Tips Maksimalkan Produktivitas Karyawan Saat Ramadan

Secara psikologis, puasa bisa menyebabkan perubahan pada sifat seseorang, misalnya menjadi lebih sensitif. Dalam pekerjaan, faktor ini dapat berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Juni 2018 09:34 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan kue kering di pabrik PT Bonli Cipta Sejahtera di Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/12). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Secara psikologis, puasa bisa menyebabkan perubahan pada sifat seseorang, misalnya menjadi lebih sensitif. Dalam pekerjaan, faktor ini dapat berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas. 

Jika pengaruhnya terlalu besar, bisnis yang dijalankan bisa jadi melambat dan akhirnya banyak keputusan serta pertemuan penting ditunda hingga Ramadan berakhir. Untuk itu, ada langkah-langkah tertentu yang bisa dilakukan untuk memotivasi karyawan. 

Moka, sebuah perusahaan yang menyediakan sistem kasir bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memberikan tips untuk memaksimalkan produktivitas kerja karyawan saat Ramadan.

Pertama, sesuaikanlah jam kerja karyawan Anda. Sebagai contoh, beberapa negara mayoritas muslim seperti Arab Saudi atau Pakistan memotong jam kerjanya sebanyak 1-2 jam.

Di Indonesia, sebenarnya tidak ada UU yang menentukan secara tegas pengurangan atau penyesuaian jam kerja. Namun, ternyata banyak juga pemilik usaha yang memberikan dispensasi kerja untuk karyawan dengan alasan adanya perubahan aktivitas pada malam hari yang cenderung lebih banyak daripada biasanya.

Penyesuaian jam kerja pada bisnis pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau hanya mengikuti pemerintah atau perusahaan besar. Pasalnya, menjalankan bisnis UKM tidak sama dengan yang lain karena bisa berakibat pada kinerja karyawan dan profit usaha.

Misalnya, bank buka dan tutup satu jam lebih awal dari biasanya. Untuk pemilik usaha, jika mengikuti pola operasional toko seperti itu, Anda akan kehilangan banyak pelanggan dan keuntungan.

Pelaku UKM bisa menyesuaikan jam operasional berdasarkan jam ramai toko yang bisa dilihat pada laporan penjualan di Moka Backoffice. Berdasarkan data Moka, transaksi paling banyak mulai dari jam 11 siang dan pada saat Ramadan, transaksi terjadi paling banyak pada jam 5 sore.

Dari data tersebut, Anda bisa menyesuaikan jam operasional untuk buka lebih siang misalnya pada jam 11 siang.

Kedua, berikan apresiasi lebih untuk karyawan. Selain penyesuaian jam kerja, hal yang yang dapat meningkatkan produktivitas karyawan adalah dengan mengapresiasi kinerja mereka.

Apresiasi yang diberikan bisa berbentuk Tunjangan Hari Raya (THR) atau bonus tambahan. THR telah ditentukan oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan dan merupakan kewajiban pemilik usaha kepada karyawannya. 

Selain THR, melibatkan karyawan dalam rencana kerja juga bisa meningkatkan semangat karyawan untuk tetap produktif. Berdasarkan survei yang dilakukan American Psychological Association, berpuasa selama sebulan ternyata berpotensi membuat karyawan sukses.

Jadi, untuk menghilangkan hal negatif ketika Ramadan, pemilik usaha sedapat mungkin membuat karyawan merasa diterima dengan melibatkan mereka dalam berbagai keputusan bisnis serta memberikan waktu ibadah dan berbuka yang cukup. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips bisnis

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top