Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Lampu Hias Makin Dibidik Ikuti Perkembangan Properti

Lampu adalah elemen penting dalam sebuah ruangan. Benda ini tak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi bisa mempercantik tampilan interior atau eksterior bangunan. Sisi estetika lampu hias terletak pada motif, desain, dan warna dari kap atau rumah lampu.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 17 Maret 2014  |  14:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Lampu adalah elemen penting dalam sebuah ruangan. Benda ini tak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi bisa mempercantik tampilan interior atau eksterior bangunan. Sisi estetika lampu hias terletak pada motif, desain, dan warna dari kap atau rumah lampu.

Kekhasan sebuah kap lampu hias tak hanya dilihat dari desain atau warna, melainkan materialnya. Selain kaca atau rangka besi, salah satu bahan pembuat kap lampu yang digemari konsumen adalah kayu.

Pasalnya, material ini bisa membawa nuansa natural dan alami ke dalam ruangan. Alhasil, banyak pelaku usaha yang coba menawarkan desain-desain kap lampu unik yang terbuat dari kayu.

Salah satu pelaku usaha yang memproduksi kap lampu bertema natural adalah Fajar Adhinata, pemilik Lampu Batik Solo. Tak hanya menggunakan kayu, Fajar juga mengaplikasikan motif batik untuk produk rumah lampu buatannya.

Dia mengaku usaha yang dirintis sejak 2010 tersebut bermula kala batik ditetapkan sebagai benda warisan dunia yang berasal dari Indonesia oleh UNESCO pada 2009. “Biasanya batik ada di atas kain. Saya ingin bikin sesuatu yang beda yaitu kap lampu bermotif batik,” ujar pria asal Solo, Jawa Tengah ini.

Motif batik yang diadopsi Fajar pun bermacam-macam. Mulai dari batik khas Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan. Menurutnya, corak batik yang paling laris adalah bentuk parang dan kawung dengan sentuhan batik Solo.

Bukan itu saja, dia juga melakukan eksperimen dengan membuat motif-motif selain batik. “Corak yang konsumen pesan bermacam-macam mulai dari tokoh kartun, logo perusahaan, logo klub sepak bola, hingga motif yang bernuansa religi,” katanya.

Lampu batik buatan Fajar dengan berbagai macam motif dan ukuran. Harganya mulai Rp95.000—Rp275.000 per buah. Harga tergantung jenis lampu, apakah lampu dinding, lampu meja, lampu gantung, atau lampu sudut.

Pelaku usaha lain yang menawarkan produk rumah lampu adalah Agustina. Dia membuat kap lampu dari rangka kayu berbalut kain blacu. Agar makin unik, dia menambahkan aksen bordir nan cantik di atas permukaan kain.

Agustina mengaku produk lampu hias tersebut adalah koleksi buatannya yang paling baru. Sebelumnya, perempuan yang gemar menata rumah ini memproduksi berbagai produk aksesori ruangan, misalnya taplak meja atau tatakan gelas yang terbuat dari bordir. “Kreasi lampu hias ini baru saya jalankan kurang lebih dua tahun,” ujar pemilik Agustina Embroidery tersebut.

Kendati produk baru, lampu hias buatan Agustina mendapat sambutan positif dari para konsumen. Bahkan, dia pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu produk kreatif di salah satu pameran kerajinan tangan terbesar di Indonesia.

Menurut Agustina, keunikan lampu hias buatannya memang terletak di aksen bordir yang ada di kain lampu. “Motif bordir bertema bunga atau tumbuhan akan terlihat makin indah jika lampu menyala,” katanya. Perpaduan antara cahaya lampu temaram, rangka kayu, dan corak bordir akan mengesankan sebuah tampilan ruangan yang romantis. Tak heran, lampu meja tersebut cocok ditempatkan sebagai elemen percantikan di kamar tidur atau ruang tamu.

Lampu hias produksi Agustina Embriodery dibanderol mulai dari Rp275.000—Rp300.000 per buah. Harga tersebut disesuaikan dengan bentuk dan tingkat kerumitan corak bordir. Dari harga tersebut, Agustina bisa mendapat margin keuntungan sekitar 30%—40%.

Ketika ditanya soal bisnis, Fajar dan Agustina setuju bahwa bisnis lampu hias dari kayu cukup prospektif. “Pasar lampu hias semakin naik mengikuti perkembangan bisnis properti di Indonesia,” kata Fajar.

Senada dengan Fajar, Agustina menganggap peminat lampu hias tak hanya berasal dari pemilk rumah, tetapi juga kalangan hotel dan resort. Melihat adanya peluang, Agustina pun semakin giat dalam mendesain lampu-lampu hias. “Saat ini saya sedang mempersiapkan pesanan untuk hotel dan resort. Doakan ya semoga lancar.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top