multifungsi dan berkontribusi kepada perusahaan.(msb)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Eric Sauvage

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top