Bisnis.com, JAKARTA - Jika persaingan di bisnis bingkai foto dinilai sudah terlalu ketat, dan merasa tidak memiliki celah untuk mengembangkan bisnis itu, bukan berarti sama sekali tidak ada jalan.
Anda bisa mencoba untuk menjalankan bisnis yang masih berkaitan dengan bingkai foto, tetapi belum terlalu banyak pesaingnya. Misalnya bisnis penyewaan bingkai foto dan standing frame.
Peluang tersebut jeli ditangkap oleh Yudhi yang membuka jasa penyewaan standing frame sejak awal 2010, dan terus berlangsung hingga saat ini.
Standing frame berguna untuk menyangga pigura foto saat dipajang berdiri dan tidak ditempel di dinding, biasanya digunakan hanya untuk kegiatan atau acara khusus.
Pria yang berusia 34 tahun itu mengatakan standing frame sebenarnya tidak terlalu mahal, tetapi kebanyakan pengguna barang tersebut enggan membeli karena penggunaannya belum tentu setahun sekali.
“Melihat itu saya pun berpikir kenapa tidak mengembangkan usaha ini,” katanya.
Dia pun akhirnya menggelontorkan investasi sebesar Rp5 juta sebagai modal awal. Sebesar Rp4 juta digunakan untuk membeli standing frame, dan sisanya digunakan untuk promosi awal.
Hingga saat ini, respons yang diterimanya dari masyarakat cukup baik. Apalagi, dengan moncernya ritual pre-wedding, membuat standing frame dibutuhkan untuk memajang foto-foto mempelai saat pernikahan.
Yudhi menyediakan dua jenis standing frame, yakni penyangga dari bahan kayu jati belanda yang disewakan sebesar Rp250.000 per hari untuk dua unit, dan standing frame berbahan stainless yang disewakan Rp150.000 per hari per dua unit.
“Sebulan, rata-rata ada 15 kali peminjaman, dalam sekali peminjaman biasanya empat unit dan dipergunakan selama sehari,” imbuh pria yang berdomisili di Pamulang, Tangerang Selatan itu.
Yudhi tergolong royal masalah waktu peminjaman. Jika pada jasa penyewaan lain lama sewa satu hari dihitung sebagai 24 jam, maka dirinya menghitung sewa satu hari adalah sejak H-1 kegiatan ketika barang diantar, dan H+1 setelah kegiatan saat pengambilan barang.
Proses pemesanannya pun cukup mudah, tidak perlu repot-repot registrasi atau menjadi anggota terlebih dahulu, konsumen hanya perlu menghubunginya via pesan singkat.
Agar masyarakat tahu terkait dengan jasa yang ditawarkannya, dia aktif mengunggah artikel terkait jasa dan pelayanannya di website sewarentalstanding.com, serta secara berkala mengirimkan pesan singkat kepada pelanggan-pelanggannya.
“Kami juga menyebarkan brosur ke tempat-tempat potensial seperti gedung resepsi,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, dia akan terus meningkatkan pelayanan dan menjawab kebutuhan pelangganya dengan membuat paket-paket penyewaan. Selama ini, Yudhi hanya menyewakan standing frame satuan, dan ke depannya akan dilengkapi dengan persewaan bingkainya.
Setelah lima tahun menjalankan bisnis ini, dia tetap optimistis bisnis jasa persewaan yang dijalaninya itu masih berpotensi besar, didukung dengan kecenderungan orang yang tetap lebih memilih menyewa standing frame ketimbang membeli.