8 Sociopreneur Indonesia Tembus Kompetisi Seratus Wirausaha Sosial se-Asia

Mereka berhasil mengalahkan 870 wirausaha social dari 42 negara yang mendaftar dalam perhelatan wirausaha social se-Asia tersebut.
Dewi Andriani | 10 Agustus 2018 00:59 WIB
Nazava, salah satu usaha sosial yang lolos DBS-NUS Social Venture Challenge Asia 2018 - repro

Bisnis.com, JAKARTA – Delapan sociopreneur asal Indonesia masuk dalam jajaran 100 wirausaha sosial DBS-NUS Social Venture Challenge Asia 2018. Mereka berhasil mengalahkan 870 wirausaha sosial dari 42 negara yang mendaftar dalam perhelatan tersebut.

Para wirausaha tersebut memiliki sejumlah bisnis mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan dan big data, sampai dengan pengelolaan air minum serta pembinaan usaha mikro.

Seratus wirausaha sosial terpilih akan melanjutkan ke tahap penjurian yang akan diselenggarakan pada Juli-Agustus 2018. Pada akhirnya, beberapa wirausaha sosial terbaik akan memperoleh dana sekitar Rp1 miliar. 

DBS-NUS Social Venture Challenge Asia 2018 merupakan ajang global tahunan yang diselenggarakan oleh NUS Enterprise and DBS Foundation. Tujuannya untuk menjaring dan mendukung kewirausahaan sosial yang baru berdiri dan berpotensi menciptakan dampak sosial yang positif, terukur dan berkesinambungan. 

Masuknya delapan wirausaha sosial asal Indonesia tersebut membuktikan bahwa aksi nyata generasi muda Indonesia dalam memberdayakan masyarakat sekitar demi kepentingan bersama patut diperhitungkan. Kepedulian sosial di antara generasi muda Indonesia pun semakin meningkat, terbukti dengan semakin maraknya wirausaha-wirausaha sosial yang bermunculan dalam beberapa tahun terakhir.

Wirausaha sosial adalah suatu peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Berikut ini adalah delapan wirausaha sosial asal Indonesia yang masuk ke dalam peringkat 100 besar.

1.     Nazava Water Filters

Sektor : Energi dan Lingkungan

PT Holland for Water adalah perusahaan sosial dengan tujuan agar setiap orang, di manapun berada, dapat mempergunakan sumber air untuk kebutuhan harian dengan aman, hemat dan terjangkau.  Sebagaimana di negara maju, diharapkan air dapat langsung diminum dari keran tanpa perlu diolah terlebih dahulu.  PT HfW melakukan upaya ini dengan menjual filter air minum yang terbaik dan terhemat bernama Nazava.  

Nazava juga berkomitmen untuk menghadirkan alternatif air minum yang mudah dan ekonomis. Cara-cara konvensional seperti merebus air, membeli air galon dan menggunakan jasa air isi ulang bisa dikatakan boros waktu dan tidak ekonomis sama sekali, serta masih ada kemungkinan bakteri yang lolos dari cara-cara konvensional tersebut.

Situs web: www.nazava.com

2.     Sirtanio Organik Indonesia

Sektor : Pertanian

Sirtanio Organik Indonesia adalah produsen beras organik terkemuka di Indonesia yang memasok kebutuhan pasar secara berkelanjutan. Sirtanio memproduksi beras merah dan campuran beras organik. Sirtanio Organik Indonesia hadir untuk meningkatkan kesejahteraan petani padi di Indonesia melalui sistem pertanian padi organik terpadu, termasuk pelatihan manajemen budidaya padi, pinjaman bibit, pekerja terampil dan pupuk. Pembelian harga panen ditentukan oleh kontrak dengan margin 20-30% di atas harga setempat.

Situs web: www.organikbanyuwangi.com

3.    SukkhaCitta

Sektor : Mode dan Ritel

Kebanyakan kain buatan tangan yang ditemukan di pasar saat ini dibuat di pabrik atau dijual melalui perantara. Ini membuat orang-orang yang membuat kain tersebut tidak terlihat, bahkan terjebak dalam kemiskinan. Didorong oleh keinginan untuk menciptakan perubahan dalam industri ini, SukkhaCitta memutuskan untuk membuat standar sendiri yaitu  #MadeRight yang berarti bahwa setiap kain memberikan upah yang layak, mempromosikan praktik-praktik ramah lingkungan, juga mempertahankan budaya melalui reinterpretasi modern warisan Indonesia. Dimulai dari pedesaan dengan memberikan akses bagi para pengrajin yang terpinggirkan.

Situs web: www.sukkhacitta.com

4.     Waste4Change

Sektor : Energi dan Lingkungan

Indonesia berkontribusi sebesar 0,48-1,29 juta ton limbah ke laut. Sedangkan dalam satu hari, Jakarta dapat menghasilkan 7,200 ton limbah. Berangkat dari hal tersebut Waste4Change hadir untuk  menyediakan layanan pengelolaan limbah dari hulu ke hilir dengan tujuan mengubah perilaku orang terhadap pemborosan. Angka ‘4’ dalam nama Waste4Change terdiri dari empat hal, yaitu: Consult memberikan konsultasi berdasarkan penelitian mendalam dan pelatihan tentang pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, Campaign memberikan edukasi kepada perusahaan, tempat tinggal, sekolah hingga komunitas tentang pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, Collect mengumpulkan limbah dari daerah perumahaan atau komersial ke situs Waste4Change, Create berkolaborasi dengan mitra terpercaya untuk mengubah limbah menjadi bahan daur ulang.

Situs web: www.waste4change.com

5.     Kendal Argo Atsiri

Sektor : Pertanian

Fokus dalam menyuling daun cengkeh yang tidak terpakai menjadi minyak esensial alami, dan merupakan satu-satunya produsen minyak cengkeh di Indonesia yang mengekspor ke luar negeri secara langsung. Serta memberdayakan penduduk desa untuk mengatasi kemiskinan dengan menyediakan pekerjaan dalam mengumpulkan daun cengkeh dan penanaman nilam. Mereka juga mendirikan The Kendal Smart House sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak lokal untuk mengakses buku dan komputer.

Situs web: www.khafidzn.blogspot.com

6.     Mendekor

Sektor : Mode dan Ritel

Mendekor terbentuk atas cita-cita dan idealisme anak bangsa yang mau berkontribusi dalam memajukan industri kreatif di Indonesia. Mendekor memberikan layanan dalam mendesain, memproduksi dan menjual furniture serta dekorasi berkualitas tinggi namun terjangkau untuk perumahan dan komersial. Mendekor membantu menciptakan peluang kerja dan meningkatkan standar hidup bagi pengrajin lokal di desa.

Situs web: www.mendekor.com

7.     Smash

Sektor : Energi dan Lingkungan

Smash atau yang merupakan kependekan dari Sistem Online Manajemen Sampah adalah platform terpadu untuk berbagai pengelolaan sampah di Indonesia. Melalui aplikasi seluler ini Smash membantu memfasilitasi dan meningkatkan partisipasi aktif di antara konsumen dan masyarakat untuk menjadi lebih sadar tentang sampah dengan menghubungkan Bank Sampah di seluruh Indonesia, serta menghubungkan nasabah dengan Bank Sampah terdekatnya hingga bekerja sama dengan pemerintah sebagai modul Smart City untuk pengelolaan sampah di daerah tersebut.

8.     GandengTangan

Sektor : Layanan Keuangan

GandengTangan adalah penghubung bagi para pemilik usaha mikro yang membutuhkan pembiayaan dengan para investor yang ingin memberikan dampak sosial. Melalui investasi jangka pendek, GandengTangan menghadirkan sistem pendanaan yang aman dan transparan agar kedua belah pihak dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. GandengTangan memberikan pelayanan mulai dari menyeleksi dan mendampingi usaha mikro yang akan menerima pembiayaan, membantu usaha mikro di Indonesia berkembang dengan berinvestasi mulai dari Rp50.000.

Situs web: www.gandengtangan.org

Tag : WIRAUSAHA SOSIAL
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top