Berkah Energi Pertamina Dinilai Efektif Membangun Perilaku Masyarakat

Program Berkah Energi Pertamina dinilai sangat efektif membangun perilaku masyarakat, terutama, mendorong konsumen untuk membeli produk unggulan, seperti bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan pelumas.
Newswire | 02 Oktober 2018 20:21 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Program Berkah Energi Pertamina dinilai sangat efektif membangun perilaku masyarakat, terutama, mendorong konsumen untuk membeli produk unggulan, seperti bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan pelumas. 

“Efektif. Kecil kemungkinan konsumen yang sudah bermigrasi ke Pertalite atau Pertamax series, akan membeli lagi BBM dengan oktan rendah,” kata Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali, Selasa. 

Efektivitas program tersebut, imbuh Rhenald, karena perilaku yang terbangun akan membuat mereka memahami manfaat produk berkualitas. Dengan demikian, ketika mempergunakan BBM dengan oktan tinggi misalnya, konsumen tersebut bisa merasakan manfaatnya bagi kendaraan yang mereka pergunakan.  

Begitu pula ketika menggunakan LPG 12 Kg atau Bright Gas, masyarakat sadar bahwa memang produk tersebut yang sesuai dengan peruntukan mereka dan tidak menyalahi hak kalangan tidak mampu. “Hanya saja, agar semakin efektif maka harus dibarengi dengan ‘hukuman’.  Misalnya dengan mengurangi pelayanan SPBU di jalur BBM oktan rendah,” kata Rhenald. 

Strategi membangun perilaku semacam itu, menurut Rhenald, pernah dilakukan BCA. Bedanya, kalau program Berkah Energi Pertamina dilakukan dengan memberikan insentif, maka yang dilakukan bank tersebut adalah dengan memberi ‘hukuman’.  Ketika itu, agar mengurangi antrean nasabah di depan counter, BCA memberlakukan biaya tambahan pelayanan. Dengan demikian, masyarakat kemudian berpindah ke pelayanan ATM, dan bahkan kemudian ke internet banking serta mobile banking.  

Terobosan itu, kata Rhenald, memang selayaknya diapresiasi. Sebab selama ini masyarakat seolah-olah dimanjakan dengan harga migas yang murah. Padahal, produk yang lebih murah tersebut, sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan tidak mampu.

“Apalagi migas juga merupakan barang impor, sehingga masyarakat seharusnya menyadari bahwa produk migas merupakan barang mewah. Dan kalau sudah merupakan barang mewah maka perilaku masyarakat juga harus dibangun,” katanya.  

Program Berkah Energi Pertamina yang berlaku serentak di seluruh Indonesia, mulai 9 Agustus 2018 hingga 31 Juli 2019, memang meningkatkan konsumsi BBM berkualitas. Di Maluku, misalnya, konsumsi Pertalite meningkat hingga 16%. Sedangkan di Papua, Pertamax melonjak hingga 31%. Bahkan di Maluku Utara, Dexlite meningkat sampai 93%.

Cara mengkuti program ini, masyarakat harus mengunduh aplikasi My Pertamina melalui Google Play atau App Store dan kemudian melakukan registrasi. Melalui program ini pula, konsumen yang membeli produk unggulan yaitu Pertamax series, Dex series, Pelumas Enduro series dan Fastron series, serta Bright Gas dan Elpiji 12, berkesempatan memperoleh hadiah sangat menarik. Di antaranya paket umrah, Mercedes Benz Cabriolet, Harley Davidson Softail, Kijang Innova Diesel, dan Yamaha N-Max.

Tag : pertamina
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top