Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TK dan PAUD Menjamur, Bisnis Furnitur Anak Tumbuh Pesat

Meningkatnya jumlah anak yang lahir membuat bisnis produk yang berkaitan dengan anak tak pernah surut. Salah satunya adalah produk mebel dan perabotan khusus untuk anak-anak.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 28 April 2014  |  15:00 WIB
  Anak TK sedang beraktivitas belajar luar ruang. Menjamurnya TK dan PAUD dorong kenaikan permintaan furnitur untuk anak.  -
Anak TK sedang beraktivitas belajar luar ruang. Menjamurnya TK dan PAUD dorong kenaikan permintaan furnitur untuk anak. -

Bisnis.com, JAKARTA -- Terus meningkatnya jumlah anak yang lahir membuat bisnis produk yang berkaitan dengan anak tak pernah surut. Termasuk di antaranya produk mebel dan perabotan khusus untuk anak-anak.

Salah satu pelaku usaha yang juga mencicipi manisnya usaha produk mebel khusus anak-anak adalah Herumanto Moektijono. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini menamakan produk mebel dan perabotan khusus anak buatannya dengan nama Cil-Cil Craft.

Herumanto menjalankan bisnis ini sejak 2007. Dia memulai usaha ini karena ketidaksengajaan. Awalnya, dia mendesain ulang ruang kelas di sekolah TK anaknya. Ternyata, banyak guru yang mengapresiasi hasil karya Herumanto.

Dari situ, dia melihat peluang bisnis nan potensial. “Saya melihat produk mebel untuk anak-anak belum banyak dijual di pasar. Makanya, saya mencoba memproduksi sendiri,” ujar lulusan jurusan Arsitektur Universitas 11 Maret, Solo ini.

Herumanto mengaku produk awal yang dia buat sangat sederhana, yaitu kursi panjat. Seiring berjalannya waktu, varian produk Cil-Cil pun terus bertambah. Beberapa produk unggulan yang diminati konsumen, misalnya kursi, meja, rak buku, hingga ranjang khusus untuk anak-anak.

Harga mebel bertema dunia anak-anak tersebut dibanderol mulai dari Rp90.000 untuk kursi bergambar binatang hingga Rp30 juta untuk set tempat tidur beserta furnitur untuk mengisi kamar anak. Dari bisnis ini, untung yang dia raih mencapai 30%.

Soal strategi pemasaran, Herumanto menggunakan beberapa cara, antara lain promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), pasar ritel, dan pesanan khusus (custom design). “Untuk produk kursi dan meja kami sudah stok. Kami mempunyai showroomdi Solo untuk memasarkan produk Cil-Cil. Namun, untuk kamar tidur desain bisa disesuaikan dengan konsumen,” katanya. 

Bisnis furnitur dan perabot khusus anak-anak tak jauh berbeda dengan usaha mebel pada umumnya. 

Diperlukan keahlian yang cukup tinggi untuk memproduksi mebel anak-anak. Bentuk furnitur dan perabot khusus anak biasanya bergambar karakter kartun. Tak heran, perajin harus memotong kayu sesuai dengan bentuk karakter kartun yang dipesan konsumen.

Herumanto mengaku tidak sembarang orang bisa memproduksi mebel nak. Menurut dia, furnitur khusus anak-anak tak hanya terlihat lucu dan menarik. Lebih dari itu, pelaku usaha harus memperhitungkan soal fungsi juga keamanan bagi sang anak. Salah satu caranya, adalah dengan menghilangkan sudut-sudut tajam di permukaan mebel.

Untuk bahan baku, Herumanto memanfaatkan material medium density fiber (MDF). Material kayu olahan ini dipilih karena tidak terlalu berat dan memiliki serat yang halus.

Selain bahan kayu, material penting yang harus diperhatikan ketika membuat mebel untuk anak adalah cat. “Saya menggunakan cat yang aman (non-toxic) berbahan dasar air,” katanya. Cat tersebut diaplikasikan ke permukaan kayu menggunakan teknik semprot (spray).

Heruwanto kini dibantu oleh sekitar 7 orang pekerja. Dengan jumlah tersebut, dia bisa memproduksi hingga 2.000 mebel setiap bulan. Jumlah ini belum termasuk produk mainan edukasi berbahan kayu yang juga dia produksi.

Soal peluang, Heruwanto yakin bisnis mebel khusus anak-anak memiliki masa depan nan cerah. Menurut dia, banyaknya orang tua muda yang ingin merancang kamar anak mereka dengan tema khusus akan terus tumbuh.

Selain peminatnya makin banyak, konsumen yang bisa mereka jangkau pun bervariasi. “Konsumen yang melirik mebel ini tak hanya para orang tua, tetapi pemilik taman kanak-kanak, penitipan anak, dan perusahaan yang ingin menyediakan tempat bermain di kantor mereka,” kata Heruwanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top