Rahasia Sukses Susan Wojcicki Jadi CEO YouTube & Ibu Lima Anak

Ibu hebat sudah pasti adalah pemimpin yang hebat dan ini tak lepas dari dukungan lingkungan sekitarnya, Anda setuju?
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  09:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Ibu hebat sudah pasti adalah pemimpin yang hebat dan ini tak lepas dari dukungan lingkungan sekitarnya, Anda setuju?

Jelang lima tahun masa jabatannya sebagai CEO YouTube, Susan Wojcicki telah sukses mematahkan anggapan bahwa seorang ibu tidak akan dapat menyeimbangkan statusnya menjadi orangtua dan pemimpin sebuah perusahaan ternama sekaligus.

Ini bukan sekadar isapan jempol. Menjadi ibu dari lima anak, Wojcicki justru pantang melepaskan karier bahkan terus mengangkat namanya di perusahaan kelas atas macam Google.

Meski banyak rekan seprofesi mengira Wojcicki akan melepaskan kariernya ketika memiliki anak kedua, ia malah makin getol berkarier hingga terbang mencapai puncak.

“Saya tidak mengatakan itu mudah, tetapi saya memutuskan untuk menjadikannya berhasil karena saya benar-benar percaya pada potensi Google,” katanya kepada USA Today.

Wojcicki sangat meyakini bahwa memiliki anak justru menjadikannya berkinerja lebih baik dalam pekerjaan. Di sisi lain, ia juga percaya pekerjaan membuatnya menjadi ibu yang lebih baik.

“Memiliki kedua hal tersebut dalam hidup membuat saya menjadi ibu yang lebih baik pada akhirnya, dan saya pikir ini memberi saya perspektif yang sangat penting di tempat kerja juga,” ujarnya, dilansir dari Inc.

Cuti Melahirkan

Pada tahun 1999, Wojcicki hengkang dari pekerjaannya di Intel dan menjadi karyawan ke-16 di Google. Saat itu, bakal raksasa mesin pencarian ini sama sekali belum ada gregetnya.

Keputusannya ambil bagian dalam Google bisa dibilang kebetulan. Usai meraih gelar MBA dari UCLA Anderson School of Management, Wojcicki pindah kembali ke Bay Area dan membeli rumah seluas 2.000 kaki persegi di Menlo Park dengan harga US$600.000.

Untuk membantunya membayar cicilan rumah, lulusan Harvard University ini menyewakan garasi rumahnya kepada dua mahasiswa doktoral di Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, yang sedang merintis perusahaan mesin pencari baru mereka, bernama Google.

Setiap bulan, Wojcicki memberi tagihan senilai US$1.700 kepada kedua mahasiswa itu untuk harga sewa garasi rumahnya. “Waktu itu saya benar-benar butuh tambahan untuk membayar cicilan rumah,” ungkap Wojcicki, seperti dikutip CNN.

Page dan Brin pada akhirnya berhasil meyakinkan Wojcicki untuk bergabung dengan tim mereka. Saat itu Wojcicki tengah mengandung anak keduanya dan menjadi salah satu dari segelintir wanita pertama yang dipekerjakan oleh Google.

Wojcicki pula menjadi karyawan wanita pertama yang mengambil cuti melahirkan pada masa-masa awal berdirinya Google.

“Ketika saya pertama kali mulai bekerja [di Google], sepertinya kami benar-benar tidak memiliki bagian SDM. Jadi aturannya waktu itu tidak jelas. Tidak ada yang pernah mengambil cuti melahirkan sebelumnya di perusahaan itu,” kenang Wojcicki.

Wanita Berpengaruh

Namun sekitar dua dekade kemudian, Wojcicki telah mampu berperan menjadi kunci peningkatan kebijakan perusahaan untuk kesejahteraan keluarga karyawan mereka. Tak hanya karyawan wanita yang melahirkan, karyawan pria juga mendapatkan hak cuti berbayar.

Masa hak cuti yang diperoleh pun tak tanggung-tanggung. Ibu melahirkan mendapatkan masa cuti berbayar selama 18 minggu, sedangkan ayah baru memperoleh waktu cuti selama 12 minggu.

Tak heran jika Time Magazine pernah menggelari Wojcicki sebagai wanita paling berpengaruh di industri internet. Kredibilitas dan kemampuan wanita berusia 50 tahun ini pun membawanya bercokol dalam daftar 10 besar wanita paling berpengaruh di dunia pada 2018 oleh Forbes.

Di bawah kepemimpinannya sebagai CEO YouTube sejak Februari 2014, layanan video-sharing global yang diakuisisi oleh Google pada 2006 ini telah mengembangkan basis pengguna sebanyak 1,9 miliar secara bulanan.

Banyak kreator YouTube terkesan dengan upaya Wojcicki untuk melibatkan mereka dan memahami kebutuhan mereka. Wojcicki telah menjangkau banyak bakat untuk YouTube dan dia berupaya untuk memahami kebutuhan dan tujuan mereka.

Pada tahun pertamanya sebagai CEO YouTube, Wojcicki pernah menuliskan sebuah artikel opini di The Wall Street Journal terkait cuti melahirkan. Ia berpendapat dengan tegas bahwa Amerika Serikat (AS) harus menjadi pelopor dalam hal manfaat cuti melahirkan.

“Dukungan untuk menjadi seorang ibu seharusnya bukan masalah keberuntungan, ini adalah sesuatu yang memang harus dilakukan,” tulisnya, seperti dikutip Business Insider.

Dukungan Tempat Kerja

Kini Google menjadi tempat yang sangat bersahabat bagi orangtua yang bekerja. Perusahaan ini seakan memanjakan para karyawannya yang juga berstatus sebagai orangtua.

Setiap calon ibu memiliki tempat parkir khusus, karyawan yang akan segera memiliki anak memperoleh hak cuti berbayar, belum lagi adanya ruang khusus menyusui bagi para ibu pekerja. Dengan kebijakan ini, Wojcicki berharap jumlah wanita yang bekerja dapat meningkat.

"Ketika kami meningkatkan cuti hamil menjadi 18 minggu, kami melihat jumlah wanita yang keluar dari Google berkurang 50%,” terang Wojcicki kepada CNNMoney. Data itu cukup bagi Google untuk membuat argumen bahwa cuti berbayar sepadan dengan imbasnya.

"Kami ingin mempertahankan wanita, kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Google peduli, bahwa mereka bisa menjadi seorang ibu dan mereka bisa bekerja di Google," katanya.

Google tentu bukan satu-satunya perusahaan di Silicon Valley yang menawarkan masa cuti panjang untuk orangtua baru.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Adobe, dan Netflix telah menerapkan kebijakan cuti untuk orangtua baru. Facebook bahkan menawarkan cuti berbayar selama empat bulan baik untuk ibu dan ayah baru.

“Saya pikir Silicon Valley telah mendorong langkah ini karena benar-benar fokus pada bakat. Bisnis ini penuh dengan bakat, mendapatkan insinyur yang tepat, pemimpin yang tepat. Silicon Valley juga fokus pada memekerjakan lebih banyak perempuan, lebih banyak keanekaragaman,” tambah Wojcicki.

Peran Keluarga

Seperti halnya orangtua yang bekerja, Wojcicki berupaya menyeimbangkan pekerjaan dan keluarganya yang besar. Menjadi seorang ibu diakuinya justru membantu ia bekerja dengan lebih baik.

Pernikahannya dengan Dennis Troper, juga karyawan Google, telah membuahkan lima anak. Dia memberi kredit pada anak-anaknya sebagai inspirasi tentang apa yang harus dilakukan YouTube dengan baik dan bagaimana platform itu dapat ditingkatkan.

Saya mencoba mengamati perilaku anak-anak saya, dan saya mencoba untuk mendapatkan ide dari hal itu, memahami bagaimana mereka berpikir tentang media, apa yang mereka tonton. Lalu saya mencoba menggabungkannya dengan data kuantitatif yang kami miliki di kantor,” jelas Wojcicki.

Padatnya rutinitas adalah suatu hal yang lazim bagi banyak CEO, terutama di Silicon Valley, tetapi Wojcicki selalu berusaha pulang pada pukul 6 sore agar dapat makan malam bersama keluarga.

“Sebenarnya memiliki keterbatasan untuk berada di rumah benar-benar memaksa saya untuk membuat prioritas. Setelah anak-anak tidur, saya memeriksa surel. Ini tentang memiliki keseimbangan,” katanya kepada Today.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokoh

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top