Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rahmad Pribadi, Sosok di Balik Buku Memupuk Kesuburan Menebar Kemakmuran

Indonesia harus mewujudkan kedaulatan pangan agar tidak sepenuhnya selalu tergantung pada produk pangan impor. Indonesia harus mencapai ketahanan pangan ketika berusia 100 tahun kemerdekaan agar mimpi sebagai bangsa besar pada 2085 dapat terwujud.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 03 Juli 2017  |  18:33 WIB
Rahmad Pribadi, Sosok di Balik Buku Memupuk Kesuburan Menebar Kemakmuran
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia harus mewujudkan kedaulatan pangan agar tidak sepenuhnya selalu tergantung pada produk pangan impor. Indonesia harus mencapai ketahanan pangan ketika berusia 100 tahun kemerdekaan agar mimpi sebagai bangsa besar pada 2085 dapat terwujud.

Gagasan itu merupakan intisari dari buku “Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran”  yang ditulis oleh delapan penulis muda yakni Gary Eka Luviano , Ummu Mu’minah Shoraya, Adinda Mirza Maulidya,  Yehezkiel Adiperwira, Iyan Fajri, Deni Dwiguna Sulaeman, Muhammad Ihwan Fahrurrazi dan Taufik Aldila Armaputra yang sehar-hari bekerja di PT Petrokimia Gresik.

Editor buku tersebut adalah Rahmad Pribadi, mantan Direktur SDM Petrokimia Gresik yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Baturaja.

Direktur Utama Gramedia Pustaka Utama Wandi S Brata mengatakan  buku tersebut merupakan salah satu jalan keluar penting yang harus dilakukan pemerintah dan bangsa Indonesia agar Indonesia tidak tergantung pada impor pangan dari negara lain.

“Saya kira, ini terobosan strategis yang dilakukan oleh Rahmad Pribadi sebagai Direktur SDM yang dengan berani mendorong dan sekaligus mau memberi kepercayaan kepada generasi muda untuk melihat masa depan bangsa dan negaranya,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (3/7/2017).

Menurutnya, buku tersebut merupakan cara pandang generasi muda terhadap masa depan negara yang sebenarnya masa depan mereka sendiri. “Ini penting sekali, karena menentukan posisi Indonesia ketika kelak para penulis muda ini menerima tongkat estafet kepemimpinan,” tegas Wandi S Brata.

Menurut Wandi S Brata, amat jarang seorang direksi memberi kepercayaan kepada generasi muda yang terkait dengan hal-hal strategis.

Buku “Memumpuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran” ini memberikan pencerahan dan petunjuk bagi bangsa Indonesia untuk segera melakukan sesuatu agar  Indonesia tidak terbeli oleh negara asing dengan cara terlanjur amat tergantung dari negara lain. 

Buku ini, kata Wandi, menjadi sangat penting bagi kita semua terkait dengan potensi terjadinya ledakan penduduk yakni hampir 10 miliar orang pada 2050.

Jumlah yang sedemikian besar membutuhkan pangan dan ini mendorong seluruh negara termasuk AS dan China, yang berpenduduk besar, mencari sumber pangan dan air. Mencari sumber pangan dan air ke tempat lain artinya harus menguasai negara tersebut dengan berbagai cara.

Diurai lebih lanjut, Indonesia memang belum dapat mencapai kedaulatan pangan mengingat bahwa sebagian bahan pangan hanya dapat diperoleh melalui impor seperti gandum, bahan baku roti dan mi.

Sementara itu, tanaman gandum itu sendiri tidak dapat hidup di alam tropis seperti Indonesia.  Jika ketahanan pangan tercapai pada 2045, diharapkan pada 2085 atau 70 tahun kedua kemerdekaan RI, mimpi bangsa Indonesia yang oleh Presiden Jokowi dikumpulkan melalui kapsul waktu, dapat terwujud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top