Pebisnis Asia Tenggara Yakin Bisnisnya Tumbuh 10%

Hasil survei Euromonitor International menyebutkan para eksekutif bisnis di Asia Tenggara optimistis terhadap bisnis mereka dan membidik pertumbuhan sebesar 6%-10% di masing-masing sektor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Maret 2019  |  11:47 WIB

Bisnis.com, SINGAPURA--Perusahaan riset pasar dunia, Euromonitor International, hari ini merilis buku putih (white paper) terbaru bertajuk Southeast Asia Business Leaders Report: Inside Your Peers 2019 Executive Agenda, yang berisi seputar beberapa prioritas dan tantangan utama yang dihadapi kawasan ini selama 2019 sebagai hasil dari survei lebih dari 100 pemimpin bisnis senior di Asia.

Mengacu pada hasil riset ini, para eksekutif bisnis di Asia Tenggara optimistis terhadap bisnis mereka dan membidik pertumbuhan sebesar 6%-10% di masing-masing sektor. Inovasi layanan dan produk, eksplorasi jalur digital, investasi pemasaran dan periklanan melalui media sosial menjadi sejumlah faktor yang merefleksikan optimisme dan kesadaran akan pertumbuhan bisnis.

"Dunia memandang Asia Tenggara sebagai destinasi investasi, sumber dari pertumbuhan di masa depan, dan inspirasi untuk wujudkan inovasi. Di saat bersamaan, korporasi dan pemerintah di kawasan ini menghadapi tantangan transformasi dalam rangka memanfaatkan momentum dari peluang pertumbuhan ini," ujar Country Manager Euromonitor International Geana Barbosa. "Meskipun kesenjangan kemampuan tak terhindarkan, teknologi menjadikan sektor korporasi optimistis raih pertumbuhan," tambahnya dalam laporan itu.

Transformasi digital merupakan salah satu variabel terdepan untuk raih pertumbuhan di 2019. Pertumbuhan akses internet masyarakat di Asia Tenggara akan naik drastis, dari hanya 18,3% pada 2014 menjadi 60,8% pada 2024, dimana Indonesia dan Thailand masing-masing menempati peringkat tiga dan empat, di belakang Tiongkok dan Korea Selatan.

Kepala riset paspor Euromonitor International Yvonne Kok mengomentari, "Untuk merealisasikan transformasi digital tentunya tidak murah, membutuhkan perubahan organisasi serta penyelarasan ulang prioritas bisnis dan peningkatan kapasitas SDM. Meskipun demikian, peluang bisnis dari transformasi digital akan menjadi katalis transformasi perilaku di pasar Asia Tenggara."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asia tenggara

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top