Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Boneka, dari Pameran ke Pameran

Bisnis.com, JAKARTA - Ada banyak cara yang bisa ditempuh oleh pelaku usaha action figure untuk memperbesar pasarnya. Selain menjualnya di toko-toko offline dan online, tidak sedikit pula yang mengejar pasar melalui pameran.
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 01 Agustus 2013  |  11:51 WIB
Bisnis Boneka, dari Pameran ke Pameran

Bisnis.com, JAKARTA - Ada banyak cara yang bisa ditempuh oleh pelaku usaha action figure untuk memperbesar pasarnya. Selain menjualnya di toko-toko offline dan online, tidak sedikit pula yang mengejar pasar melalui pameran.

Daniel Jonathan adalah salah satu pemain di bisnis action figure yang memanfaatkan media pameran untuk menggenjot penjualan action figure miliknya.

Tak terbilang banyaknya pameran yang diikuti Daniel. Beberapa kali, dia melibatkan diri dalam ajang Pekan Produksi Kreatif Indone sia (PPKI), pameran Inacraft, pameran wirausaha dan lain sebagainya.

Bagi Daniel, pameran adalah media yang tepat untuk berpromosi. Ketika dipajang dalam suatu pa meran, diakui olehnya, res pons masyarakat terhadap produknya cukup besar.

Daniel sesungguhnya telah menggeluti bisnis ini selama 5 tahun. Se lain karena hobi, alasannya terjun ke bisnis ini karena melihat belum terlalu maraknya penjualan action figure.

Berlatar belakang pendidikan desain seni rupa dari Universitas Taru ma ne gara, Jakarta, Daniel awalnya mencoba untuk membuat action figure miliknya sendiri.Daniel membuat beberapa ma cam tokoh idolanya seperti Superman dan Spiderman.


Sasaran pasarnya pertama kali adalah teman-teman dekatnya. “Res pons teman-teman saya terhadap karya bikinan saya ternyata cukup bagus, dan karena hal itu saya berniat lebih serius menjalani bisnis ini,” ujar Daniel.

Keseriusannya tersebut pun direalisasikan dengan mengelola bisnis ini secara profesional dengan sasaran pasar yang lebih luas, tak lagi hanya sebatas pada teman-temannya.
“Saat itu pemasarannya dari mulut ke mulut, belum coba untuk menggunakan sarana lain karena masih baru,” ujar Daniel.

Selang 1 tahun berjalan, pasarnya semakin luas. Mengingat pangsa pasar yang semakin luas, Daniel pun tertarik un tuk mencoba peruntungannya dengan memasarkan produknya di ka wasan Mangga Dua Squa re, Jakarta, dengan mengusung nama Art Hob by Shop. Daniel menjual action figure miliknya mulai dari Rp500.000-Rp1,5 juta untuk pesanan dan untuk barang ready stock, dijual Rp500.000-Rp700.000.

INOVASI

Tantangan dalam menjalankan bisnis ini dirasa Daniel cukuplah banyak. Namun yang sangat terasa adalah persaingan usaha di bisnis action figure yang mulai marak. Untuk mewaspadai pesaingan yang sengit, Daniel terus menerus berinovasi seperti membuat
pesanan action figure diri sendiri.

“Saat ini banyak kalangan anak muda dan eksekutif yang memesan action figure untuk diri sendiri,” ucap Daniel. Untuk ke depannya Daniel berharap agar bisnis yang dijalankan ini terus berkembang. Maraknya fesyen Jepang yang di Indonesia diharapkan berdampak positif bagi bisnis action figure di Tanah Air. (Andhika Prawira)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran boneka
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top