Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahasiswa Lampung Kembangkan Kopi Luwak Fermentasi

Mahasiswa Information and Business Institute (IBI) Darmajaya Lampung yang berlatih menjadi entrepreneur muda berbakat itu mengembangkan produk kopi luwak fermentasi Kopilani yang bertujuan membangun usaha sejak dini di perkuliahan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Februari 2014  |  10:15 WIB
Kopilani memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kopi yang memanfaatkan luwak, antara lain lebih mudah diproduksi dalam skala besar, kualitas produk terkontrol secara baik, harga ekonomis dan tidak merusak kelestarian populasi hewan luwak.  - bisnis.com
Kopilani memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kopi yang memanfaatkan luwak, antara lain lebih mudah diproduksi dalam skala besar, kualitas produk terkontrol secara baik, harga ekonomis dan tidak merusak kelestarian populasi hewan luwak. - bisnis.com

Bisnis.com, BANDARLAMPUNG - Mahasiswa Information and Business Institute (IBI) Darmajaya Lampung yang berlatih menjadi entrepreneur muda berbakat itu mengembangkan produk kopi luwak fermentasi Kopilani yang bertujuan membangun usaha sejak dini di perkuliahan.

Suroyo, salah satu penggagas produk tersebut, mengatakan bermula dari salah seorang rekannya yang sedang mengembangkan kopi luwak hasil fermentasi buatan, mendorong dia bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa mencoba membuat produk kopi dengan inovasi yang berbeda.

Menurutnya, Kopilani merupakan terobosan baru dalam menghasilkan kopi luwak tanpa memanfaatkan luwak.

"Prinsip kerja fermentor ini adalah reaksi enzimatis dan fermentasi mikrobial yang terjadi alami di dalam saluran pencernaan hewan luwak atau musang. Kandungan dan rasanya sama persis dengan kopi yang diproses alami dalam perut luwak," katanya , di Bandarlampung, Minggu (9/2/2014).

Dia mendapatkan pendampingan dari Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) Darmajaya untuk masalah manajemen dan pengembangan pasarnya.

Mahasiswa Jurusan Manajemen semester lima ini menambahkan Kopilani memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kopi yang memanfaatkan luwak, antara lain lebih mudah diproduksi dalam skala besar, kualitas produk terkontrol secara baik, harga ekonomis dan tidak merusak kelestarian populasi hewan luwak.

"Selama ini juga masih ada pro dan kontra tentang kehalalan kopi luwak lantaran kopinya bercampur dengan kotoran luwak. Dengan kopi luwak hasil fermentasi buatan, mereka tak perlu meragukan lagi masalah tersebut, mengingat Kopilani lebih higienis karena tidak menggunakan luwak," katanya.

Menurut dia, perlu perencanaan yang matang untuk mengembangkan produknya tersebut.  Suroyo mengakui, saat ini pihaknya baru tahap pengenalan dan promosi kepada konsumen.

Produksi skala besar, kemungkinan dilakukan setelah adanya kerja sama yang terjalin dengan pihak retailer. Sedangkan saat ini pihaknya baru memproduksi kemasan 100 gram dengan harga Rp45.000 per bungkus.

Masalah manajemen, menurut mahasiswa yang juga aktif berorganisasi ini, sepenuhnya ditangani oleh mahasiswa yang dibantu Inkubitek IBI Darmajaya.

"Kami berdelapan, mahasiswa yang bersama-sama mengembangkan Kopilani. Ada yang berperan sebagai marketing, keuangan, bagian produksi, desain kemasan dan komisaris. Saat ini sudah ada beberapa pusat pembelanjaan dan kafe yang siap memasarkan dan menggunakan produk kami. Mudah-mudahan produk kita bisa diterima lebih luas lagi," ujar Suroyo.

Dia bersama teman-temannya juga berencana memproduksi Kopilani Blackcoffe dengan bahan baku 100% kopi robusta.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya IBI Darmajaya, Novita Sari, memberikan apresiasinya.

"Menanamkan jiwa entrepreneur penting dilakukan dalam menumbuhkan potensi mahasiswa di bidang bisnis, sehingga diharapkan dapat melahirkan generasi-generasi yang tak hanya bisa mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi luwak Fermentasi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top