Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SPG, Ini Pertimbangan Penting Perusahaan

Kaskus.co.idBisnis.com, JAKARTA - Istilah SPG dan usher memiliki pengertian berbeda yang kadang tidak dipahami konsumen. SPG adalah perempuan dan lelaki yang menjalin kontak langsung dengan konsumen.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Juli 2013  |  22:22 WIB

Kaskus.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Istilah SPG dan usher memiliki pengertian berbeda yang kadang tidak dipahami konsumen. SPG adalah perempuan dan lelaki yang menjalin kontak langsung dengan konsumen.

Dia bertugas memperkenalkan produk tertentu hingga konsumen punya pemahaman yang tepat soal produk. Konsumen dapat mengarahkan pertanyaan-pertanyaan tentang produk kepada SPG.

Adapun usher atau penerima tamu tidak menawarkan produk dan menjalin pembicaraan dengan konsumen. Dia bertugas memeriahkan acara dan menaikkan pencitraan produk. Biasanya, penghasilan usher lebih tinggi daripada penghasilan SPG.

SPG dan usher yang seringkali ditemui di pameran punya kewajiban yang ujung-ujungnya menggolkan produk untuk dibawa pulang konsumen. Ini artinya, ada korelasi yang kuat antara kehadiran SPG dan usher dengan promosi dan penjualan produk. Namun, seberapa besar efektivitasnya?

Djoko Kurniawan, Konsultan Marketing & Service Quality, mengatakan ketika pemegang merek melibatkan SPG dan usher yang tepat, langkah pemasaran yang diambil dinilai sudah efektif. Yang tepat ini berarti dua peran tersebut, terutama SPG, memiliki pengetahuan soal produk yang komprehensif. Misal, paham spesifikasi laptop terbaru yang dipajang di pameran.

Satu lagi, SPG dan usher mesti memiliki kemampuan menjalin komunikasi yang ramah dengan calon konsumen. Dua kemampuan utama ini wajib dimiliki usher dan SPG. Karena itu, perusahaan pemiliki merek yang ingin menggunakan SPG dan usher harus memastikan keduanya punya dua hal tadi sebelum pameran berlangsung.

“Juga ada SPG dan usher yang pengetahuan soal produknya kurang sehingga pada akhirnya mengandalkan fisik. Ini keliru,” tutur Djoko.

Bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk, Djoko punya saran. Sebelum memutuskan pakai SPG dan usher, perusahaan harus menilai produknya sudah jadi pemimpin pasar atau belum. Jika belum jadi pemimpin pasar, kerahkanlah SPG dan usher.

Namun, bila produk sudah sangat dikenal masyarakat dan telah bercokol di puncak pangsa pasar, peran SPG dan usher bisa dihilangkan. Djoko mengingatkan bila perusahaan mengerahkan SPG, tekankan kepada SPG bahwa dirinya adalah penyambung antara konsumen dengan orang internal perusahaan.

Peran ini begitu penting sebab SPG merupakan penyampai pesan soal produk kali pertama ke konsumen. Dia pula yang meneguhkan konsumen untuk membeli produk. Bila sinyal ingin membeli muncul, SPG harus cekatan membawa konsumen ke orang internal perusahaan. Di bagian inilah, eksekusi terjadi.

“Meski ada SPG dan usher, perusahaan tetap harus mengerahkan orang internal, misal sales executive. Kalau SPG tidak bisa menjawab pertanyaan, konsumen dapat memperoleh jawabannya ke orang internal,” kata Djoko.

SESUAIKAN PASAR

Pemilihan SPG penting diperhatikan perusahaan. Apalagi bila dibenturkan dengan sasaran pasar dari produk. Jika perusahaan membidik pelanggan high-end ada baiknya mengambil SPG yang tengah di bangku kuliah atau lulus kuliah.

Dengan catatan, SPG tersebut memiliki pengetahuan yang baik soal produk dan mampu menjalin komunikasi secara baik.

Pemilihan SPG pun harus mempertimbangkan karakter produk yang muaranya juga ke target pasar. Misal, produk yang akan ditawarkan panci. Tidak usah perusahaan mengerahkan SPG cantik dan muda. Sebab, pasar yang nantinya mengerumuni produk adalah perempuan, terutama ibu-ibu, yang tidak akan tertarik dengan perempuan menarik. Terpenting, perusahaan menyediakan SPG yang ramah dan suka menolong.

Sesungguhnya, pasar Indonesia yang sudah cukup matang tidak perlu lagi menggantungkan sumber informasi ke SPG. Namun, menurut Djoko, ini sudah jadi perkara kebiasaan. Misal, pameran otomotif tidak lengkap rasanya tanpa kehadiran SPG dan usher cantik. “Berbicara kebiasaan, di Indonesia ini jika tidak ada SPG, produk jadi kurang.(Gloria N. Dolorosa, Bunga Citra Arum, & Miftahul Khoer)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

promosi pemasaran spg

Sumber : Bisnis Indonesia, 14 Juli 2013

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top