Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Alasan Pengaruh Lebih Penting daripada Brand Awareness

Ketika perusahaan seperti Walmart dan Amazon mungkin telah mengambil pangsa pasar tambahan dengan kemampuan mereka untuk menawarkan harga yang lebih rendah, Toys "R" Us kemungkinan besar akan bertahan
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  12:50 WIB
Ilustrasi brand awarness
Ilustrasi brand awarness

Bisnis.com, JAKARTA -- Banyak pengusaha memiliki fokus yang salah pada kesadaran merek atau brand awareness, tetapi kesadaran merek saja tidak menciptakan atau bahkan menjamin konversi dan penjualan.

Kita lihat "Toys "R" Us sebagai contoh. Mereka berbisnis selama 70 tahun sebelum akhirnya mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 dan setelah itu dilikuidasi.

Ketika perusahaan seperti Walmart dan Amazon mungkin telah mengambil pangsa pasar tambahan dengan kemampuan mereka untuk menawarkan harga yang lebih rendah, Toys "R" Us kemungkinan besar akan bertahan jika mereka memanfaatkan pengaruh mereka terhadap masyarakat dengan lebih baik.

Pada saat mereka mengajukan kebangkrutan, hampir setiap generasi yang hidup di AS memiliki brand awareness aktif terhadap merek tersebut.

Pada 2019, National Retail Federation mengatakan: "Hampir 9 dari 10 orang tua mengatakan bahwa anak-anak mereka memengaruhi setidaknya beberapa aspek dari pembelian mereka, baik untuk barang-barang rumah tangga atau untuk anak-anak itu sendiri."

Ini bukanlah tren baru dalam perilaku belanja. Bisnis dan wirausahawan harus responsif terhadap perubahan pasar tanpa menjadi impulsif atau tidak mampu membaca kondisi pasar.

Jangan membuat kesalahan yang sama. Berikut adalah lima alasan mengapa pengaruh (influence) lebih penting daripada kesadaran merek (brand awareness), menurut Entrepreneur.

1. Kesadaran merek tidak akan melindungi Anda dari kebangkrutan

Brand awareness

Konsumen masih sangat bergantung pada rekomendasi produk dan layanan, itulah sebabnya pemasaran influencer masih berfungsi dengan baik. Saat konsumen menunjukkan keinginan, biarkan mereka memengaruhi arah pemasaran Anda. Kesadaran merek tidak terjadi dalam semalam atau dengan satu orang. Pengaruh konsumen yang tepat dan etis dapat memberikan hasil langsung dan dapat dimulai dengan satu tindakan atau orang. Bahkan mungkin menyelamatkan bisnis agar tidak bangkrut.

2. Situasi negatif dapat menciptakan peluang

Peluang

Jika Anda membuat kesalahan sebagai perusahaan atau merek, akui saja. Tawarkan permintaan maaf yang tulus, lalu segera ambil tindakan korektif. Terapkan strategi untuk mencegah skenario berulang. Konsumen sering kali bersedia memaafkan kesalahan jika perusahaan bersedia bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.

3. Influence secara langsung mempengaruhi perilaku sementara Brand Awareness mungkin tidak

Pengaruh

Misalkan seorang kolega bertanya kepada Anda apakah Anda pernah mendengar tentang hamburger dan kentang goreng. Anda mungkin berpikir, siapa yang tidak pernah?

Itu adalah beberapa makanan favorit Anda. Bahkan, Anda tahu dari mana asalnya dan di mana membelinya, cara memasaknya, dan semua cara penyajiannya. Tetapi Anda mungkin memesan menu lain untuk makan siang.

Jika rekan kerja yang sama berkata, "Hei, ayo kita makan hamburger dan kentang goreng," Anda mungkin setuju. Mengetahui tentang sesuatu dan mengkonsumsinya adalah dua hal yang sangat berbeda. Pengaruh sekali lagi unggul terhadap kesadaran merek.

4. Brand yang aktif melakukan juga akan fokus berinovasi

Inovasi

Tren lain yang telah meningkat selama beberapa waktu dalam produk dan layanan B2C adalah personalisasi. Apakah ada segelintir orang yang belum pernah mendengar tentang McDonald's? Mereka ahli dalam brand awareness, tetapi itu saja tidak mengoptimalkan keuntungan mereka. Mereka selalu mencari cara untuk memengaruhi pembelanjaan konsumen dengan menggunakan pendekatan inovatif untuk meningkatkan pengalaman konsumen.

Menurut artikel tahun 2019 di The New York Times, “Di beberapa drive-through, McDonald's telah menguji teknologi yang dapat mengenali nomor pelat, memungkinkan perusahaan menyesuaikan daftar pembelian dengan pesanan sebelumnya dari pelanggan, selama orang tersebut setuju untuk menandatangani data. "

5. Setiap orang memiliki pengaruh atas seseorang

Orang-orang berbicara dan berbagi cerita. Baik itu secara langsung atau dalam bentuk digital, bisnis Anda akan lebih sering disebutkan daripada yang Anda kira. Setiap interaksi yang dimiliki merek Anda dengan orang lain, apakah mereka pelanggan atau bukan, adalah peluang untuk segera memengaruhi opini dan tindakan mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis brand awareness
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top