Tren Hidup Sehat, Produk Kecantikan Alami Pulchra Laris-Manis

Setiap wanita pasti ingin tampil sehat sekaligus cantik. Mereka menjaga asupan makanan bergizi dan berolah raga rutin. Selain itu, kaum hawa juga berusaha memilih produk kecantikan yang memiliki kandungan alami sekaligus aman bagi kulit.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 03 November 2014  |  12:30 WIB
Tren Hidup Sehat, Produk Kecantikan Alami Pulchra Laris-Manis
Kendati prospektif, ada beberapa kendala yang menghalangi bisnisnya. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap wanita pasti ingin tampil sehat sekaligus cantik. Mereka menjaga asupan makanan bergizi dan berolah raga rutin. Selain itu, kaum hawa juga berusaha memilih produk kecantikan yang memiliki kandungan alami sekaligus aman bagi kulit. Hal ini dilakukan lantaran produk kecantikan di pasar rata-rata mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan kulit.

Fenomena banyaknya produk kecantikan berbahan kimia menimbulkan peluang usaha nan prospektif. Berbekal kreativitas dan kejelian melihat pasar, pelaku usaha menciptakan produk-produk kecantikan dan perawatan tubuh alami yang aman bagi kesehatan tubuh.

Kendati masih berstatus bisnis rumahan, mereka membungkus varian pencabut bulu dari bahan gula (sugar wax), parfum padat (solid perfume), masker rambut (hair mask), hingga sampo (dry shampoo) dengan kemasan nan atraktif. Tak heran, produk-produk kecantikan alami tersebut diburu oleh para konsumen perempuan.

Salah satu pelaku usaha yang memproduksi aneka produk kecantikan rumahan berbahan alami adalah Ruth Setyani. Bersama Adiknya, Maria Paulina, perempuan berusia 22 tahun ini menawarkan produk kecantikan bermerek Pulchra sejak 2012.

Latar belakang mereka merintis bisnis lantaran melihat banyak orang yang suka ke salon untuk merawat tubuhnya. Meski tubuh menjadi bersih, biaya yang dikeluarkan untuk ke salon tak sedikit. Selain itu, produk yang digunakan pun tak 100% alami. Melihat hal ini, mereka pun tercetus membuat varian perawatan tubuh alami, bisa digunakan di rumah, dan memiliki harga terjangkau.

“Kami berusaha menggunakan bahan-bahan alami. Kami tak menggunakan campuran kandungan paraben atau alkohol. Untuk parfum, kami gunakan pewangi khusus untuk kosmetik [cosmetic grade] sehingga produk ini bisa digunakan oleh segala jenis kulit, termasuk kulit sensitif,” ujar perempuan yang akrab disapa Tya ini.

Tya dan Maria menawarkan tiga varian produk, yakni sugar wax, sugar scrub, dan solid perfume. Mereka mengklaim proses produksi masih dilakukan secara tradisional alias rumahan. Bahan-bahan utama yang digunakan a.l. gula untuk produk sugar wax, gula dan oatmeal untuk sugar scrub, dan shea butter dan cocoa butter untuk solid perfume.

“Karena tidak ada di Indonesia, kami mengimpor bahan shea butter dan cocoa butter dari luar negeri,” ujar lulusan jurusan manajemen bisnis Universitas Atmajaya ini.

Selain memperhatikan kandungan alami, Tya dan Maria juga membungkus produknya dengan tampilan nan cantik. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian konsumen yang rata-rata berasal dari kalangan remaja hingga dewasa muda. Selain kaum hawa, mereka juga mengklaim beberapa pria juga tertarik memesan produk Pulchra.

Untuk promosi dan pemasaran, mereka menggunakan media sosial Instragram. Selain itu, mereka juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi distributor. Alhasil, daerah pemasaran Pulchra pun meluas hingga ke berbagai daerah misalnya.

Seiring berjalannya waktu, bisnis kakak adik ini terus menanjak. Jika dulu mereka hanya mampu memproduksi ratusan produk, kini mereka bisa membuat 1.000 produk setiap bulan. Harga produk Pulchra dijual mulai dari Rp45.000—Rp75.000 per buah dengan margin keuntungan  50%-70%.

Kendati prospektif, ada beberapa kendala yang menghalangi bisnisnya. Salah satunya adalah proses perizinan. “Selain rumit, proses perizinan di Indonesia juga memakan biaya. Untuk mendapat izin BPOM saya harus merogoh kocek sekitar Rp12 juta untuk tiap varian,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top