Namora Etnik, Andalkan Reseller Pasarkan Produk Sepatu

Ingin memberikan nila tambah terhadap tenun menjadi alasan Paula Stela Nova Landowero mendirikan Namora Etnik pada 2017.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  19:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Ingin memberikan nila tambah terhadap tenun menjadi alasan Paula Stela Nova Landowero mendirikan Namora Etnik pada 2017.

Sebelum itu, Paula pernah bekerjasama dengan kelompok produsen sepatu etnik dari bahan motif batik atau tenun. Namun dirinya sempat tidak puas karena produsen tidak dapat memproduksi kain tenun Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk mendapatkan bahan baku kain tenun, pihaknya bekerja bersama pengrajin binaan Yayasan Wadah Titian Harapan. Namun, saat itu menghadapi kendala biaya ongkos kirim yang terlalu mahal. Hingga akhirnya, saat ini dia bekerjasama dengan suplier kain tenun NTT hingga saat ini.

Dia menilai kondisi pasar untuk tenun masih menantang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan niatnya untuk tetap melestarikan kain tenun NTT. Kendala demi kendala dia coba atasi.

“Usaha ini memotivasi saya karena bisa membantu orang lain untuk mendapatkan penghasilan tanpa modal besar,” katanya.

Paula mengatakan saat ini telah memiliki lebih dari 100 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan juga sudah mencapai di luar negeri. “Mereka cukup menjadi dropshipper, jadi cukup mencari pembeli,” tambahnya.

Lewat produknya, Paula ingin memberikan sesuatu yang istimewa. Untuk itu, produk sepatu yang diproduksi secara ekslusif. Sehingga untuk satu motif tenun hanya untuk sepasang sepatu. Apalagi, Paula menjelaskan tenun NTT memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan tenun daerah lainnya. Misalnya saja, tenun Jepara dalam satu motif bisa berlembar-lembar kain.

Soal harga, sepatu tenun tersebut dibanderol dengan harga sekitar Rp230.000 hingga Rp300.000 per pasang. Adapun untuk penjualan, Namora Etnik dalam sebulan dapat menjual paling tidak 250 pasang sepatu ekslusif. “Sejak 2017 sudah lebih dari 6.000 pasang sepatu terjual,” katanya.

Sementara dari segi konsumen, lanjutnya, Namora memiliki pelanggan merata tersebar di seluruh Indonesia. Namun, dari beberapa daerah tersebut, menurutnya konsumen luar Pulau Jawa dinilai lebih dominan. Sedangkan untuk Internasional, Namora memang belum melakukan ekspor berjumlah besar, hanya saja dirinya mengandalkan reseller yang berada di luar negeri untuk membantu melakukan pemasaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sepatu

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top