Apa Jargon Bisnis Paling Populer? Simak Hasil Riset Ini

Grant Thornton LLP, US Member Firm dari Grant Thornton International, melakukan analisis terhadap 124 jargon perusahaan yang terdapat dalam situs perusahaan, liputan berita, dan media sosial perusahaan kelompok Fortune 500 selama kuartal I 2018.
Yusran Yunus | 26 Juni 2018 15:12 WIB
Kantor Grant Thornton di Jakarta - ist

Bisnis.com, JAKARTA - Grant Thornton LLP, US Member Firm dari Grant Thornton International, melakukan analisis terhadap 124 jargon perusahaan yang terdapat dalam situs perusahaan, liputan berita, dan media sosial perusahaan kelompok Fortune 500 selama kuartal I 2018.

Fortune 500 adalah daftar tahunan yang diterbitkan oleh majalah Fortune yang memeringkatkan 500 perusahaan umum dan milik pemerintah teratas berdasarkan pendapatan bruto.

Hasil analisis tersebut dinamakan Grant Thornton Corporate Jargon Index, berisikan daftar peringkat jargon dan berbagai istilah bisnis yang umum digunakan dan diukur melalui platform Brandwatch.

Indeks yang baru pertama kali diluncurkan ini menarik data dari 124 istilah bisnis utama periode 1 Januari-31 Maret 2018. Grant Thornton Corporate Jargon Index adalah bagian dari platform  Status Go perusahaan yang menekankan cara berpikir ke depan untuk menghadirkan hasil lebih baik buat klien.

Berdasarkan hasil Grant Thornton Corporate Jargon Index terungkap jargon dengan penggunaan terbanyak alias terpopuler sepanjang kuartal pertama tahun ini adalah Best in Class, dengan kemunculan sebanyak 71. 729 kali.

Jargon bisnis terpopuler kedua adalah Value Add dengan kemunculan 56. 657 kali, disusul Game Changer 48.862 kali, dan Action Plan 26.863 kali, serta On the Same Page 26.333 kali. Rata-rata kemunculan dari total 124 jargon bisnis ini adalah 7.868 kali.

National Managing Principal of Advisory Services Grant Thornton LLP-United States, Srikant Sastry menjelaskan penggunaan jargon bisnis yang tepat sangat penting. Sebab jargon atau bahasa slank yang menjalar dan berkelanjutan dapat  mengganggu industri dengan berbagai istilah yang kurang bermakna.

“Siapa pun yang berkecimpung di dunia bisnis dapat menjadi pencetus penggunaan jargon yang berlebihan. Bahkan kenyataannya penyedia jasa profesional dapat dikategorikan sebagai pelaku utama," kata Srikant dalam pernyataan persnya, Selasa (26/6/2018).

Indeks juga menampilkan jargon-jargon yang paling sedikit muncul dalam penggunaan komunikasi bisnis sehari-hari. Seperti Sharpen the Pencil yang tercatat paling sedikit digunakan, karena hanya 33 kali dipakai.  Berikut jargon bisnis yang tidak populer digunakan yakni Run It up the Flagpole sebanyak 41 kali, Put a Pin in It 45 kali, Give 110 Percent 61 kali, dan Singing from the Same Hymn Sheet 68 kali.

Grant Thornton Corporate Jargon Index juga mencatat Corporate Values sebagai jargon yang mengalami kenaikan popularitas tertinggi, yakni 190% di kuartal pertama tahun ini. Sedangkan Tiger Teams berada di puncak daftar penurunan popularitas tertinggi, yakni minus 85%.

Tag : brand, brand awareness
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top