Pelindo III Bantu Penderita Tumor asal Aceh

Saat ini Sulthan tengah menjalani proses penyembuhan pasca operasi dengan terus dipantau kesehatannya oleh tim dokter. Setelah kurang lebih 9 jam operasi akhirnya tumor yang bersarang pada diri Sulthan dapat diangkat, sekarang masih kita lihat perkembangan pasca operasinya, kata Toto dalam keterangan tertulis, Selasa (27/3/2018).
Rivki Maulana | 28 Maret 2018 00:59 WIB
Ilustrasi - Reuters/Michael Buholzer

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memberikan bantuan operasi tumor Orbital Meningioma Sinistra kepada Sulthan Mahudin (14) asal Aceh Tengah. Sulthan masuk RS Pelindo Husada Cipta (PHC) pada 16 Februari 2018 dan kini dibolehkan pulang.

Human Capital and General Affairs Director Pelindo III, Toto Heli Yanto mengatakan, Sulthan mienjalani operasi pengangkatan tumor pada 8 Maret 2018. Operasi dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari 14 orang dan diketuai oleh dr. Wiyono Hadi, Sp.THT-KL.

Saat ini Sulthan tengah menjalani proses penyembuhan pasca operasi dengan terus dipantau kesehatannya oleh tim dokter. “Setelah kurang lebih 9 jam operasi akhirnya tumor yang bersarang pada diri Sulthan dapat diangkat, sekarang masih kita lihat perkembangan pasca operasinya,” kata Toto dalam keterangan tertulis, Selasa (27/3/2018).

Sulthan tak sengaja bertemu dengan Direktur Utama Pelindo III, Ari Askhara di Jakarta. Dia pun mendapat tawaran dari Pelindo III untuk pemeriksaan, operasi pembedahan, dan serta pengambilan tumor di RS PHC Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, Sulthan diketahui menderita Meningioma selama tujuh tahun dan belum diketahui penyebabnya dengan pasti. Tumor yang berada di mata sebelah kiri terus membesar sehingga merusak jaringan lunak mata, seperti otot mata, syaraf mata, dan kelenjar air mata.

Dengan kondisi itu, mata kiri Sulthan tidak bisa melihat dengan jelas. Ia pun terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan sejak bangku kelas 5 SD. Direktur PT Pelindo Husada Citra (PHC), dr. Agus Akhmadi, mengatakan langkah pertama yang dilakukan tim dokter RS PHC adalah pemeriksaan MRI atau Magnetic Resonance Imaging, berupa prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ.

Selanjutnya, pihak RS memeriksa Biopsi berupa pengambilan sampel jaringan atau sel untuk di analisis di laboratorium. Kemudian, tim dokter RS PHC melakukan Embolisasi Tumor untuk menghentikan pasokan aliran darah ke tumor sehingga meminimalisasi perdarahan saat operasi berlangsung. Pasca operasi, Sulthan dirawat di Ruang ICU selama 2 hari.

Totao mengatakan, penanganan kasus Sulthan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, Dia menyebut, Pelindo III sebagai BUMN merupakan bagian dari pemerintah dalam upaya memperhatikan masyarakat luas. “Kementerian BUMN meminta seluruh BUMN untuk turut menyejahterakan masyarakat dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Setelah operasi, Sulthan berharap dapat menempuh ujian Paket A dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. ”Untuk Bapak Ary serta Pelabuhan Indonesia III dan dokter Rumah Sakit PHC, saya ucapkan terimakasih banyak”, ujarnya.

Kini, kondisi penglihatan Sulthan yang awalnya sulit melihat pada mata kanan sudah membaik. Jemalim, ayah Sulthan berharap mata sebelah kiri juga berangsung bakal pulih selepas operasi.

Tag : tumor
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top