Lapis Legit Gluten Free Ala Spekkoek Huis

Selain enak, lapis legit juga harus sehat. Hal itu yang mendasari Lina Mutia membuat lapis legit tanpa tepung dengan merek Spekkoek Huis agar aman bagi orang-orang yang alergi terhadap protein gluten yang terdapat dalam gandum.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 07 Januari 2015  |  09:51 WIB
Lapis Legit Gluten Free Ala Spekkoek Huis
Lapis Legit -

Bisnis.com, JAKARTA - Selain enak, lapis legit juga harus sehat. Hal itu yang mendasari Lina Mutia membuat lapis legit tanpa tepung dengan merek Spekkoek Huis agar aman bagi orang-orang yang alergi terhadap protein gluten yang terdapat dalam gandum.

Untuk mengganti penggunaan tepung, Lina menggunakan susu sehingga adonan bisa lebih tahan lama dan tidak apek. “Tanpa terigu, lapis legit memang tidak berkembang terlalu besar, tetapi tahan lebih lama, bisa hingga 12 hari di udara terbuka, atau sampai 2 bulan di dalam lemari pendingin,” katanya.

Untuk satu loyang lapis legit original berukuran 20 cm x 20 cm, Lina mematok harga Rp435.000, sedangkan untuk varian lain seperti lapis legit prune, keju, pandan, cokelat dan durian, harganya sekitar Rp460.000-Rp485.000. Dari harga tersebut, Lina mengaku bisa dapat untung hingga 100%.

Saat ini, dalam sehari Lina bisa melayani pesan hingga 30 kue per hari yang ia kirimkan ke berbagai daerah di Indonesia dan langganan tetap berupa perusahaan-perusahaan besar di Jakarta. “Pesanan paling besar biasanya pada saat Lebaran, Natal dan Imlek, dalam seminggu bisa produksi hingga 400 loyang, itu juga didorong dengan promosi yang dilakukan,” katanya.

Selama ini, Lina memang fokus memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan usaha yang telah dijalankannya sejak 2007 tersebut. Tak segan, Lina merogoh kocek untuk memasang iklan di social media tersebut. “Iklan yang dipasang di Facebook cukup efektif dan bisa menyasar pangsa pasar dari luar negeri,” imbuhnya.

Selain itu, strategi lain yang dilakukan Lina untuk mengembangkan bisnisnya adalah melalui pemanfaatan food photograpy. Dengan gambar atau tampilan visual yang cantik, hal itu menjadi salah satu kekuatan untuk membuat calon pembeli tertarik. Untuk itu, secara berkala Lina selalu meng-update foto-foto produk yang ia unggah di akun sosial medianya.

“Tantangan menjual makanan secara online adalah bagaimana bisa meyakinkan calon pembeli, karena mereka tidak bisa mencicipi produk yang kita buat. Selain itu, saya biasanya mengunggah testimoni yang dikirimkan oleh pelanggan supaya lebih meyakinkan,” katanya.

Perempuan yang bekerja di sektor informasi teknologi tersebut menilai prospek bisnis lapis legit masih sangat cerah, apalagi orang-orang lebih memilih untuk membeli daripada membuat sendiri kue yang membutuhkan waktu 4 jam untuk membuatnya.

“Sebenarnya bikin lapis legit itu tidak susah, tapi memang prosesnya lama karena harus diproses per lapis. Nah, biasanya orang malas untuk membuatnya, jadi lebih senang yang praktis dengan membeli,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top