Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sampoerna Gelar Program After School

PT HM Sampoerna‎ menggandeng Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center mengadakan After School Program (ASP).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 09 Maret 2017  |  22:23 WIB
Sampoerna Gelar Program After School
Ilustrasi kegiatan siswa sekolah dasar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT HM Sampoerna‎ melalui Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) ‎telah menggandeng Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center mengadakan After School Program (ASP) dengan tema Pendidikan Keterampilan Hidup Bagi Siswa Sekolah Dasar Dalam Upaya Pencegahan Pekerja Anak di Pertanian Tembakau.

Ervin Pakpahan, Head of Stakeholder Regional Relations & CSR Sampoerna, ‎mengemukakan alasan pihaknya menyelenggarakan program tersebut yaitu untuk meningkatkan kesadaran seluruh siswa, guru dan orangtua mengenai pekerja anak dengan memperkenalkan hak dasar anak.

‎"Program ini adalah wujud komitmen Sampoerna dalam mengembangkan potensi anak-anak di lingkungan pertanian tembakau," tuturnya di Jakarta pada Kamis (9/3/2017).

Dia menjelaskan‎ program tersebut rencananya akan diselenggarakan di sejumlah wilayah seperti di Klaten dan Rembang (Jawa Tengah) serta Lumajang dan Jember (Jawa Timur). Menurutnya, kegiatan ASP tersebut akan diadakan pada 22 SD dan menjangkau lebih dari 5.000 siswa.

"‎Kegiatan ini butuh dukungan dari berbagai pihak termasuk orangtua, guru dan pemerintah karena kegiatan inisalah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa melalui kegiatan kreatif di pasca jam sekolah,” katanya.

Selama program ASP, seluruh siswa diberikan pendidikan, motivasi, dan keterampilan, sehingga menjauhkan mereka dari kegiatan yang tidak sesuai bagi anak-anak.

Dia menjelaskan kegiatan tersebut sejalan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59/2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA) dan Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, antara lain berupa pengadaan kondisi sosial dan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan anak, serta peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak.

"P‎uncak rangkaian kegiatan ASP, Sampoerna melaksanakan dua kegiatan lainnya, menampilkan kemampuan dan karya siswa yaitu Family Week-end Challenge (FWC) dan Student Creativity Exhibition (SCE)," ujarnya.

Sementara itu, Direktur STAPA Center Zainul Faizin menjelaskan‎ kegiatan Family Week-end Challenge bertujuan menjaga hubungan dan interaksi antara orangtua, siswa, dan guru. Menurutnya, interaksi ini diperlukan untuk memahami situasi pekerja anak.

"Di puncak kegiatan ASP Jember akhir Februari lalu, kegiatan SCE yang berbentuk acara Gebyar Seni dan Pameran Karya Siswa dilaksanakan oleh delapan SD," ujarnya.

Pembukaan acara dilakukan Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief dan dihadiri 200 orang yang terdiri dari perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Badan Lingkungan Hidup, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan Pemerintah Desa, Perwakilan dari Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kecamatan Mayang dan Kalisat, orangtua siswa, dan organisasi masyarakat yang mempunyai kepedulian pada isu anak di Kabupaten Jember.

Secara terpisah, Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief mengatakan akan mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat dibutuhkan semua pihak mulai dari orangtua, pendidik dan anak-anak, terutama dalam kaitan permasalahan pekerja anak.

"Saya berharap program ini dapat terus menjangkau seluruh wilayah Jember dan juga menginspirasi banyak pihak,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna
Editor : M. Syahran W. Lubis

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top