PELUANG USAHA: Kesukaan Berujung Bisnis

Rasa sukanya terhadap seni, terutama seni menggambar mengantarkan Babag Yodho Aries Solikhin untuk berkenalan dengan seni sketsa wajah. Tak disangka, hobinya menggambar ini berkembang menjadi usaha produktif untuk mengisi waktu kosong ketika dia tidak memiliki jadwal kuliah.
Amanda Kusumawardhani | 16 Oktober 2017 10:50 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Rasa sukanya terhadap seni, terutama seni menggambar mengantarkan Babag Yodho Aries Solikhin untuk berkenalan dengan seni sketsa wajah. Tak disangka, hobinya menggambar ini berkembang menjadi usaha produktif untuk mengisi waktu kosong ketika dia tidak memiliki jadwal kuliah.

Lingkungan tempat tinggalnya yang berada di kawasan kampus di Jember, Jawa Timur, juga diyakininya menjadi salah satu faktor cukup penting dalam meyakinkannya untuk menggeluti bisnis ini.

“Awalnya saya aktif di bidang seni musik, tetapi karena di Jember, bisnis musik sudah banyak, maka saya berpikir apa yang tidak dimiliki Jember saat ini. Nah, ketika itu saya berkenalan dengan seorang teman dan akhirnya setuju untuk membuka bisnis sketsa wajah,” tuturnya.

Meski diawali dengan niatan uji coba, bisnis yang dirintisnya dengan temannya tersebut ternyata mendapatkan respons cukup hangat. Apalagi, di kalangan mahasiswa, produk sketsa wajah ini tergolong tidak mudah ditemukan di Jember.

Saat momen wisuda, dia mengaku bisa mendapatkan pesanan cukup banyak. Karya sketsa wajah dianggap unik ketimbang produk lainnya misalkan foto yang hanya dibingkai dengan cara biasa.

Untuk memasarkan produknya, dia memanfaatkan keberadaan instagram @grizzlysketchbook dengan harapan produknya bisa diakses tidak hanya oleh konsumen di Jember, tetapi juga di luar Jember. Sampai saat ini, konsumennya sudah mencapai Malang dan Kediri.

Soal harga, dia mengaku tidak membandrol cukup mahal karena segmen pasar utamanya adalah mahasiswa. Jika dirinci, sketsa dengan 1 wajah termasuk bingkai dipatok senilai Rp55.000 dan sketsa 2 wajah dengan bingkai dibandrol Rp75.000.

Khusus sketsa wajah tanpa bingkai, dia mematok harga Rp40.000 untuk satu wajah dan Rp60.000 untuk dua wajah. Sementara itu, ukuran kertas sketsa yang digunakan maksimal 20 cm x 30 cm.

“Harga ini bisa berubah sesuai dengan permintaan konsumen dan tingkat kesulitan. Pernah ada konsumen yang ingin saya menggambar rambutnya dengan rapi karena foto yang dikirimkan rambutnya acak-acakan, ada juga yang minta digambar latar belakang berbeda,” tuturnya.

Sampai saat ini, dia mengaku belum berani menerima pesanan sketsa wajah dengan lebih dari 2 wajah. Pasalnya, sketsa lebih dari 2 wajah memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi dan membutuhkan ukuran kertas lebih besar serta peralatan tambahan.

Dalam sehari Babag dan rekannya berusaha menyelesaikan pesanan dengan estimasi 1-2 hari. Ketika foto sudah selesai dicetak, mereka akan segera membuat sketsa dasar dan hari berikutnya bisa menyelesaikan bagian lainnya.

“Bisnis ini masih memiliki prospek yang bagus ke depan. Kami juga ada rencana bekerjasama dengan kawan yang sudah menggeluti sketsa wajah tapi dengan memanfaatkan ampas kopi,” ujarnya.

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top