Jadi CEO Terbaik Dua Tahun Berturut-turut, Siapa Pablo Isla?

Dua tahun berturut-turut, Pablo Isla, CEO Inditex, raksasa fesyen di belakang merek ternama seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear membawa pulang titel CEO berkinerja terbaik versi Harvard Business Review.
Renat Sofie Andriani | 07 Januari 2019 11:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Dua tahun berturut-turut, Pablo Isla, CEO Inditex, raksasa fesyen di belakang merek ternama seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear membawa pulang titel CEO berkinerja terbaik versi Harvard Business Review.

Sejak ditunjuk memimpin Inditex oleh sang pendirinya, miliarder Spanyol Amancio Ortega, pada 2005, Isla telah membawa perusahaan menjadi penguasa jaringan toko pakaian dan aksesoris global.

Di bawah kepemimpinan Isla, jumlah toko milik Inditex bertambah dari 2.692 pada 2005 menjadi lebih dari 7000 toko satu dekade kemudian, seperti dilansir dari Morning Futures.

Tampilan Zara yang ikonik menaklukkan China sekaligus memegang kepemimpinan dalam e-commerce. Capaian ini menambah strategi pertumbuhan mereknya yang telah sukses. 

Inditex pun semakin ekspansif dengan mengendalikan merek Massimo Dutti, Bershka, Pull&Bear, Stradivarius, Oysho, dan Uterque.

Namun, orientasi bisnisnya tidak menghalangi Isla untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu lingkungan, sesuatu yang seringkali berlawanan dengan kepentingan ekonomi.

Isla bertekad menjadikan Inditex “Toxic free” atau bebas bahan beracun. Tak main-main, perusahaan berkomitmen membebaskan produk-produknya dari zat-zat berbahaya serta mengurangi konsumsi energi hingga 50% pada tahun 2020.

Entah nanti akan berhasil atau tidak, tekad Isla tampaknya telah cukup untuk mengamankan posisinya sebagai CEO terbaik di planet ini untuk kali kedua.

Pemimpin Unggul

Selama dua tahun berturut-turut, yakni 2017 dan 2018, Harvard Business Review mendapuknya sebagai CEO terbaik di antara lebih dari 900 pemimpin bisnis yang tersebar di puluhan negara.

Editor in Chief Harvard Business Review Adi Ignatius mengungkapkan hal yang menjadi salah satu penilaian untuk kinerja seorang CEO. Mereka mempertimbangkan CEO yang konsisten memberi kinerja keuangan yang kuat dalam jangka panjang.

“Dalam lingkungan bisnis yang seringkali terobsesi dengan harga saham dan kinerja kuartal ini, pemeringkatan kami mengambil tolok ukur yang melampauinya,” ujar Ignatius.

Publikasi ini memperhitungkan return pemegang saham secara keseluruhan dan peningkatan kapitalisasi pemasaran sejak seorang CEO memulai perannya. 

Harvard Business Review juga mengevaluasi indikator lingkungan, sosial dan tata kelola yang dihimpun oleh CSRHub dan Sustainalytics.

Selama belasan tahun bercokol di Inditex, Isla telah membawa nilai pasar perusahaan meningkat berkali-kali kali lipat, terlibat dalam ekspansi global dengan rata-rata membuka satu toko baru sehari, dan menjadikan Inditex sebagai perusahaan Spanyol yang paling berharga.

Sejak mengambil alih Inditex pada 2005, Isla telah mampu memperluas pasarnya dan meningkatkan merek yang dikelolanya menjadi delapan merek yakni Zara, Pull&Bear, Massimo Dutti, Bershka, Stradivarius, Oysho, Zara Home, dan Uterqüe.

Di bawah kepemimpinannya, Inditex mencatat kenaikan pendapatan 11,5% untuk enam bulan pertama 2017. Dilansir Fashion United, Inditex meraih dukungan lokal yang kuat dari Agustus hingga September 2017 untuk peningkatan penjualan 12% dalam platform online dan offline.

Inditex juga dikenal mendukung keberagaman pada tenaga kerja dengan telah memiliki lebih dari 171.000 karyawan di seluruh dunia dari 97 kebangsaan berbeda.

“Ini adalah tim yang memiliki bakat kreatif, standar tinggi yang diberlakukan sendiri, kemampuan untuk bekerja sebagai tim, dan fokus pelanggan yang kuat,” ungkap Isla dalam laman resmi perusahaan.

Kunci Keberhasilan

Didukung oleh kinerja grup perusahaan yang kuat, Isla mengatakan bahwa kreasi nilai adalah kunci keberhasilan mereka.

“Kekuatan dan keberlanjutan dari model toko offline-online terintegrasi perusahaan, tahun demi tahun terus menunjukkan kemampuannya untuk memberikan pertumbuhan,” terang Isla.

Hal ini dilakukan seraya menekankan penciptaan nilai bagi masyarakat dan lingkungan, sebagaimana dibuktikan oleh penciptaan lapangan kerja yang menonjol, khususnya di Spanyol.

Ketika banyak peritel tradisional ditutup di Amerika Serikat karena meningkatnya tekanan dari belanja online dan berkurangnya pembeli di mal-mal, Inditex tampaknya berhasil mengatasi isu ini bahkan mampu merekrut 11.043 posisi tambahan pada 2017.

Tak hanya menyoroti 'upaya finansial' yang dilancarkan Isla di Inditex, Harvard Business Review melihat kebijakan tanggung jawab sosialnya, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberlanjutan.

Isla memang menekankan pentingnya keberlanjutan dalam upaya mereka. Perusahaan berkomitmen untuk menghilangkan semua bahan kimia beracun dari rantai pasokan mereka pada 2020.

Perusahaan juga bertekad menerapkan model toko ramah lingkungan yang dapat mengurangi emisi hingga 30% dan konsumsi air hingga 50% pada tahun 2020.

Isla ingin Inditex membuat strategi jangka pendek dan jangka panjang sehingga peristiwa global seperti Brexit tidak akan mempengaruhi rencana penjualan dan ekspansi mereka di Inggris.

Sementara itu, kinerja perusahaan dipertahankan melalui inovasi. Isla berharap untuk terus meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memperkenalkan metode pembayaran yang lebih cepat dan lebih nyaman seperti pembayaran mobile.

Media sosial juga merupakan bagian besar dari kesuksesan Inditex setelah memiliki hampir 100 juta followers di semua platform mereka.

Menengok perjalanan karier pria berambut keriting ini, Isla sebenarnya bercita-cita menjadi pengacara handal. Lahir pada 22 Januari 1964, Pablo Isla Álvarez de Tejera Isla meraih gelar sarjana hukum di Complutense University of Madrid pada tahun 1987.

Kariernya dimulai di Kementerian Transportasi, Pariwisata, dan Komunikasi Spanyol pada tahun 1988. Dari tahun 1992 hingga 1996, ia menyabet peluang sebagai General Manager untuk urusan hukum di Banco Popular.

Peran penting yang pernah digelutinya kemudian antara lain adalah bagian dari Departemen Warisan Nasional Kementerian Keuangan, Dewan Direksi Logista and Red Eléctrica Corporación S.A., dan Chairman grup perusahaan tembakau Altadis Group sebelum digaet masuk Inditex.

Rendah Hati

Seperti halnya Amancio Ortega, Isla, yang mengambil alih tampuk kepemimpinan Inditex dari salah satu orang terkaya di dunia itu, pada dasarnya tak banyak melakukan wawancara atau pun tampil di depan kamera. Isla justru terdengar rendah hati dengan segala prestasi yang diraihnya.

Karakter ini pula yang digambarkan oleh karyawan perusahaan mengenai gaya kepemimpinan Isla. Rendah hati.

Isla dikenal karena menolak penggunaan hierarki untuk memerintah, mengendalikan, dan mendahulukan ego. Alih-alih, ia mendukung pengambilan keputusan secara informal dalam kemitraan baik dengan rekan maupun karyawannya.

Dengar-dengar ia tak ingin menjadi sorotan atas pencapaian perusahaan, sampai-sampai jarang terlihat muncul dalam pembukaan tokonya. Mengenai hal ini, Isla pernah menuturkan hal yang menginspirasi kepada Harvard Business Review.

“Yang relevan adalah perusahaan atau pembukaan toko, dan semuanya selalu merupakan hasil kerja tim. Kekuatan perusahaan kami adalah kombinasi dari upaya semua orang, jauh lebih besar daripada hasil individu,” terang Isla, seperti dikutip Inc.

“Sebagai sebuah perusahaan, kami mencoba menjadi perusahaan yang low profile, rendah hati, tentu saja sangat ambisius, tetapi rendah hati. Dan jika kami membuka sebuah toko besar, kami ingin toko itulah yang menjadi hal relevan, bukan orang tertentu.”

Dalam suatu kesempatan setelah mendengar kabar tentang pencalonannya sebagai CEO terbaik, Isla mengatakan penghargaan itu bukanlah penghargaan pribadi. 

Penghargaan itu layak dipersembahkan untuk seluruh bagian dari keluarga Inditex serta usaha dan kerja keras mereka.

Ia berterima kasih atas komitmen semua orang yang merupakan bagian dari Inditex dan menggarisbawahi bahwa hubungan Inditex dengan karyawannya ditentukan oleh keberagaman, kesempatan yang setara, dan pengembangan karir.

“Tak ada keraguan, kita harus melihat ini sebagai hadiah bersama yang dimenangkan oleh seluruh tim Inditex,” tutur Isla, seperti dikutip Think Spain.

Tag : tokoh, tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top