Edukasi Duit: Uang itu Seperti Balon, Apa Maknanya?

Saya ingin menawari Anda. Tawarannya kira-kira begini, kalau saya mau beri Anda uang, Anda memilih saya memberikan uang Rp2 miliar secara sekaligus atau Anda memilih saya berikan Rp20 juta per bulan selama 20 tahun?
News Writer | 13 Desember 2018 13:49 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Saya ingin menawari Anda. Tawarannya kira-kira begini, kalau saya mau beri Anda uang, Anda memilih saya memberikan uang Rp2 miliar secara sekaligus atau Anda memilih saya berikan Rp20 juta per bulan selama 20 tahun?

Ada  sebagian dari Anda yang barangkali memilih Rp2 miliar di depan. Berikan ke saya sekarang juga, kira-kira begitu. Dengan Rp2 miliar, Anda bisa liburan, beli mobil baru, atau yang lainnya. Tetapi mungkin ada yang memilih sebaliknya.

Bilamana Anda mengerti makna uang, pilihan tentu yang kedua. Uang Rp20 juta per bulan. Mengapa? Salah satu sifat uang adalah menyusut nilainya dalam bentuk harga. Dengan uang Rp20 juta, Anda mungkin bisa melakukan cicilan pembelian properti harga Rp2 miliar dalam waktu 7 tahun saja.

Nilai properti Anda bisa jadi langsung naik, aset Anda bertambah. Jika dalam waktu tertentu properti dijual lagi, boleh jadi harganya sudah dua kali lipat.

Itu alasan kenapa saya selalu menyarankan untuk berinvestasi di properti. Uang senilai Rp1 juta, bisa setara dengan Rp5 juta dalam 7 tahun ke depan.

Maka jangan salahkan teori investasi yang ditawarkan para perencana keuangan. Jika ditanya, kapan waktu yang tepat untuk investasi, jawabannya tentu sekarang juga. Karena apa, investasi tidak bisa ditawar lagi, sedangkan nilai future uang terus menyusut.

Misalnya, Anda pernah melihat-lihat proyek properti atau apartemen di Serpong tahun lalu. Ketika And adatang ke sana lagi, properti yang Anda lihat itu tentu secara nilai sudah naik. Sementara Anda masih lihat sana lihat sini.

Kalau saja Anda beli properti saat itu juga, mungkin sudah bisa menikmati capital gain. Nah kalau menunda-nunda, bisa jadi uang Anda saat ini hanya cukup untuk ngontrak saja, aset tidak digenggaman.

Uang tunai semakin menyusut. Maka, kalau ada yang masih menyebut uang sebagai alat tukar, lalu disimpan di bank berkembang, sebenarnya tidak lagi. Uang itu sudah seperti balon, hari ini Anda tiup, mengembang, besok Minggu mungkin sudah kempis.

Jadi, tinggalkan pemahaman konsep lama Anda soal uang. Jangan hanya menyimpan uang. Belanjakan untuk meningkatkan aset Anda.

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Motivator Uang.

Penulis buku seri Money Intelligent, New Money, dan New Money: Riba Siapa Bilang?

Untuk pertanyaan bisa diajukan lewat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Tag : investasi, properti, Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top