Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FRANCES SEYMOUR: HUTAN GUNDUL, kita semua rugi

JAKARTA: Center for International Forestry Research (Cifor) menyiapkan pedoman untuk masyarakat agar bisa lebih memahami pentingnya hutan dalam mengatasi perubahan iklim. Untuk mengetahui hal itu wartawan Bisnis mewawancarai Frances Seymour, Direktur
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Mei 2012  |  21:42 WIB

JAKARTA: Center for International Forestry Research (Cifor) menyiapkan pedoman untuk masyarakat agar bisa lebih memahami pentingnya hutan dalam mengatasi perubahan iklim. Untuk mengetahui hal itu wartawan Bisnis mewawancarai Frances Seymour, Direktur Jenderal Cifor di Jakarta belum lama ini. Berikut petikannya:Mengapa harus melindungi hutan jika ingin mengatasi perubahan iklim?Emisi yang ditimbukan oleh deforestasi dan degradasi hutan mencapai sekitar 20% dari seluruh emisi gas rumah kaca [GRK] per tahun. Jumlah ini lebih besar dari emisi yang dikeluarkan oleh sektor transportasi secara global.Bagaimana hutan dapat mengeluarkan emisi yang lebih besar dari emisi gabungan yang dikeluarkan oleh mobil, truk, pesawat udara dan kapal laut?Ketika hutan digunduli, biomassa yang tersimpan di dalam pohon akan terurai dan menghasilkan gas karbon dioksida [CO2], sehingga menyebabkan peningkatan bumi. Selain itu, beberapa kawasan hutan melindungi sejumlah besar karbon yang tersimpan di bawah tanah.Ketika pohon-pohon hutan habis, bumi kehilangan sumber dayanya yang sangat berharga yang seharusnya secar terus menerus menyerap CO2 yang ada di atmorfir. Dari 32 miliar ton CO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia per tahunnya kurang dari 5 miliar ton diserap oleh hutan. Jadi kehilangan satu pohon merupakan kehilangan berlipat ganda. Kita tidak hanya kehilangan cadangan karbon di daratan tetapi juga ekosistem yang mampu menyerap kelebihan karbon di atmofir.Siapakah yang dirugikan atas kerusakan hutan ini?Hutan pada umumnya dibabat dan dipanen kayunya untuk menghasilkan uang. Mengalihgunakan hutan menjadi lahan yang dapat menghasilkan uang secara cepat seperti kebun kelapa sawit tentunya akan menghasilkan keuntungan secara financial. Namun demi kepentingan keadilan dan kesetaraan, masyarakat kurang mampu yang hidupnya bergantung pada hutan tidak seharusnya menjadi korban. Di samping itu, dalam jangka panjang, setiap orang akan memperoleh manfaat dari hutan yang dikelola secara lestari, jika GRK yang tersimpan di dalam hutan dilepaskan maka diperlukan beberapa generasi untuk bisa mengikatnya kembali. Oleh karena itu, jika sebagian besar kawasan hutan akan hilang untuk seterusnya, maka yang akan kita hadapi ke depan adalah sebuah mimpi buruk di mana kita semua dirugikan.Kemungkinan terburuk apakah yang terjadi?Ketika sudah cukup banyak hutan yang dihancurkan, maka bersama karbon dari sumber lainnya konsentrasi CO2 di atmosfir akan menyebabkan suhu udara mejadi lebih panas. Akibatnya kekeringan dan kebakaran hutan akan lebih sering terjadi dan kebakaran berkali-kali dapat pulih kembali dan hutan tidak mampu lagi menyerap ataupun menyimpan karbon. Jika kita tidak bertindak secepatnya, maka kita akan menghancurkan potensi hutan dalam mitigasi emisi.Apa yang harus dilakukan sekarang?Ada dua aspek yaitu adaptasi dan mitigasi. Dengan pendekatan ini diharapkan akan menghasilkan saran-saran teknis dan kebijakan yang berhubungan dengan cara mengelola hutan.Ketika iklim berubah, hutan dan manusia terpaksa harus terbiasa dengan perubahan curah hujan dan suhu udara yang terjadi secara perlahan. Mereka juga akan lebih sering menghadapi berbagai kejadian yang berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrim seperti musim kering panjang dan banjir. Strategi adaptasi dapat membantu manusia dalam mengelola dampak perubahan iklim dan melindungi sumber penghidupan atau matapencaharian mereka.Bagaimana melakukan mitigasi perubahan iklim?Upaya mitigasi harus mengutamakan pengurangan emisi dari penggunaan bahan bakar fosil di negera-negara industri. Meskipun pengaruhnya relatif kecil, kegiatan penanaman pohon untuk menyerap karbon juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Namun demikian, untuk mengurasi 20% dari emisi yang berkaitan dengan hutan, kita memerlukan pendekatan konservasi yang baru dan lebih efektif. Salah satu pendekatan yang dimaksud adalah REDD [reducing emissions from deforestation and forest degradation].Bagaimana cara kerja REDD?Pengurangan emisi atau deforestasi yang dihindari diperhitungkan sebagai kredit. Jumlah kredit karbon yang diperoleh dalam waktu tertentu dapat dijual dipasar karbon internasional. Sebagai alternatif, kredit yang diperoleh dapat diserahkan ke lembaga pendanaan yang dibentuk untuk menyediakan kompensasi finansial bagi negara-negara peserta yang melakukan konservasi hutannya.Skema REDD memperbolehkan konservasi hutan untuk berkompetisi secara ekonomis dengan berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang memicu deforestasi. Pemicu tersebut saat ini menyebabkan terjadinya pembalakan yang merusak dan konversi hutan untuk penggunaan lainnya, seperti padang pengembalaan ternak, lahan pertanian dan perkebunan.Bagaimana hak penduduk yang hidupnya bergantung pada hutan?Hak masyarakat lokal untuk memanfaatkan hutan harus diseimbangkan dengan tujuan masyarakat internasional dalam mengatasi perubahan iklim.Berapakah biaya REDD-plus?Dana yang dibutuhkan untuk memotong hingga setengah emisi dari sektor hutan sampai dengan tahun 2030 dapat berkisar antara US$17 milyar dan $33 milyar per tahun.Dari mana uang tersebut diperoleh?Dari skema pendanaan internasional atau program pemerintah nasional. Sebagian dana sudah tersedia bagi proyek percontohan REDD melalui pasar karbon secara sukarela, namun sebagian besar uang yang akan disalurkan melalui pasar atau dana baru sebagai hasil negosiasi UNFCCC belum akan tersedia dalam beberapa tahun mendatang.Pewawancara: LAHYANTO NADIE 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lahyanto Nadie

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top