Memoles Untung dari Bisnis Salon Mobil Home Service

Kendaraan roda empat sudah tidak menjadi barang mewah, dengan semakin banyaknya mobil-mobil berharga murah. Mengingat semakin banyak orang yang memiliki mobil, maka jasa perawatan mobil pun semakin banyak dibutuhkan.nn
Nenden Sekar Arum | 22 Januari 2015 18:39 WIB
Kegiatan di salah satu salon mobil - salon/mobil/panggilan.blogspot.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kendaraan roda empat sudah tidak menjadi barang mewah, dengan semakin banyaknya mobil-mobil berharga murah. Mengingat semakin banyak orang yang memiliki mobil, maka jasa perawatan mobil pun semakin banyak dibutuhkan.

Tak sekadar pencucian dan poles mobil, perawatan kendaraan saat ini juga lebih rinci dan detail dengan metode salon mobil atau auto detailing.

 Auto detailing merupakan teknik untuk merawat dan mempercantik penampilan kendaraan agar tampil sempurna. Pada mobil, proses perawatan ini melingkupi bagian eksterior, bagian interior hingga ke celah-celah tersempit, hingga ke bagian mesin.

Karena prosesnya yang detail dan rumit, banyak pemilik mobil yang angkat tangan dan lebih memilih untuk menggunakan jasa auto detailing. Peluang bisnis dari jasa tersebut pun semakin terbuka, seiring dengan mulai dikenalnya proses auto detailing di kalangan pecinta otomotif.

Agar memudahkan calon klien, jasa auto detailing panggilan atau home service juga semakin menjamur. Seperti yang dilakukan Steven Wijaya, pemilik Zee Auto Detailing yang memberikan jasa auto detailing mobil private dan home service sejak November 2013.

Ide bisnis tersebut diawali saat dirinya diperbolehkan mengendarai mobil oleh kedua orangtuanya. Karena merupakan mobil pertamanya, maka Steven sangat getol merawat kendaraan roda empatnya itu. Dari sekadar cuci mobil biasa hingga semakin detail dalam merawatnya.

“Akhirnya jadi hobi merawat mobil dan sering mencari informasi dari berbagai forum online. Di sana juga dibahas tentang bisnis auto detailing yang cukup menjanjikan, dan saya tertarik,” paparnya.

Dengan modal awal sekitar Rp40juta-Rp50 juta yang digunakan untuk pengadaan mesin poles, obat-obaran, kain microfiber dan alat-alat pembersih lainnya, Steven memulai bisnisnya di Gading Serpong, Tangerang.

Saat ini, Zee Auto Detailing bisa melayani panggilan salon mobil ke rumah untuk pelanggan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bandung.

Sementara itu paket perawatan yang ditawarkan Zee Auto Detailing terdiri atas tiga macam, yaitu paket Exterior Enhancement yang dimulai dari harga Rp750.000, paket Complete Detailing yang dimulai dari Rp1,25 juta dan paket Ceramic Quartz Paint Protection yang dimulai dari harga Rp2 juta.

“Margin keuntungan dari tiap-tiap paket bisa mencapai 30%, tergantung kerumitan pengerjaan,” paparnya.

Dalam sebulan, rata-rata Zee Auto Detailing bisa melayani pengerjaan salon mobil hingga tujuh mobil, dengan lama pengerjaan hingga delapan jam untuk auto detailing dan hingga 12 jam untuk Ceramic Quartz Paint.

“Paling banyak permintaan biasanya pada musim kemarau, karena orang-orang merasa tidak akan sia-sia atau rugi karena risiko mobil yang sudah dipoles akan kehujanan,” katanya.

Adapun, kendala yang Steven rasakan sepanjang menjalani bisnis ini adalah kesulitan dalam memenuhi tenaga kerja, karena membutuhkan orang-orang yang memiliki ketertarikan dalam bidang auto detailing, serta harus bisa bekerja dengan sabar dan teliti.

“Agar pegawai bisa bekerja lebih optimal, saya tetapkan sistem gaji tetap per bulan dan ada komisi per mobil yang dikerjakan, juga ada bonus tambahan jika pelanggan merasa puas dengan hasil kerja mereka,” papar pria yang saat ini dibantu oleh empat tenaga kerja.

Di sisi lain, mental juga harus dipersiapkan untuk menghadapi klien. Pasalnya, masih banyak orang yang menyamakan jasa auto detailing dengan jasa poles mobil biasa yang ada di mal. Sehingga, para auto detailer sering dianggap kecil atau sama dengan tukang poles.

“Padahal perlu memiliki keahlian khusus untuk mengerjakan auto detailing, dan tidak semua orang bisa melakukannya,” keluhnya.

Sementara itu, untuk proses pemasaran jasanya, Steven memanfaatkan media offline dan online, seperti mencetak brosur dan membagikannya kepada orang-orang, membuat website yang menarik. Dia juga aktif berkumpul dan berinteraksi di forum-forum otomotif dan forum khusus auto detailing, agar namanya semakin dikenal.

“Tapi pemasaran yang paling efektif adalah dari mulut ke mulut, jadi kami harus bekerja optimal agar pelanggan yang puas bisa merekomendasikan jasa kami kepada kerabat dan rekan-rekannya,” katanya.

Supaya pelanggan bisa melihat hasil pengerjaan yang dilakukan tim Zee Auto Detailing, serta untuk meyakinkan para calon klien, Steven rajin untuk mendokumentasikan setiap perubahan dari setiap proses auto detailing, sehingga konsumen juga bisa melihat perbandingan antara sebelum dan sudah pengerjaan.

“Kalau mau terjun ke bisnis ini, pemilik usaha sebaiknya harus belajar dulu dan memiliki pengalaman pribadi, supaya tida mudah dicurangi orang lain atau pegawai sendiri, karena bisa mengecek hasil kerja akhir dan melihat mana saja yang terlewati,” paparnya.

Selain Steven, pemain lain yang mendapatkan keuntungan dari hobinya dalam dunia otomotif adalah Dicky Ferandy yang telah menjalankan bisnis auto detailing dengan nama Supa Clean Detailing sejak setahun terakhir.

Dicky yang mengawali bisnisnya dari hobi otomotif sejak masih duduk di bangku sekolah telah belajar banyak tentang perawatan mobil dari mulai membengkel, hingga mengecat mobil sendiri. Ilmu yang dia dapatkan berasal dari trial and error, tukang cat dan poles mobil serta informasi dari internet.

“Saya terus belajar proses detailing dari mulai pengamplasan cat, compounding, sampai finishing, hingga hasil akhir bisa sama seperti jasa salon mobil,” katanya.

Untuk mulai menjual jasa auto detailing home service, Dicky Ferandy perlu mengeluarkan modal sekitar Rp20 juta yang dipergunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan detailing, serta upah pegawai.

“Di luar pengadaan peralatan, juga butuh satu unit mobil operasional untuk menyimpan peralatan dan transportasi penyedia jasa,” katanya.

Adapun, jasa home service yang ditawarkan Supa Clean Detailing terdiri atas empat paket. Pertama, paket Exterior Detailing di mana pekerjaan yang dilakukan hanya pada bagian eksterior saja, seperti badan mobil, kaca, dan lampu dengan harga mulai dari Rp950.000.  

Kedua, paket Complete Detailing, yakni pekerjaan perawatan yang menyeluruh dari eksterior, pembersihan interior hingga ruang mesin dengan harga mulai dari Rp1,2 juta.

Ketiga, pake Complete +, yaitu paket Complete Detailing ditambah dengan perlindungan terhadap cat mobil dengan bahan glass atau ceramic coating menggunakan merek ternama, dengan harga mulai dari Rp1,95 juta.

Terakhir, paket Maintenance, yaitu jasa cuci dan wax secara home service dengan harga mulai Rp300.000. Paket ini juga sebagai bonus perawatan untuk pengambilan paket Complete Detailing atau Complete +.

Untuk proses pengerjaan salon mobil, Supa Clean membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 hari untuk complete detailing, tergantung dengan jenis dan kondisi kendaraan roda empat yang ditangani.

“Karena saya merangkap sebagai pegawai, margin keuntungan bisa mencapai 40%-50%. Selain itu, efisiensi peralatan dan produk juga berpengaruh,” paparnya.

Selama ini, Dicky mengaku banyak konsumen yang merasa keberatan dengan harga yang dipatok untuk jasa ini. Mereka menganggap harganya terlalu tinggi jika dibandingkan dengan jasa poles mobil yang selesai dalam waktu 2-3 jam.

“Agar bisnis ini dapat terus berkembang, perlu ada edukasi kepada masyarakat tentang auto detailing, bagaimana proses pengerjaannya dan seperti apa standarnya, supaya tidak disamakan dengan jasa poles mobil biasa,” katanya.

Tag : peluang usaha
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top