Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Fonterra & IOF Kucurkan Dana Penelitian Tulang Rp440 Juta

Bisnis.com, JAKARTA - International Osteoporosis Foundation (IOF) dan Fonterra hari ini mengumumkan kemitraan untuk pendanaan penelitian terhadap kondisi kesehatan tulang wanita di Indonesia.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 25 Juli 2013  |  13:50 WIB
Fonterra & IOF Kucurkan Dana Penelitian Tulang Rp440 Juta

Bisnis.com, JAKARTA - International Osteoporosis Foundation (IOF) dan Fonterra hari ini mengumumkan kemitraan untuk pendanaan penelitian terhadap kondisi kesehatan tulang wanita di Indonesia.

Suharti Suherman dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerima dana hibah sebesar Swiss Francs 40,000 (+/-Rp440 juta) untuk penelitian bone mineral density (BMD) atau kepadatan mineral pada tulang, kekuatan otot dan kebiasaan gaya hidup pada wanita muda di Indonesia.

Dr. Suharti adalah Ketua Penelitian dari Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi).

Penelitian tersebut terpilih dari 19 aplikasi yang masuk dan memenuhi syarat dari China, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam.

Sebagai penjelasan dari studi yang dilakukan, Dr. Suharti Suherman merasa gembira atas dana hibah yang telah diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut bermanfaat guna mendukung penelitian. 

Dia mengatakan saat ini data yang dapat membantu para tenaga ahli kesehatan di Indonesia dalam membangun manajemen osteoporosis yang efektif dan strategi pencegahannya masih sangat minim.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prevalensi BMD yang rendah di antara wanita muda Indonesia, di usia 25-35 tahun, berikut profil faktor resikonya. 

Data akan diambil dari 450 responden wanita di wilayah Jakarta. “Dari data tersebut dapat dipelajari hubungan antara kepadatan mineral tulang, kekuatan otot dan kebiasaan gaya hidup,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Kamis (25/7/2013).

Sementara itu, Chief Executive Officer IOP Judy Stenmarkmenuturkan bahwa osteoporosis merupakan masalah yang nyata dan semakin diperhatikan diseluruh wilayah Asia. Dia menambahkan bahwa penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi kesehatan tulang di Indonesia.

"Insiden patah tulang panggul telah meningkat 2 hingga 3 kali lipat di negara Asia selama 30 tahun terakhir, dan diprediksi pada tahun 2050 lebih dari 50 persen dari semua kasus patah tulang akibat osteoporosis akan terjadi di Asia,” ungkapnya.

Pihaknya menginisiasi hibah tersebut bersama dengan Fonterra, guna mendukung studi observasional dan epidemiologi untuk mencari pemahaman lebih lanjut tentang kondisi kesehatan tulang di Asia.

Dia meambahkan penelitian Dr. Suharti berjalan sesuai dengan tujuan utama pihaknya, yaitu untuk mempromosikan inovasi medis serta untuk meningkatkan perawatan pasien di bidang kesehatan musculoskeletal.

Joanne Todd, Ahli Nutrisi Fonterra mengungkapkan Fonterra berkomitmen meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang, dan telah bekerja sama dengan IOF selama tujuh tahun dalam membantu mengedukasi masyarakat di wilayah Asia tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini.

"Kami mengadakan hibah ini untuk lebih memahami bagaimana tren asupan dan gaya hidup dapat mempengaruhi kesehatan tulang di Asia, meningkatkan kesadaran yang lebih luas tentang bagaimana osteoporosis dan penyakit pada tulang dapat dicegah."

Todd menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dari berbagai inisiatif yang telah dilakukan Fonterra di Asia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan tulang, termasuk diantaranya program pemeriksaan tulang yang telah dilakukan kepada 20 juta orang dalam kurun waktu empat tahun terakhir di seluruh wilayah Asia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fonterra iof
Editor : Sepudin Zuhri

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top