Deborah Dugan, Andalan Bono Gawangi (RED)

Kemitraan antara (RED) dan Apple kian menyala. Generasi baru iPhone varian merah iPhone 8 dan iPhone 8 Plus (PRODUCT) RED Special Edition resmi dirilis beberapa hari lalu. CEO (RED) Deborah Dugan mengerti benar efek kolaborasi dua merek ternama tersebut.
Renat Sofie Andriani | 16 April 2018 11:19 WIB
Deborah Dugan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kemitraan antara (RED) dan Apple kian menyala. Generasi baru iPhone varian merah iPhone 8 dan iPhone 8 Plus (PRODUCT) RED Special Edition resmi dirilis beberapa hari lalu. CEO (RED) Deborah Dugan mengerti benar efek kolaborasi dua merek ternama tersebut.

“Pengumuman ini [rilis pada 9 April 2018] adalah bukti lebih lanjut tentang kepemimpinan Apple serta komitmen terhadap perjuangan melawan AIDS sejak berdirinya (RED) pada tahun 2006,” ucap Deborah, dikutip dari laman resmi Apple.

Melalui kemitraan dengan (RED), kontribusi Apple disebutnya telah mencapai lebih dari US$160 juta dalam 11 tahun terakhir. Ini setara dengan lebih dari 800 juta hari pengobatan ARV (obat antiretroviral) yang dapat mencegah penularan HIV dari para ibu kepada bayi mereka.

Peluncuran kedua produk teranyar itu sekaligus memberi kesempatan bagi para konsumen untuk berkontribusi dalam Global Fund, suatu kemitraan swasta global untuk mencegah dan mengakhiri kasus HIV/AIDS, Tuberculosis, dan Malaria.

“Kami merasa terhormat Apple telah mendedikasikan sumber dayanya untuk tujuan kami. Kami tidak sabar untuk melihat konsumen menghidupkan misi kami melalui pembelian iPhone 8 dan iPhone 8 Plus (PRODUCT) RED Special Edition,” lanjut Deborah.

Tidak hanya Apple, (RED) juga menjalin kemitraan dengan merek ikonik lain seperti Starbucks dan Converse, dilansir Forty over 40. Di bawah kepemimpinan Deborah, kemitraan (RED) makin berkembang dengan menggapai nama besar seperti The Coca Cola Company, Bank of America, dan SAP.

Organisasi nirlaba yang membantu mencegah penularan virus HIV di berbagai negara ini telah menghimpun dana bernilai sekitar setengah miliar dolar untuk Global Fund serta mempengaruhi kehidupan sekitar 110 juta orang.

Oleh sang pendiri, Bono, Deborah disebut memiliki energi yang menyala-nyala dan kreativitas luar biasa. Apa lagi tentangnya?

Nilai Sosial Mengalir dalam Darahnya

Berasal dari wilayah Greenvale, New York, Deborah selalu memahami pentingnya nilai-nilai kehidupan. Ayahnya, Thomas M. Dugan, membantu mendirikan “Peace Corps” dengan Sargent Shriver, suatu program bersifat sukarela untuk anak-anak muda.

Ketika Deborah baru berusia enam tahun, sang ayah wafat. Pemakamannya dihadiri oleh Robert F. Kennedy, adik laki-laki Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy, rekan kerjanya di Departemen Kehakiman AS.

Lingkaran sosial berprofil tinggi ini memberi Deborah dukungan ketika kematian ayahnya meninggalkan dia dan ibunya dalam keadaan yang sulit. Ia banyak belajar tentang kehidupan dan nilai-nilai sosial. Tak heran jika layanan untuk masyarakat menjadi tujuan hidupnya.

Sederet Pengalaman

Dilansir Forbes, setelah lulus berkuliah di University of Florida, ia memulai perjalanan karirnya sebagai seorang pengacara yang mengurusi merger dan akuisisi di Wall Street. Meski demikian, ia merasa bidang yang digelutinya bermanfaat tanpa memberi inspirasi.

Ia selalu ingin apa yang dilakukannya mencerminkan hasratnya. Kemudian ia bergabung dengan “Volunteer Lawyers for Arts” untuk membantu seniman dan musisi berjuang menghadapi masalah-masalah hukum yang membelit mereka.

Baginya, pekerjaan ini lebih berarti daripada mengurusi transaksi bernilai jutaan dolar di Wall Street. Dia pun ditawari posisi penting di lembaga nonprofit tersebut dengan potongan gaji US$70.000 per tahun.

“Itu adalah salah satu hal paling cerdas yang pernah saya lakukan dalam karir saya. Orang-orang mengira saya benar-benar gila. Saya berada di jalur yang tepat untuk menjadi rekanan [pengacara]. Bekerja di Wall Street pada akhir tahun 80an sangat diimpikan siapapun,” kenangnya.

Ia memikirkan banyak hal tentang apa yang diinginkannya dan bagaimana ia melihat dirinya di masa depan. Setelah merenung, ia menyadari dan memutuskan tidak ingin menjadi rekanan dalam firma hukum. “Itu bukan diri saya yang sesungguhnya.”

Sembilan bulan kemudian dia digaet bekerja untuk startup label rekaman dengan upah dua kali lipat. Sekitar tahun 1990an ia menjabat Executive Vice President EMI Records serta menghabiskan tahun-tahun berarti di EMI tentang bagaimana menjalankan organisasi kreatif.

Pada tahun 1999, ia menjadi Presiden Disney Publishing di Walt Disney Company. Setelah delapan tahun menjabat, ia hengkang untuk menempati posisi CEO di Entertainment Rights sampai 2009.

Deborah juga diketahui pernah bertindak sebagai Penasihat Senior untuk Tribeca Enterprises Board, perusahaan media global terdiversifikasi berbasis di New York yang mengoperasikan bisnis hiburan bergengsi, termasuk Tribeca Film Festival, Tribeca Cinemas, dan Tribeca Film.

(RED)

Setelah mengarungi lebih dari 16 tahun pengalaman di lingkungan media, Deborah menerima tawaran tak ternilai. Pada September 2011, (RED) organisasi kemanusiaan nirlaba yang didirikan Bono dan Bobby Shriver, mengumumkan penunjukan dirinya sebagai CEO.

“Kami sangat gembira menyambut kepemimpinan Deborah Dugan untuk (RED),” ujar Bono dalam siaran pers organisasi ini.

“Dia memiliki energi yang menyala-nyala, kreativitas luar biasa, dan latar belakang bisnis yang hebat. Semua hal yang sangat baik bagi kami dan komunitas kesehatan global secara lebih luas,” lanjut vokalis grup musik U2 itu.

Organisasi yang berdiri pada tahun 2006 tersebut bertujuan menghimpun dana untuk melawan AIDS. Seluruh uang yang digalang (RED) langsung disalurkan ke Global Fund yang menyediakan program pengujian, konseling, pengobatan, dan pencegahan dengan fokus khusus menghilangkan penularan virus dari ibu ke bayi mereka.

Sebaliknya, Deborah menggambarkan Bono sebagai seorang yang sangat menginspirasi. “Dia membuatku berpikir dan merenung 'Apakah aku telah menjalani hidup yang sebaiknya?'” ujar Deborah.

Dengan dirinya di pucuk pimpinan, (RED) terus mendorong kegunaan media sosial untuk kepentingan sosial. Pada tahun 2011, (RED) diakui sebagai gerakan pertama yang mencapai angka lebih dari 1 juta pada Facebook dan Twitter.

(RED) juga menjadi organisasi nirlaba pertama yang meluncurkan Filter Global pada Snapchat dalam hal kemitraan dengan Bill & Melinda Gates Foundation, sekaligus menghimpun US$3 juta dalam satu hari.

Kemitraan (RED)

Kekuatan manusia dan nilai terletak pada inti dari model (RED). Apa yang konsumen beli mencerminkan nilai-nilai mereka dan bagaimana mereka memilih untuk hidup.

(RED) bermitra dengan merek-merek paling ikonik di dunia untuk memungkinkan konsumen memilih versi (RED) dari produk yang paling diinginkan, mulai dari iPhone (APPLE) RED hingga headphone (BEATS) RED. Pada saat yang sama, konsumen membantu menyelamatkan jutaan nyawa.

Dalam kegiatannya, (RED) bermitra dengan merek-merek ikonik, melalui 'ide pemasaran terbesar di dunia' untuk membantu orang-orang tak berdaya.

“Kami akan melakukan brainstorming tentang 'apa yang bisa kami lakukan' pada Hari AIDS Dunia yakni 1 Desember. Ini akan memiliki banyak titik kontak sekaligus menarik perhatian orang, karena kita sedang berjuang untuk hidup kita,” terangnya.

“Saya pikir yang jenius dari model kami adalah bahwa kami selalu muncul pertama kali dengan ide pemasaran yang besar dan kemudian melihat [pihak lain] ambil bagian di dalamnya,” lanjutnya.

Ide-ide terbaik (RED) disebutnya muncul saat satu perusahaan berdiskusi dengan perusahaan lain. “Mereka biasanya tidak berkolaborasi satu sama lain. Bahkan, seringkali mereka menjadi pesaing. Tetapi demi kaum tak berdaya, kami mengumpulkan mereka di ruangan yang sama,” jelas Deborah.

Perusahaan yang produknya menggunakan tanda (PRODUCT) RED memberi kontribusi persentase signifikan dari penjualan atau bagian dari laba dari produk tersebut untuk Global Fund.

Kekuatan merek-merek terbesar di dunia yang menyatukan satu warna dan satu tujuan, dengan memanfaatkan keahlian pemasaran mereka, memberi konsumen pilihan untuk memiliki produk hebat yang mereka cintai dan berdampak pada dunia.

Impian Menghentikan AIDS

Deborah telah didaulat masuk daftar “100 Most Powerful Women” untuk ‘Kewirausahaan Sosial’ oleh Forbes dan daftar “Top Women To Help Change the World” versi Elle. Ia dan (RED) juga menerima “Nelson Mandela's Change-makers Award” dari PTTOW.

“Saya mencintai bekerja di (RED) karena dapat menggunakan semua keahlian yang saya gunakan dalam bisnis. Saya menggunakan keahlian yang sama untuk mengubah dunia,” ujarnya.

Dalam suatu peringatan 10 tahun berdirinya (RED) di Davos pada Januari 2016, ia menegaskan berada di titik yang sangat penting dalam memerangi AIDS.

“Pada tahun 2002, terdapat 1.500 ibu dalam sehari yang menularkan virus HIV kepada bayi mereka. Saat ini 600 per hari,” ujar Deborah, dikutip CNBC.

“Jika kita melakukan hal yang benar pada tahun 2020, kita dapat secara virtual menghilangkan penularan HIV dari ibu kepada anak. Dan apabila pada tahun 2030 kita melakukan hal yang benar, mungkinkah kita bisa mengenyahkan AIDS dari planet ini?”

Tag : tokoh
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top