Thermos Back To School untuk Salurkan Minat dan Bakat Anak-Anak

PT Thermos Indonesia Trading kembali mengadakan program Thermos Back to School dengan menggelar perlombaan menggambar untuk anak-anak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Agustus 2018  |  19:39 WIB
Thermos Back To School untuk Salurkan Minat dan Bakat Anak-Anak
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Thermos Indonesia Trading kembali mengadakan program Thermos Back to School dengan menggelar perlombaan menggambar untuk anak-anak.

Acara yang digelar di Kidzania Mall Pacific Place Jakarta, Sabtu (25/8) juga dibarengi dengan sesi parenting talk show yang membahas mengenai pentingnya memilih wadah vakum makanan dan minuman yang aman untuk anak-anak dan juga dampak bahaya dari penggunaan wadah berbahan plastik.

Program Thermos Back to School merupakan bentuk komitmen Thermos Indonesia untuk meningkatkan bakat dan kreativitas anak melalui kegiatan yang edukatif, dalam kesempatan yang sama Thermos Indonesia juga melakukan sosialisasi kepada orang tua mengenai bahaya penggunaan wadah plastik dan mengajak para ibu khususnya untuk lebih selektif memilih wadah vakum makanan dan minuman untuk anak-anaknya.

"Thermos Back To School merupakan program yang digelar setiap tahun. Acara ini bertujuan untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak melalui berbagai perlombaan salah satunya lomba menggambar," ujar Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Indonesia.

Di samping itu, sambungnya, melalui momen itu Thermos ingin mengajak para orang tua untuk mulai menggunakan wadah vakum container makanan dan minuman yang terbuat dari bahan stainless steel daripada bahan plastik karena lebih aman bagi kesehatan.

Wadah plastik seperti botol minum, kotak makan, botol plastik air mineral, gelas plastik dan susu botol telah menjadi bagian dari alat konsumsi kebutuhan sehari-hari.

Akan tetapi, harus diketahui bahwa wadah berbahan plastik mengandung materi berbahaya yang dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi perkembangan anak-anak, bahaya zat-zat kimia yang terkandung dalam plastik dapat mengganggu sistem saraf motorik anak. Dampaknya akan terlihat dalam jangka waktu yang panjang dan yang paling berbahaya lagi adalah potensi terkena penyakit kanker.

Efriyani Djuwita, pakar psikolog Anak, mengatakan bahwa saat ini rang tua harus lebih waspada dalam memilih wadah untuk menyimpan makanan dan minuman untuk anak-anaknya.

"Saya menganjurkan untuk tidak menggunakan wadah berbahan plastik karena potensi bahaya zat kimianya dapat mempengaruhi perkembangan sistem motorik anak untuk jangka panjang," ungkapnya.

Beberapa gejala yang dapat terjadi, seperti gangguan konsentrasi pada anak, kemampuan belajar jadi menurun, pertumbuhan fisik yang lebih lambat, dan yang paling berbahaya adalah penyakit kanker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anak-anak

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top